Profil & Institusi

Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong: Kampus Vokasi yang Mengubah Potensi Daerah Jadi Keahlian

21 Agustus 2026, 10:25 WIB / Alifa Putri Chaerani
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times - Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong atau AKREL memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya. Berada di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, kampus ini mengembangkan pendidikan vokasi yang dekat dengan potensi daerah dan kebutuhan tenaga terampil.

Keberadaan AKREL menarik diperhatikan karena bidang pendidikan yang dikembangkan tidak sekadar berorientasi pada teori. Program studinya berkaitan langsung dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang memiliki hubungan erat dengan potensi ekonomi daerah.

Dari Rintisan hingga Menjadi Perguruan Tinggi Negeri Mandiri

AKREL memiliki sejarah yang dimulai pada 9 Agustus 2012. Pada saat itu, Rejang Lebong disetujui sebagai lokasi rintisan Akademi Komunitas melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 161/P/2012 tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Studi di Luar Domisili.

Pada tahap awal, PDD Rejang Lebong berada di bawah binaan Politeknik Negeri Lampung. Pendidikan yang diselenggarakan menggunakan jenjang Diploma II dengan bidang Budidaya Tanaman Hortikultura, Teknologi Produksi Ternak, dan Budidaya Perikanan.

Perubahan penting terjadi pada 3 Februari 2016. PDD Rejang Lebong kemudian berdiri secara mandiri berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong. Sejak saat itu, institusi tersebut dikenal sebagai Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong atau AKREL.

Tiga Program Studi yang Dekat dengan Potensi Daerah

Tiga Program Studi yang Dekat dengan Potensi Daerah

Salah satu hal yang membuat AKREL memiliki identitas kuat adalah pilihan program studinya. Ketiganya diarahkan pada bidang yang membutuhkan keterampilan praktis dan memiliki keterkaitan dengan sektor produktif.

Budidaya Tanaman Hortikultura

Program Studi Budidaya Tanaman Hortikultura membekali mahasiswa dengan kompetensi yang berkaitan dengan produksi tanaman hortikultura. Kurikulumnya menggunakan pendekatan berbasis kompetensi dan mengacu pada KKNI.

Program studi ini menggunakan 76 SKS dan mengarahkan profil lulusannya antara lain sebagai wirausaha, operator, teknisi, serta penyuluh pertanian. Fasilitas pembelajaran yang tersedia mencakup laboratorium kultur jaringan, laboratorium tanaman, ruang komputer, ruang baca, rumah tanaman, kumbung jamur, dan lahan praktikum.

Teknologi Produksi Ternak Unggas

Program Studi Teknologi Produksi Ternak Unggas juga berada pada jenjang Diploma II. Pembelajarannya menekankan pendidikan profesional dengan keahlian terapan di bidang produksi ternak unggas.

AKREL mencantumkan sejumlah sarana pendukung seperti laboratorium, kandang ternak unggas, ruang komputer, dan perpustakaan. Program studi ini juga mengembangkan kerja sama dengan praktisi peternakan untuk memperkuat hubungan antara pembelajaran dan kebutuhan dunia kerja.

Budidaya Perikanan Air Tawar

Sementara itu, Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar diarahkan pada pengembangan kompetensi di bidang perikanan air tawar. Program ini menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dengan 76 SKS.

Mahasiswa didukung fasilitas seperti ruang kuliah, laboratorium analisis, dan laboratorium lapang terpadu yang digunakan untuk praktikum serta observasi. Fokus tersebut membuat pembelajaran tidak berhenti pada konsep, tetapi diarahkan pada penerapan keterampilan di lapangan.

Mengapa Pendidikan Vokasi AKREL Menarik?

Pendidikan vokasi pada dasarnya memiliki orientasi kuat terhadap penguasaan kompetensi. AKREL sendiri menetapkan tujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil dunia usaha dan dunia industri.

Visinya adalah menjadi perguruan tinggi vokasional yang menghasilkan sumber daya manusia yang mandiri dan profesional. Misinya juga mencakup pengembangan pendidikan berbasis potensi daerah, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta kewirausahaan.

