Profil & Institusi

Kemenag Catat 1.318 Perguruan Tinggi pada 2025, Sekolah Tinggi Mendominasi

16 Agustus 2026, 20:16 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Peta pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya menunjukkan berapa banyak kampus yang tersedia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan tinggi tersebar dan terbentuk di setiap wilayah. Data terbaru dalam Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 menunjukkan bahwa perguruan tinggi dalam lingkup Kementerian Agama memiliki karakteristik sebaran yang cukup khas.

Berdasarkan Tabel 2.5, tercatat 1.318 perguruan tinggi berstatus negeri dan swasta dalam lingkup Kementerian Agama atau Ministry of Religious Affairs (MoRA) pada 2025. Jumlah tersebut tersebar dalam beberapa bentuk pendidikan, mulai dari universitas, institut, sekolah tinggi, hingga akademi.

Angka tersebut penting karena menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan tinggi keagamaan memiliki jaringan institusi yang luas di berbagai provinsi. Namun, persebarannya tidak merata jika dilihat berdasarkan bentuk pendidikan maupun wilayah.

Sekolah Tinggi Menjadi Bentuk Pendidikan yang Paling Dominan

Sekolah Tinggi Menjadi Bentuk Pendidikan yang Paling Dominan

Data paling menonjol dari tabel tersebut adalah dominasi sekolah tinggi. Dari total 1.318 perguruan tinggi, sebanyak 1.059 merupakan sekolah tinggi.

Proporsinya mencapai sekitar 80,3% dari seluruh perguruan tinggi yang tercatat dalam tabel. Artinya, sekitar delapan dari setiap sepuluh institusi pendidikan tinggi dalam lingkup Kemenag pada 2025 berbentuk sekolah tinggi.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan bentuk pendidikan lainnya. Institut tercatat sebanyak 177 institusi, sedangkan universitas berjumlah 80. Akademi hanya tercatat dua institusi. Sementara itu, kolom akademi komunitas dan politeknik ditandai dengan tanda “-” pada tabel.

Komposisi ini memperlihatkan bahwa sekolah tinggi menjadi struktur utama dalam jaringan perguruan tinggi di bawah lingkup Kemenag. Data tersebut juga menunjukkan bahwa pembaca tidak bisa melihat jumlah perguruan tinggi hanya berdasarkan istilah “universitas”. Sebagian besar institusi dalam statistik ini justru hadir dalam bentuk sekolah tinggi.

Jawa Timur dan Jawa Barat Memimpin Sebaran Kampus

Jika dilihat berdasarkan provinsi, Jawa Timur berada di posisi teratas dengan 216 perguruan tinggi. Jawa Barat menyusul sangat dekat dengan 212 institusi.

Kedua provinsi tersebut secara bersama-sama memiliki 428 perguruan tinggi atau sekitar 32,5% dari total 1.318 institusi yang tercatat secara nasional dalam lingkup Kemenag. Selisih keduanya hanya empat institusi, sehingga posisi Jawa Timur dan Jawa Barat terlihat cukup berdekatan.

Sumatera Utara berada di urutan berikutnya dengan 97 perguruan tinggi. DKI Jakarta dan Jawa Tengah masing-masing mencatat 90 institusi.

Data tersebut memperlihatkan adanya konsentrasi perguruan tinggi pada sejumlah wilayah dengan jumlah institusi yang relatif tinggi. Jawa Timur dan Jawa Barat menjadi dua provinsi yang paling menonjol, sedangkan provinsi lain memiliki jumlah yang lebih rendah.

Perbedaan tersebut perlu dibaca sebagai gambaran sebaran institusi, bukan otomatis sebagai ukuran kualitas pendidikan tinggi di setiap daerah. Jumlah kampus tidak dengan sendirinya menunjukkan mutu akademik, kapasitas riset, akreditasi, ataupun kualitas lulusan.

Sebaran Nasional Menunjukkan Karakter yang Beragam

Di luar lima provinsi dengan jumlah tertinggi, angka dalam tabel menunjukkan variasi yang cukup lebar. Aceh tercatat memiliki 44 perguruan tinggi, Lampung 42, Sulawesi Utara 39, Nusa Tenggara Barat 34, dan Sumatera Selatan 33.

Pada sisi lain, terdapat provinsi dengan jumlah institusi yang jauh lebih sedikit. Bangka Belitung tercatat hanya memiliki tiga perguruan tinggi, Kalimantan Utara lima, Gorontalo satu, Maluku Utara tujuh, serta Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara masing-masing sembilan.

