Kampus Times- Peta pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya dibentuk oleh perguruan tinggi yang berada langsung dalam ekosistem Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ada pula perguruan tinggi negeri yang berada di bawah kementerian atau lembaga lain dengan karakter pendidikan yang berbeda, terutama pada bidang vokasi dan kebutuhan keahlian tertentu.
Gambaran tersebut terlihat dalam Tabel 2.8 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025. Tabel ini mencatat jumlah lembaga perguruan tinggi menurut bentuk pendidikan di setiap provinsi dengan lingkup kementerian/lembaga lain dan status negeri (public).
Dalam data tersebut, Indonesia memiliki 145 perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain pada 2025. Angka ini mencakup universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, akademi komunitas, hingga politeknik.
Politeknik Menjadi Bentuk Pendidikan Paling Dominan

Hal paling mencolok dari tabel adalah dominasi politeknik. Dari total 145 institusi, 106 di antaranya merupakan politeknik.
Artinya, sekitar 73,1 persen perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain berbentuk politeknik. Komposisi ini jauh lebih besar dibandingkan bentuk pendidikan lainnya.
Setelah politeknik, terdapat 20 akademi, 15 sekolah tinggi, 2 akademi komunitas, serta masing-masing 1 universitas dan 1 institut.
Komposisi tersebut memperlihatkan karakter yang cukup kuat: perguruan tinggi di bawah kementerian/lembaga lain pada 2025 lebih banyak menggunakan bentuk pendidikan yang berorientasi pada pembelajaran keahlian dan keterampilan spesifik.
Namun, data ini tidak berarti bahwa seluruh perguruan tinggi negeri Indonesia didominasi politeknik. Angka tersebut hanya menggambarkan lingkup kementerian/lembaga lain sebagaimana didefinisikan dalam Tabel 2.8, sehingga tidak boleh disamakan dengan keseluruhan populasi perguruan tinggi nasional.
Jawa Barat Memimpin dengan 24 Perguruan Tinggi
Jika dilihat berdasarkan provinsi, Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah perguruan tinggi negeri terbanyak dalam kategori ini, yakni 24 institusi.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 16 institusi, kemudian Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan masing-masing 12 institusi. DKI Jakarta berada di posisi berikutnya dengan 11 perguruan tinggi.
Di Jawa, provinsi lain yang tercatat adalah Banten dengan 8 institusi dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 7 institusi.
Jika enam provinsi di Pulau Jawa yang tercantum dalam tabel—DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur—digabungkan, jumlahnya mencapai 78 perguruan tinggi. Itu setara sekitar 53,8 persen dari total 145 institusi.
Dengan demikian, lebih dari separuh perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain pada tabel tersebut berada di enam provinsi di Pulau Jawa.
Sulawesi Selatan Menjadi Salah Satu Pusat di Luar Jawa
Menariknya, dominasi wilayah Jawa tidak berarti persebaran institusi hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Sulawesi Selatan mencatat 12 perguruan tinggi, sama dengan Jawa Tengah. Angka ini membuat Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah institusi paling besar di luar Jawa.
Di provinsi tersebut, tabel mencatat 1 sekolah tinggi, 2 akademi, 1 akademi komunitas, dan 8 politeknik, sehingga totalnya mencapai 12 institusi.
Provinsi lain di Sulawesi juga memiliki perguruan tinggi negeri dalam kategori ini, seperti Sulawesi Utara sebanyak 3, Gorontalo 1, Sulawesi Tengah 2, Sulawesi Tenggara 3, dan Sulawesi Barat 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa keberadaan perguruan tinggi di bawah kementerian/lembaga lain tidak semata-mata mengikuti konsentrasi perguruan tinggi umum, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan pendidikan keahlian di berbagai wilayah.
Apa Maknanya bagi Pendidikan Tinggi Indonesia?

Dominasi politeknik dalam data ini memberi gambaran bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam struktur perguruan tinggi negeri yang dikelola kementerian/lembaga lain.
