PALEMBANG, Kampus Times - Sebanyak 450 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengikuti pembekalan literasi kebangsaan sebagai langkah strategis membendung potensi penyebaran paham radikalisme di era digital pada akhir Agustus 2026. Kegiatan edukasi publik ini diinisiasi oleh kepolisian daerah setempat bekerja sama dengan pihak rektorat guna memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, serta keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam menyaring informasi fitnah dan propaganda ekstremisme di media sosial.
Langkah preventif ini menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menjaga kondusivitas ruang digital dari paparan ideologi intoleran.
Urgensi Literasi Kebangsaan dan Ketahanan Digital Mahasiswa
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, platform digital kerap dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk merangkul dan merekrut generasi muda melalui konten manipulatif. Pembekalan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan kontemporer tersebut, dengan menghadirkan narasumber dari kepolisian dan praktisi media.
Beberapa poin penting dan fokus materi yang disampaikan dalam pembekalan ini meliputi:
Deteksi Dini Content Radikal: Mahasiswa diajarkan cara mengenali narasi provokatif, provokasi adu domba, serta taktik manipulasi informasi yang biasa diproduksi oleh kelompok ekstremis di platform digital.
Penguatan Moderasi Beragama: Penekanan pada pentingnya mengedepankan nilai-nilai toleransi, kesantunan bertutur kata, serta moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Etika dan Tanggung Jawab Digital: Peserta dibekali pemahaman mengenai undang-undang informasi dan transaksi elektronik serta etika bermedia sosial agar tidak mudah terjerat tindak pidana penyebaran kabar bohong (hoax).
Komitmen Sinergi Kampus dan Kepolisian: Pihak kampus UIN Raden Fatah menyambut baik kemitraan preventif ini untuk memastikan lingkungan akademik tetap aman dari pengaruh ideologi yang merusak persatuan bangsa.
Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi peer educator atau pendidik sebaya yang menyebarkan narasi positif dan menyejukkan di ruang-ruang publik digital.
Kesimpulan

Pembekalan literasi kebangsaan bagi 450 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang menjadi langkah krusial dalam membangun ketahanan digital generasi muda dari bahaya radikalisme. Sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan tinggi ini memperkuat pemahaman moderasi beragama sekaligus membentengi mahasiswa agar bijak berinternet demi keutuhan NKRI.
FAQ
Siapa peserta utama dalam agenda pembekalan literasi kebangsaan ini? Sebanyak 450 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.
Apa tujuan utama diselenggarakannya pembekalan tersebut? Untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman literasi kebangsaan dan ketahanan digital guna mencegah penyebaran paham radikalisme.
Pihak mana saja yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini? Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) bekerja sama dengan rektorat UIN Raden Fatah Palembang.
Apa materi kunci yang disampaikan kepada para mahasiswa? Deteksi dini narasi radikal di media sosial, penguatan nilai Pancasila, moderasi beragama, serta etika bermedia sosial.
Mengapa era digital menjadi fokus utama pencegahan radikalisme saat ini? Karena media sosial dan platform digital sering dijadikan sarana utama penyebaran propaganda, hoaks, dan rekrutmen oleh kelompok ekstremis.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan resmi dengan judul asli "Cegah Radikalisme di Era Digital, 450 Mahasiswa UIN Raden Fatah Dibekali Literasi Kebangsaan" yang dipublikasikan pada portal resmi Tribratanews Polda Sumsel.