Variasi tersebut menggambarkan bahwa akses kelembagaan pendidikan tinggi dalam lingkup Kemenag memiliki kepadatan yang berbeda antarwilayah. Bagi calon mahasiswa, data semacam ini dapat menjadi informasi awal untuk memahami lanskap pilihan pendidikan tinggi di daerah masing-masing.

Namun, jumlah institusi tetap perlu dibaca bersama indikator lain. Ketersediaan program studi, daya tampung, akreditasi, tenaga pendidik, fasilitas, biaya pendidikan, dan lokasi menjadi faktor yang juga menentukan akses dan pilihan mahasiswa.

Mengapa Data Ini Penting bagi Pendidikan Tinggi?

Mengapa Data Ini Penting bagi Pendidikan Tinggi?

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Statistik perguruan tinggi tidak sekadar menjadi angka administratif. Data tersebut dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan melihat struktur pendidikan tinggi secara lebih konkret, termasuk wilayah mana yang memiliki jaringan institusi relatif besar dan wilayah mana yang masih memiliki jumlah institusi terbatas.

Bagi masyarakat, data 2025 juga memberikan gambaran bahwa bentuk perguruan tinggi sangat beragam. Dominasi sekolah tinggi menjadi salah satu karakter paling kuat dari statistik perguruan tinggi dalam lingkup Kemenag tahun tersebut.

Bagi calon mahasiswa, angka ini dapat menjadi titik awal untuk melakukan riset kampus secara lebih kritis. Jumlah institusi di suatu provinsi tidak cukup untuk menentukan pilihan, tetapi dapat membantu memahami seberapa luas ekosistem pendidikan tinggi yang tersedia di wilayah tersebut.

Perlu dicatat, tabel yang menjadi dasar artikel ini secara eksplisit mencantumkan lingkup atau scope Kemenag/MoRA dengan status negeri dan swasta. Karena itu, angka 1.318 bukan angka seluruh perguruan tinggi Indonesia dari semua kementerian atau penyelenggara, melainkan jumlah perguruan tinggi dalam cakupan tabel tersebut.

Kesimpulan

Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 1.318 perguruan tinggi dalam lingkup Kemenag/MoRA berstatus negeri dan swasta. Sekolah tinggi mendominasi dengan 1.059 institusi atau sekitar 80,3% dari total, sementara Jawa Timur dan Jawa Barat menjadi dua provinsi dengan jumlah perguruan tinggi terbanyak, masing-masing 216 dan 212.

Data ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan tinggi Kemenag memiliki pola kelembagaan dan persebaran wilayah yang khas. Bagi pemerintah, data tersebut penting untuk membaca pemerataan institusi, sedangkan bagi calon mahasiswa, statistik ini dapat menjadi pijakan awal sebelum menilai kampus berdasarkan kualitas dan program studi yang ditawarkan.

FAQ

  1. Berapa jumlah perguruan tinggi dalam lingkup Kemenag pada 2025?
    Terdapat 1.318 perguruan tinggi berstatus negeri dan swasta dalam lingkup Kemenag/MoRA berdasarkan Tabel 2.5.
  2. Bentuk perguruan tinggi apa yang paling banyak?
    Sekolah tinggi menjadi bentuk pendidikan yang paling dominan dengan 1.059 institusi.
  3. Provinsi mana yang memiliki perguruan tinggi terbanyak?
    Jawa Timur berada di posisi pertama dengan 216 perguruan tinggi, disusul Jawa Barat dengan 212.
  4. Berapa jumlah universitas dalam data tersebut?
    Tabel mencatat 80 universitas dalam lingkup Kemenag/MoRA pada 2025.
  5. Apakah angka 1.318 merupakan seluruh perguruan tinggi di Indonesia?
    Tidak. Angka tersebut khusus untuk cakupan Kemenag/MoRA sebagaimana tercantum pada Tabel 2.5, dengan status negeri dan swasta. Angka tersebut tidak otomatis mewakili seluruh perguruan tinggi Indonesia dari semua kementerian atau penyelenggara.

Sumber Data

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek, Tabel 2.5 “Jumlah Lembaga Perguruan Tinggi (PT) Menurut Bentuk Pendidikan Tiap Provinsi”, dengan lingkup Kemenag/MoRA, status negeri+swasta, tahun 2025. Data pada artikel disusun berdasarkan tabel yang ditampilkan pada dokumen sumber yang diberikan.

Topik Terkait

Trending Hari Ini