Politeknik pada dasarnya dirancang dengan karakter pendidikan yang lebih menekankan keterampilan dan kompetensi terapan. Karena itu, banyaknya politeknik dalam kategori ini dapat dibaca sebagai indikasi bahwa kementerian/lembaga membutuhkan institusi pendidikan yang mampu menyiapkan sumber daya manusia dengan keahlian yang lebih spesifik sesuai bidang masing-masing.
Di sisi lain, persebaran antardaerah juga penting diperhatikan. Jawa Barat berada di posisi teratas dengan 24 institusi, sementara beberapa provinsi memiliki satu atau bahkan tidak tercatat memiliki perguruan tinggi dalam kategori tersebut.
Perbedaan ini tidak otomatis menunjukkan ketimpangan akses pendidikan tinggi, karena tabel hanya mencakup perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain. Untuk menilai pemerataan pendidikan tinggi secara menyeluruh, diperlukan data dari seluruh bentuk dan status perguruan tinggi serta indikator lain seperti jumlah mahasiswa, program studi, kapasitas penerimaan, dan akses wilayah.
Data Statistik sebagai Gambaran Struktur Pendidikan Tinggi
Tabel 2.8 penting bukan hanya karena menunjukkan jumlah institusi. Data ini membantu pembaca memahami bahwa sistem pendidikan tinggi Indonesia memiliki struktur yang beragam.
Ada perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan akademik, tetapi ada pula institusi yang dibangun dengan orientasi vokasi dan kebutuhan sektoral tertentu. Dalam konteks tersebut, angka 106 politeknik dari total 145 institusi menjadi temuan utama yang menggambarkan kuatnya peran pendidikan vokasi pada perguruan tinggi negeri di bawah kementerian/lembaga lain.
Bagi calon mahasiswa, data seperti ini juga dapat menjadi petunjuk bahwa pilihan pendidikan tinggi tidak hanya berada pada universitas. Politeknik, sekolah tinggi, dan akademi dapat menjadi bagian penting dari jalur pendidikan untuk memperoleh kompetensi yang lebih spesifik.
Kesimpulan
Berdasarkan Tabel 2.8 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, terdapat 145 perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain. Struktur tersebut sangat didominasi politeknik dengan 106 institusi atau sekitar 73,1 persen. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yaitu 24 institusi, sedangkan Sulawesi Selatan menjadi salah satu pusat perguruan tinggi kategori ini di luar Jawa dengan 12 institusi.
Data ini memperlihatkan pentingnya pendidikan vokasi dan institusi berbasis keahlian dalam struktur pendidikan tinggi Indonesia. Namun, angka tersebut perlu dibaca sesuai cakupan tabel dan tidak dapat digunakan sebagai gambaran keseluruhan jumlah perguruan tinggi negeri nasional.
FAQ
- Berapa jumlah perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain pada 2025?
Terdapat 145 perguruan tinggi negeri berdasarkan Tabel 2.8 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025. - Bentuk perguruan tinggi apa yang paling banyak?
Politeknik menjadi bentuk pendidikan terbanyak dengan 106 institusi atau sekitar 73,1 persen dari total. - Provinsi mana yang memiliki perguruan tinggi terbanyak dalam kategori tersebut?
Jawa Barat menjadi yang terbanyak dengan 24 perguruan tinggi. - Berapa jumlah perguruan tinggi di Jawa Timur?
Jawa Timur tercatat memiliki 16 perguruan tinggi negeri dalam lingkup kementerian/lembaga lain. - Apakah angka 145 mencakup seluruh perguruan tinggi negeri Indonesia?
Tidak. Angka 145 hanya merujuk pada perguruan tinggi dengan lingkup kementerian/lembaga lain dan status negeri/public sebagaimana ditampilkan dalam Tabel 2.8.
Sumber Data
Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Tabel 2.8: Jumlah Lembaga Perguruan Tinggi (PT) Menurut Bentuk Pendidikan Tiap Provinsi, Lingkup Kementerian/Lembaga Lain, Status Negeri/Public, Tahun 2025.