Kampus Times- Peta program studi perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia pada 2025 menunjukkan konsentrasi yang cukup kuat di sejumlah provinsi. Berdasarkan Tabel 2.17 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, Jawa Timur tercatat memiliki 2.389 program studi, menjadi jumlah terbesar dalam tabel akreditasi program studi tiap provinsi untuk lingkup Kemdiktisaintek dengan status swasta.
Angka tersebut menempatkan Jawa Timur di atas Jawa Barat yang memiliki 2.246 prodi dan DKI Jakarta dengan 1.838 prodi. Data ini memberikan gambaran bahwa provinsi-provinsi dengan ekosistem pendidikan tinggi yang besar masih menjadi pusat konsentrasi program studi PTS di Indonesia.
Jawa Timur Menempati Posisi Teratas

Jika melihat jumlah total program studi, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka tertinggi, yakni 2.389 prodi. Komposisinya terdiri atas 24 prodi berstatus A, 303 B, 2 C, 334 Unggul, 858 Baik Sekali, 814 Baik, serta 54 pada kolom Terakreditasi.
Jawa Barat berada di posisi berikutnya dengan 2.246 prodi. Provinsi ini memiliki 26 prodi A, 220 B, 14 C, 270 Unggul, 774 Baik Sekali, 889 Baik, dan 53 Terakreditasi.
Sementara itu, DKI Jakarta memiliki 1.838 prodi, terdiri atas 48 A, 162 B, 2 C, 405 Unggul, 629 Baik Sekali, 540 Baik, dan 51 Terakreditasi.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa jumlah program studi PTS tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Namun, tiga provinsi teratas dalam tabel sudah menunjukkan skala yang jauh lebih besar dibandingkan banyak provinsi lainnya.
Empat Provinsi di Jawa Dominan
Selain Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, Jawa Tengah juga mencatat jumlah program studi yang relatif besar, yakni 1.678 prodi. Jika empat provinsi tersebut diperhatikan bersama-sama, jumlahnya mencapai 8.151 program studi.
Dengan total nasional 17.255 prodi, empat provinsi tersebut menyumbang hampir separuh dari seluruh program studi PTS yang tercatat dalam tabel. Ini memperlihatkan kuatnya konsentrasi pendidikan tinggi swasta di wilayah Jawa.
DI Yogyakarta juga masuk dalam kelompok provinsi dengan jumlah yang cukup besar, yakni 779 prodi, sedangkan Banten mencatat 554 prodi.
Pola tersebut penting karena jumlah program studi dapat menjadi salah satu gambaran mengenai besarnya ekosistem pendidikan tinggi di suatu wilayah. Namun, jumlah yang besar tidak otomatis berarti seluruh prodi memiliki kualitas atau daya saing yang sama. Untuk membaca kualitas, status akreditasi perlu diperhatikan secara terpisah.
Status Akreditasi Menunjukkan Komposisi yang Beragam
Secara nasional, tabel mencatat 157 prodi berstatus A, 1.745 berstatus B, dan 52 berstatus C. Selain itu terdapat 1.996 prodi berstatus Unggul, 5.733 Baik Sekali, 7.109 Baik, dan 463 pada kolom Terakreditasi.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kategori Baik merupakan jumlah terbesar dalam data nasional, mencapai 7.109 prodi. Diikuti kategori Baik Sekali sebanyak 5.733 prodi.
Jawa Timur sendiri memiliki 858 prodi berstatus Baik Sekali dan 814 prodi berstatus Baik. Sementara Jawa Barat memiliki 774 prodi Baik Sekali dan 889 prodi Baik. Perbedaan komposisi ini menunjukkan bahwa dua provinsi dengan jumlah prodi terbesar memiliki distribusi status akreditasi yang tidak sepenuhnya sama.
Hal yang sama terlihat di DKI Jakarta. Dengan total 1.838 prodi, Jakarta mencatat 405 prodi Unggul, 629 Baik Sekali, dan 540 Baik. Artinya, melihat jumlah total prodi saja belum cukup untuk memahami profil akreditasi suatu daerah.
Mengapa Data Ini Penting bagi Pendidikan Tinggi?

Data akreditasi program studi penting bagi calon mahasiswa karena memberikan konteks ketika mereka membandingkan pilihan pendidikan tinggi. Bagi perguruan tinggi, distribusi status akreditasi juga dapat menjadi gambaran mengenai posisi program studi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Namun, pembaca perlu memahami bahwa tabel ini merupakan potret tahun 2025 dan memiliki cakupan Kemdiktisaintek/MoHEST serta status swasta. Karena itu, angka di dalamnya tidak dapat langsung dianggap sebagai jumlah seluruh program studi dari semua bentuk dan lingkup perguruan tinggi di Indonesia.
Data juga sebaiknya dibaca sesuai kategori yang digunakan dalam sumber resmi. Perbedaan status akreditasi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh aspek kualitas sebuah program studi, seperti kualitas pembelajaran, fasilitas, reputasi akademik, capaian lulusan, atau kinerja penelitian.
Kesimpulan
Statistik Pendidikan Tinggi 2025 menunjukkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah program studi PTS terbanyak, yaitu 2.389 prodi, disusul Jawa Barat 2.246 dan DKI Jakarta 1.838. Secara nasional terdapat 17.255 program studi PTS dalam cakupan tabel tersebut. Data ini menegaskan kuatnya konsentrasi pendidikan tinggi swasta di Pulau Jawa sekaligus menunjukkan bahwa profil akreditasi setiap provinsi memiliki komposisi yang berbeda. Bagi calon mahasiswa, angka tersebut dapat menjadi titik awal untuk membaca peta pendidikan tinggi, tetapi tetap perlu dilengkapi dengan informasi spesifik mengenai program studi dan perguruan tinggi yang dipilih.
FAQ
- Provinsi mana yang memiliki program studi PTS terbanyak pada 2025?
Jawa Timur, dengan total 2.389 program studi. - Berapa jumlah program studi PTS di Indonesia dalam tabel tersebut?
Totalnya mencapai 17.255 program studi. - Provinsi mana yang berada di posisi kedua?
Jawa Barat dengan 2.246 program studi. - Status akreditasi apa yang jumlahnya paling besar secara nasional?
Kategori Baik, dengan 7.109 program studi. - Apakah data ini mencakup seluruh program studi di Indonesia?
Tidak. Tabel 2.17 secara spesifik mencantumkan cakupan Kemdiktisaintek/MoHEST dengan status swasta/private dan tahun data 2025, sehingga pembaca perlu memperhatikan cakupan tersebut ketika melakukan perbandingan.
Sumber Data
Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek — Tabel 2.17: Akreditasi Program Studi Tiap Provinsi (Study Program Accreditation by Province), Lingkup Kemdiktisaintek/MoHEST, Status Swasta/Private, Tahun 2025.