Beasiswa & Karir

Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia 2026: Syarat, Dana, dan Cara Daftar

9 September 2026, 09:54 WIB / Tutut Septia Wati
Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia 2026: Syarat, Dana, dan Cara Daftar

Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia 2026: Syarat, Dana, dan Cara Daftar

Bandung, Kampus Times- Mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir dan memiliki minat pada isu ekonomi, moneter, sistem pembayaran, hingga ekonomi syariah dapat memanfaatkan informasi mengenai Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia 2026.

Program ini ditujukan bagi mahasiswa jenjang Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), dan Strata 3 (S3) yang sedang mengerjakan tugas akhir. Selain memberikan dukungan pendanaan penelitian, program tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kajian akademik yang relevan dengan isu kebanksentralan.

Berdasarkan informasi pada flyer, pendaftaran program dibuka mulai 7 September hingga 27 September 2026. Mahasiswa yang berminat perlu memperhatikan persyaratan, dokumen, ketentuan proposal, serta mekanisme pengajuan sebelum melakukan submit.

Apa Itu Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia?

Bantuan Penelitian Kebanksentralan merupakan program bantuan yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir dengan topik penelitian yang memiliki keterkaitan dengan ruang lingkup kebanksentralan dan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Program ini mencakup mahasiswa aktif dari tiga jenjang pendidikan, yaitu S1, S2, dan S3. Dengan demikian, mahasiswa sarjana maupun pascasarjana memiliki kesempatan untuk mengajukan proposal selama memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Dukungan tersebut dapat membantu mahasiswa dalam menunjang kebutuhan penelitian. Namun, penerima tetap harus mengikuti ketentuan program dan proses seleksi substansi proposal yang dilakukan oleh reviewer yang ditunjuk Bank Indonesia.

Besaran Bantuan Penelitian Bank Indonesia 2026

Salah satu informasi penting yang perlu diperhatikan calon pendaftar adalah nominal bantuan berdasarkan jenjang pendidikan.

Bantuan untuk Mahasiswa S1

Mahasiswa jenjang S1 yang memenuhi persyaratan berkesempatan memperoleh bantuan penelitian sebesar Rp10.000.000.

Bantuan untuk Mahasiswa S2

Untuk mahasiswa jenjang S2, nilai bantuan penelitian yang tercantum dalam flyer mencapai Rp15.000.000.

Bantuan untuk Mahasiswa S3

Mahasiswa jenjang S3 memperoleh nilai bantuan paling besar, yakni Rp20.000.000.

Pada informasi program juga dicantumkan catatan bahwa bantuan tersebut dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, nominal yang diterima setelah pemotongan pajak dapat berbeda dari nilai bantuan yang tercantum.

Syarat dan Kriteria Penerima Bantuan Penelitian

Calon penerima Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia 2026 perlu memenuhi sejumlah persyaratan.

1. Warga Negara Indonesia

Program diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia.

2. Mahasiswa Aktif S1, S2, atau S3

Peserta merupakan mahasiswa aktif pada jenjang S1, S2, maupun S3 yang sedang menyusun tugas akhir.

Pada saat melakukan submit proposal, peserta juga harus belum melaksanakan seminar hasil penelitian atau sidang tugas akhir sebagaimana ketentuan yang tercantum dalam flyer.

3. Berasal dari Bidang Studi yang Relevan

Peserta berasal dari program studi, jurusan, atau departemen yang berkaitan dengan ekonomi, kebanksentralan, maupun bidang lain yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Artinya, calon pendaftar perlu memastikan bahwa bidang akademik dan topik tugas akhirnya memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan tema yang dipersyaratkan.

4. Memiliki IPK Minimal 3,25

Salah satu persyaratan akademik utama adalah memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 dari skala 4,00.

Bukti IPK nantinya perlu disertakan melalui legalisasi transkrip sesuai dokumen yang diminta.

5. Bukan Pegawai Bank Indonesia

Peserta yang mendaftar harus memenuhi ketentuan bahwa dirinya bukan merupakan pegawai Bank Indonesia.

6. Tidak Sedang Menerima Bantuan Lain

Calon penerima tidak sedang memperoleh bantuan pendidikan dan/atau bantuan penelitian dari Bank Indonesia maupun lembaga atau instansi lain.

Ketentuan ini perlu diperhatikan sejak awal agar status peserta sesuai dengan kriteria program.

7. Memiliki Surat Rekomendasi

Peserta wajib memperoleh surat rekomendasi dari Ketua Jurusan atau pejabat fakultas sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Surat tersebut menjadi salah satu dokumen penting dalam proses pengajuan.

Topik Penelitian yang Dapat Diajukan

Proposal penelitian yang diajukan tidak dapat mengambil tema secara bebas. Berdasarkan informasi pada flyer, penelitian harus memiliki topik yang berkaitan dengan ruang lingkup kebanksentralan dan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Beberapa kategori topik yang disebutkan meliputi:

Moneter

Penelitian dapat berkaitan dengan isu kebijakan moneter, dinamika ekonomi, inflasi, maupun berbagai persoalan lain yang relevan dengan fungsi kebanksentralan.