Pendekatan tersebut membuat AKREL memiliki posisi yang cukup spesifik. Kampus ini tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memperoleh ijazah, tetapi juga membangun keterampilan yang dapat diterapkan pada sektor produktif di daerah.

Bukan Sekadar Kampus, tetapi Ruang Praktik

Bukan Sekadar Kampus, tetapi Ruang Praktik

Karakter vokasi AKREL terlihat dari keberadaan fasilitas praktik dan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas terapan. Pada Program Studi Teknologi Produksi Ternak Unggas, misalnya, kegiatan pembelajaran didukung fasilitas kandang dan laboratorium yang digunakan dalam kegiatan praktikum.

Orientasi tersebut juga berkaitan dengan peluang kewirausahaan. Potensi pertanian, peternakan, dan perikanan di Rejang Lebong dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk bekerja, mengembangkan usaha, maupun menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan demikian, pilihan kuliah di AKREL dapat dipertimbangkan oleh calon mahasiswa yang lebih menyukai pembelajaran praktis dan ingin memiliki kompetensi spesifik dalam waktu pendidikan yang relatif singkat.

Arah Pengembangan AKREL

Perkembangan AKREL juga tidak berhenti pada penyelenggaraan pendidikan. Kampus ini terus mengembangkan kerja sama, penelitian terapan, kegiatan pengabdian, serta hubungan dengan dunia usaha dan industri.

Dalam dokumen rencana strategisnya, AKREL juga telah mencantumkan Draf Rencana Strategis Tahun 2025–2029 sebagai bagian dari arah pengembangan institusi.

Pada sisi kelembagaan, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 26 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong. Peraturan tersebut mengatur kedudukan, tugas, fungsi, struktur organisasi, serta tata kerja AKREL.

Informasi Resmi AKREL

Calon mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut sebaiknya merujuk langsung ke situs resmi AKREL untuk memperoleh informasi terbaru mengenai program pendidikan, kegiatan kampus, layanan akademik, dan pengumuman.

Informasi profil perguruan tinggi juga dapat ditelusuri melalui laman PDDIKTI yang menjadi rujukan data pendidikan tinggi nasional.

Kesimpulan

Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong merupakan perguruan tinggi negeri dengan karakter vokasi yang kuat. Sejak berkembang dari rintisan pada 2012 hingga menjadi institusi mandiri pada 2016, AKREL mempertahankan fokus pada pendidikan berbasis keterampilan dan potensi daerah.

Tiga program Diploma II yang tersedia, yaitu Budidaya Tanaman Hortikultura, Teknologi Produksi Ternak Unggas, dan Budidaya Perikanan Air Tawar, menunjukkan arah pendidikan yang dekat dengan sektor produktif. Bagi calon mahasiswa yang ingin menggabungkan pendidikan tinggi dengan keterampilan praktis, AKREL menjadi salah satu pilihan pendidikan vokasi yang layak diperhitungkan di Bengkulu.

Sumber resmi: Website Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong dan PDDIKTI Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

FAQ

  1. Apa itu Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong? Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong atau AKREL adalah perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan vokasi yang berada di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

  2. Kapan AKREL berdiri? AKREL berkembang dari rintisan Akademi Komunitas pada 2012 dan berdiri mandiri pada 3 Februari 2016 berdasarkan Permenristekdikti Nomor 7 Tahun 2016.

  3. Apa saja program studi di AKREL? AKREL memiliki tiga program Diploma II, yaitu Budidaya Tanaman Hortikultura, Teknologi Produksi Ternak Unggas, dan Budidaya Perikanan Air Tawar.

  4. Apa keunggulan pendidikan di AKREL? Pendidikan AKREL berorientasi pada keterampilan terapan, praktik, potensi daerah, kewirausahaan, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

  5. Di mana mendapatkan informasi resmi AKREL? Informasi terbaru mengenai AKREL dapat diperoleh melalui situs resmi akrel.ac.id dan data perguruan tingginya melalui PDDIKTI.

Topik Terkait

Trending Hari Ini