Kampus Times- Data pendidikan tinggi 2025 menunjukkan bahwa perempuan memiliki porsi lebih besar dalam kelompok mahasiswa baru Indonesia. Berdasarkan Tabel 4.11 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, terdapat 1.835.687 mahasiswa baru yang tercatat pada perguruan tinggi negeri dan swasta dalam lingkup Kemdiktisaintek.
Dari jumlah tersebut, mahasiswa baru perempuan mencapai 1.072.753 orang. Sementara itu, mahasiswa baru laki-laki berjumlah 762.934 orang. Artinya, jumlah mahasiswa baru perempuan lebih tinggi 309.819 orang dibandingkan laki-laki.
Data ini menarik karena memperlihatkan komposisi gender mahasiswa baru pada berbagai jenjang pendidikan tinggi sekaligus menunjukkan bahwa perempuan menjadi kelompok mayoritas secara nasional.
Perempuan Mendominasi Komposisi Mahasiswa Baru

Jika dibandingkan berdasarkan jenis kelamin, mahasiswa baru perempuan menyumbang sekitar 58,4 persen dari total mahasiswa baru. Sementara laki-laki berada di kisaran 41,6 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi cukup kuat pada kelompok mahasiswa yang baru memasuki perguruan tinggi pada 2025. Namun, angka nasional tersebut tidak berarti pola yang sama terjadi secara mutlak di setiap provinsi.
Sebagian besar provinsi memang mencatat jumlah mahasiswa baru perempuan lebih tinggi. DKI Jakarta, misalnya, memiliki 92.735 mahasiswa baru perempuan dibandingkan 82.544 laki-laki. Jawa Barat mencatat 108.828 perempuan dan 88.728 laki-laki.
Jawa Timur juga memperlihatkan pola serupa. Provinsi tersebut memiliki 126.595 mahasiswa baru perempuan dan 90.050 laki-laki.
Banten Catat Jumlah Mahasiswa Baru Tertinggi
Dari seluruh provinsi dalam tabel, Banten menjadi wilayah dengan jumlah mahasiswa baru paling besar. Totalnya mencapai 321.326 orang, terdiri atas 128.446 laki-laki dan 192.880 perempuan.
Besarnya jumlah mahasiswa baru Banten terutama terlihat pada program sarjana. Pada jenjang ini, Banten mencatat 308.655 mahasiswa baru, jauh lebih besar dibandingkan total mahasiswa baru pada jenjang diploma yang mencapai 4.878 orang dan magister sebanyak 4.847 orang.
Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan total 216.645 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 90.050 laki-laki dan 126.595 perempuan.
Jawa Barat mencatat 197.556 mahasiswa baru, sedangkan DKI Jakarta memiliki 175.279 mahasiswa baru. Jawa Tengah menyusul dengan 151.063 mahasiswa baru.
Data tersebut memperlihatkan konsentrasi jumlah mahasiswa baru yang cukup besar pada sejumlah provinsi dengan basis pendidikan tinggi yang besar. Namun, tabel ini sendiri tidak menjelaskan faktor penyebab perbedaan jumlah antardaerah, sehingga angka tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan kualitas atau daya tarik pendidikan tinggi suatu provinsi.
Program Sarjana Menjadi Pilihan Terbesar
Dilihat berdasarkan jenjang program, sarjana menjadi kelompok paling dominan. Secara nasional, jumlah mahasiswa baru program sarjana mencapai 1.389.233 orang, terdiri atas 580.459 laki-laki dan 808.774 perempuan.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan program diploma yang mencatat 183.883 mahasiswa baru. Pada jenjang diploma, terdapat 82.358 laki-laki dan 101.525 perempuan.
Program magister mencatat 116.721 mahasiswa baru, dengan 58.103 laki-laki dan 58.618 perempuan. Sementara itu, program doktoral berjumlah 15.466 mahasiswa baru, terdiri atas 8.961 laki-laki dan 6.505 perempuan.
