Ruteng, Kampus Times - Gedung kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan fisik cukup parah akibat guncangan gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada Senin (17/8/2026). Kerusakan infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan civitas akademika memaksa pihak rektorat mengambil tindakan cepat dengan meliburkan seluruh aktivitas kegiatan belajar-mengajar tatap muka untuk sementara waktu. Langkah darurat ini diambil guna mengantisipasi bahaya gempa susulan serta memprioritaskan keselamatan puluhan ribu mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
Keputusan penghentian sementara kegiatan akademik ini mempertegas komitmen pihak perguruan tinggi dalam mengutamakan mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan jiwa di atas agenda operasional kampus.
Penilaian Kerusakan Fasilitas Kampus dan Langkah Mitigasi Darurat
Berdasarkan inventarisasi awal pasca-gempa, kerusakan meliputi keretakan signifikan pada dinding gedung utama, kerusakan struktur atap, hingga runtuhnya sebagian fasilitas fisik perkuliahan di beberapa blok bangunan Unika Ruteng. Jajaran pimpinan kampus bersama tim teknis dan instansi terkait langsung menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan keandalan struktur bangunan.
Beberapa poin penting dan langkah penanganan darurat yang diambil oleh Unika Santu Paulus Ruteng meliputi:
Penghentian Aktivitas Tatap Muka: Meliburkan seluruh proses perkuliahan dan kegiatan administrasi di area kampus guna menghindari risiko reruntuhan lanjutan.
Inspeksi Kelayakan Bangunan: Menggandeng tim ahli konstruksi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menilai tingkat keamanan serta kelaikan gedung-gedung yang terdampak gempa.
Opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ): Menyiapkan skema perkuliahan daring sebagai alternatif agar proses akademis mahasiswa tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Posko Siaga Bencana Kampus: Menyediakan saluran informasi resmi dan pusat koordinasi darurat bagi mahasiswa serta dosen yang membutuhkan bantuan atau informasi lanjutan.
Pihak rektorat mengimbau seluruh civitas akademika agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti arahan resmi dari kampus dan pemerintah daerah.
Kesimpulan

Bencana gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan parah pada gedung kampus Unika Santu Paulus Ruteng memicu diberlakukannya kebijakan meliburkan perkuliahan demi keselamatan bersama. Melalui koordinasi cepat bersama pihak berwenang dan inspeksi struktur secara menyeluruh, kampus berupaya memastikan penanganan infrastruktur berjalan optimal sebelum aktivitas perkuliahan aman untuk dibuka kembali.
FAQ
Apa penyebab utama gedung Kampus Unika Santu Paulus Ruteng mengalami kerusakan parah? Kerusakan fasilitas kampus disebabkan oleh guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Kapan peristiwa gempa bumi yang berdampak pada Unika Ruteng tersebut terjadi? Peristiwa bencana gempa bumi tersebut terjadi pada hari Senin, 17 Agustus 2026.
Langkah apa yang diambil pihak Rektorat Unika Ruteng pasca-kejadian gempa? Pihak rektorat meliburkan sementara seluruh kegiatan perkuliahan tatap muka dan melakukan evaluasi kelayakan struktur gedung.
Apakah ada skema pengganti untuk proses belajar-mengajar mahasiswa selama kampus diliburkan? Kampus menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh (daring) agar agenda akademik tetap dapat berjalan dengan aman.
Di mana lokasi Kampus Unika Santu Paulus yang terdampak bencana gempa tersebut? Perguruan tinggi ini berlokasi di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan regional.kompas.com dengan judul asli "Gedung Kampus Unika Ruteng Rusak Parah Akibat Gempa, Mahasiswa Diliburkan" yang dipublikasikan pada hari Senin, 17 Agustus 2026.