Makroprudensial

Bidang makroprudensial juga termasuk dalam cakupan topik penelitian. Kajian dapat diarahkan pada isu yang berhubungan dengan stabilitas sistem keuangan dari perspektif makroprudensial.

Sistem Pembayaran

Mahasiswa juga dapat mengembangkan penelitian mengenai sistem pembayaran dan berbagai perkembangan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Stabilitas Sistem Keuangan

Topik mengenai stabilitas sistem keuangan menjadi salah satu kategori yang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan proposal.

Sektor Riil

Kajian yang menghubungkan sektor riil dengan isu ekonomi dan kebanksentralan juga tercantum dalam cakupan penelitian.

Ekonomi dan Keuangan Hijau

Penelitian mengenai ekonomi hijau dan keuangan hijau menjadi salah satu bidang yang dapat diajukan.

Ekonomi dan Keuangan Syariah

Mahasiswa dengan fokus penelitian ekonomi atau keuangan syariah juga dapat menyesuaikan proposal dengan ruang lingkup program.

Sosial

Kategori sosial mencakup bidang seperti politik, hukum, dan kelembagaan, sepanjang memiliki keterkaitan dengan ruang lingkup kebanksentralan serta pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Selain memenuhi kriteria umum, peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung sebelum melakukan submit proposal.

Dokumen yang tercantum dalam flyer antara lain:

  1. Surat rekomendasi (Lampiran-01) yang menyatakan mahasiswa tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan penelitian lain dan ditandatangani Kaprodi atau pejabat fakultas.
  2. Lembar persetujuan (Lampiran-02) yang menyatakan mahasiswa belum melaksanakan seminar hasil atau sidang, ditandatangani dosen pembimbing dan Kaprodi.
  3. Lembar pengesahan proposal dari dosen pembimbing.
  4. Legalisasi transkrip IPK dengan IPK minimal 3,25 dari skala 4,00.
  5. Curriculum Vitae (CV) ATS.
  6. Scan atau fotokopi KTP.
  7. Scan atau fotokopi halaman depan buku rekening mahasiswa yang memuat nomor rekening.
  8. Scan atau fotokopi NPWP, jika ada.
  9. Proposal tugas akhir.

Calon peserta sebaiknya mempersiapkan dokumen tersebut lebih awal. Kelengkapan administrasi penting agar proses pengajuan tidak terkendala karena dokumen yang belum tersedia atau belum ditandatangani pihak terkait.

Ketentuan Proposal Penelitian

Proposal yang diajukan sekurang-kurangnya memuat Bab 1 sampai Bab 3.

Berdasarkan informasi program, proposal terdiri atas bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, serta lampiran jika ada.

Karena proposal akan melalui proses seleksi substansi, mahasiswa perlu memastikan bahwa penelitian yang ditawarkan tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mempunyai relevansi yang jelas dengan tema kebanksentralan.

Hubungan antara permasalahan penelitian, tujuan penelitian, metode yang digunakan, serta hasil yang ingin dicapai perlu disusun secara logis dan akademis.

Jadwal Pendaftaran Bantuan Penelitian Bank Indonesia 2026

Pendaftaran Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan pada informasi flyer berlangsung pada:

7 September 2026 – 27 September 2026

Rentang waktu tersebut perlu menjadi perhatian calon peserta. Mahasiswa disarankan tidak menunggu mendekati batas akhir pendaftaran karena terdapat sejumlah dokumen yang membutuhkan pengesahan dari dosen pembimbing, Kaprodi, atau pejabat fakultas.

Proses Seleksi Proposal

Setelah proposal diajukan, peserta harus mengikuti proses seleksi substansi. Proposal akan dinilai oleh reviewer yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.

Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada kelengkapan berkas. Kualitas substansi penelitian, kesesuaian tema, kejelasan metodologi, dan relevansi penelitian terhadap ruang lingkup kebanksentralan juga perlu diperhatikan.

Informasi 

Pendaftaran Bantuan Penelitian Kebanksentralan

Panduan Teknis Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan

Kesimpulan

Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia 2026 menjadi salah satu peluang pendanaan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun tugas akhir dengan tema yang relevan dengan kebanksentralan.

Berdasarkan informasi pada flyer, bantuan yang tersedia sebesar Rp10 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp20 juta untuk S3, dengan pemotongan pajak sesuai ketentuan. Pendaftar juga harus memenuhi persyaratan seperti IPK minimal 3,25, berstatus mahasiswa aktif, tidak sedang menerima bantuan lain, serta mengajukan proposal dengan topik yang sesuai.

Pendaftaran tercantum berlangsung 7–27 September 2026. Bagi mahasiswa yang berminat, persiapan sejak awal menjadi langkah penting, terutama dalam memastikan kesesuaian topik penelitian, kelengkapan dokumen, dan kualitas proposal sebelum melakukan submit.

Topik Terkait

Trending Hari Ini