Untuk program profesi, jumlah mahasiswa baru mencapai 124.300 orang, dengan 30.343 laki-laki dan 93.957 perempuan. Adapun program spesialis mencatat 6.084 mahasiswa baru, terdiri atas 2.710 laki-laki dan 3.374 perempuan.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa dominasi perempuan secara nasional tidak hanya muncul pada jenjang sarjana. Pada program diploma, magister, profesi, dan spesialis, jumlah perempuan juga lebih tinggi. Pola berbeda terlihat pada program doktoral yang mencatat laki-laki lebih banyak daripada perempuan.
Papua Menjadi Pengecualian dalam Komposisi Provinsi

Perbedaan komposisi gender juga terlihat ketika data diperiksa berdasarkan provinsi. Hampir seluruh provinsi mencatat jumlah mahasiswa baru perempuan lebih tinggi daripada laki-laki.
Papua menjadi pengecualian. Provinsi tersebut mencatat 7.943 mahasiswa baru laki-laki dan 7.646 perempuan. Selisihnya relatif kecil, yakni 297 orang.
Kondisi tersebut penting dicatat agar data nasional tidak dibaca secara terlalu sederhana. Dominasi perempuan secara nasional merupakan gambaran agregat, sedangkan karakteristik setiap provinsi dapat berbeda.
Bagi pendidikan tinggi Indonesia, data ini memberikan gambaran mengenai siapa yang memasuki perguruan tinggi pada 2025. Komposisi berdasarkan gender dapat menjadi salah satu informasi penting dalam membaca perkembangan akses pendidikan tinggi, perencanaan layanan akademik, hingga kebijakan yang berkaitan dengan pengalaman mahasiswa.
Namun, Tabel 4.11 hanya menunjukkan jumlah mahasiswa baru menurut program, jenis kelamin, dan provinsi. Data tersebut belum menjelaskan faktor sosial, ekonomi, demografis, maupun alasan yang menyebabkan perbedaan partisipasi antarkelompok.
Kesimpulan
Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 1.835.687 mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri dan swasta dalam lingkup Kemdiktisaintek. Perempuan menjadi mayoritas dengan 1.072.753 mahasiswa, sedangkan laki-laki berjumlah 762.934 orang.
Program sarjana menjadi penyumbang terbesar dengan 1.389.233 mahasiswa baru. Dari sisi wilayah, Banten mencatat jumlah tertinggi, yakni 321.326 mahasiswa baru. Data ini menunjukkan kuatnya kehadiran perempuan dalam kelompok mahasiswa baru 2025, meskipun pola gender tetap memiliki perbedaan pada jenjang program dan masing-masing provinsi.
FAQ
-
Berapa jumlah mahasiswa baru Indonesia pada 2025?
Jumlah mahasiswa baru yang tercatat mencapai 1.835.687 orang pada perguruan tinggi negeri dan swasta dalam lingkup Kemdiktisaintek. -
Berapa jumlah mahasiswa baru perempuan pada 2025?
Mahasiswa baru perempuan berjumlah 1.072.753 orang, sedangkan mahasiswa baru laki-laki sebanyak 762.934 orang. -
Jenjang pendidikan apa yang memiliki mahasiswa baru terbanyak?
Program sarjana menjadi jenjang dengan jumlah mahasiswa baru terbesar, yaitu 1.389.233 orang. -
Provinsi mana yang memiliki mahasiswa baru terbanyak?
Banten mencatat jumlah mahasiswa baru tertinggi, yaitu 321.326 orang. -
Apakah jumlah mahasiswa baru perempuan lebih banyak di semua provinsi?
Tidak. Mayoritas provinsi mencatat perempuan lebih banyak, tetapi Papua menjadi pengecualian dalam tabel dengan 7.943 mahasiswa baru laki-laki dan 7.646 perempuan.
Sumber Data
Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, Tabel 4.11 “Jumlah Mahasiswa Baru Menurut Program dan Jenis Kelamin Tiap Provinsi”, PDDikti/Kemdiktisaintek.
Cakupan data: Kemdiktisaintek; status perguruan tinggi negeri + swasta; tahun 2025.