News

Ghaida Silmi Adilah, Mahasiswi UMPO Raih Perunggu Ju-Jitsu Internasional di Kamboja

27 Agustus 2026, 20:58 WIB / Tutut Septia Wati
Ghaida Silmi Adilah, Mahasiswi UMPO Raih Perunggu Ju-Jitsu Internasional di Kamboja

Ghaida Silmi Adilah, Mahasiswi UMPO Raih Perunggu Ju-Jitsu Internasional di Kamboja

Ponorogo, Kampus Times- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Ghaida Silmi Adilah, mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMPO, berhasil meraih juara ketiga atau medali perunggu dalam kompetisi Ju-Jitsu internasional yang berlangsung di Kamboja.

Pencapaian tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Ghaida karena untuk pertama kalinya ia mendapat kesempatan bertanding di luar negeri. Tidak hanya membawa pulang medali, keikutsertaannya juga menjadi pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan sekaligus memperluas wawasan di tengah persaingan atlet dari berbagai negara.

Bagi Ghaida, medali perunggu tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Ia merasa bangga dapat membawa nama Indonesia, Jawa Timur, sekaligus almamaternya ke arena kompetisi internasional.

“Ini pengalaman yang sangat berharga dan istimewa bagiku. Rasanya berbeda sekali bertanding di luar negeri dibandingkan di dalam negeri,” ungkap Ghaida.

Tantangan Berat di Pertandingan Perdana Internasional

Perjalanan Ghaida menuju podium tidak berlangsung mudah. Pada babak awal, ia harus menghadapi lawan yang memiliki pengalaman cukup tinggi, bahkan berusia 37 tahun dan berprofesi sebagai pelatih.

Kondisi tersebut membuat pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Pengalaman, usia, serta jam terbang lawan menjadi faktor yang harus diperhitungkan Ghaida saat berhadapan di arena.

Namun, tantangan tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Persiapan yang telah dilakukan bersama tim menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan dengan penuh keyakinan.

Pengalaman menghadapi atlet dengan latar belakang berbeda juga memberikan pelajaran baru bagi Ghaida. Ia dapat melihat secara langsung bagaimana atlet dari negara lain bertanding, sekaligus merasakan perbedaan kekuatan dan gaya permainan yang mereka miliki.

“Kita bisa bertemu atlet dari negara lain dan tahu gimana cara mereka bermain dan seberapa berat power mereka,” katanya.

Kekompakan Tim Jadi Kekuatan Penting

Selain persiapan individu, Ghaida menilai keberhasilan dalam kompetisi internasional tidak terlepas dari dukungan tim. Selama berada di Kamboja, kekompakan menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya.

Menurut Ghaida, suasana kebersamaan tersebut terasa terutama ketika ada anggota tim yang mengalami cedera atau membutuhkan bantuan selama pertandingan maupun di luar arena.

“Yang mengesankan sih kekompakan tim. Kalau ada salah satu dari kita yang cedera atau butuh hal lain selama pertandingan maupun selama kita di sana, tim sangat solid,” ujarnya.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa olahraga kompetitif bukan hanya tentang kemampuan individu. Dalam kompetisi internasional, kesiapan mental, komunikasi, solidaritas, serta dukungan antarpemain juga menjadi bagian penting yang dapat membantu atlet menghadapi tekanan pertandingan.

Bagi mahasiswa yang aktif di bidang olahraga, pengalaman Ghaida juga memperlihatkan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan. Aktivitas sebagai mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kemampuan, sementara olahraga membuka kesempatan untuk membangun kedisiplinan, mental kompetitif, dan jejaring yang lebih luas.

Ghaida Ajak Mahasiswa Berani Mengejar Passion

Prestasi di Kamboja juga menjadi momentum bagi Ghaida untuk menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar kampus atau tempat seseorang menempuh pendidikan.

Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang selama memiliki kemauan untuk terus belajar dan berusaha. Passion juga dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong seseorang tetap konsisten menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau mau terus maju ya lakukan hal yang memang sesuai passion dan keinginan kalian,” pesan Ghaida.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti mencoba. Sebaliknya, kegagalan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki kemampuan pada kesempatan berikutnya.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang sedang membangun prestasi. Perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu berlangsung mulus. Ada kompetisi yang harus dimenangkan, ada pengalaman yang harus dikumpulkan, dan ada kegagalan yang perlu dijadikan pembelajaran.

Prestasi Mahasiswa sebagai Inspirasi bagi UMPO

Keberhasilan Ghaida Silmi Adilah di ajang Ju-Jitsu internasional menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki ruang luas untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kegigihan, persiapan, pengalaman, dan dukungan tim dapat berkontribusi terhadap pencapaian di tingkat internasional.

Bagi UMPO, capaian mahasiswa dalam berbagai bidang menjadi bagian penting dalam membangun budaya prestasi di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk berkembang melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan minat melalui berbagai aktivitas.

Pengalaman Ghaida di Kamboja juga memberikan pelajaran bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka pengalaman baru. Bertanding di luar negeri membuatnya berhadapan dengan atlet dari berbagai negara sekaligus memperoleh pengalaman yang tidak selalu didapatkan dalam kompetisi domestik.

Dari Medali Perunggu Menuju Prestasi Berikutnya

Medali perunggu yang diraih Ghaida dapat menjadi pijakan untuk perjalanan prestasi berikutnya. Pengalaman menghadapi lawan tangguh, memahami karakter pertandingan internasional, serta merasakan kekuatan solidaritas tim menjadi modal berharga untuk meningkatkan kemampuan.

Lebih jauh, kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengejar bidang yang mereka minati. Baik melalui olahraga, seni, organisasi, penelitian, maupun bidang lainnya, setiap mahasiswa memiliki peluang untuk membawa nama baik almamater selama berani berproses dan konsisten mengembangkan kemampuan.

Kesimpulan

Prestasi Ghaida Silmi Adilah dalam kompetisi Ju-Jitsu internasional di Kamboja menjadi pencapaian membanggakan bagi dirinya, keluarga, Jawa Timur, Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Medali perunggu tersebut diraih melalui keberanian menghadapi lawan berpengalaman, persiapan yang matang, serta dukungan dan kekompakan tim.

Lebih dari sekadar medali, pengalaman Ghaida menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi dapat datang ketika mahasiswa berani keluar dari zona nyaman. Pesannya sederhana tetapi penting: kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik.

FAQ

  1. Siapa Ghaida Silmi Adilah? Ghaida Silmi Adilah adalah mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
  2. Prestasi apa yang diraih Ghaida di Kamboja? Ghaida meraih juara ketiga atau medali perunggu dalam kompetisi Ju-Jitsu internasional di Kamboja.
  3. Apakah kompetisi di Kamboja merupakan pengalaman internasional pertama Ghaida? Ya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama Ghaida bertanding di luar negeri.
  4. Apa tantangan yang dihadapi Ghaida dalam pertandingan? Salah satu tantangannya adalah menghadapi lawan berusia 37 tahun yang juga seorang pelatih dan memiliki pengalaman bertanding tinggi.
  5. Apa pesan Ghaida kepada mahasiswa? Ghaida mengajak mahasiswa untuk mengikuti passion, terus berusaha, tidak takut gagal, dan menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk berkembang.

Topik Terkait

Trending Hari Ini