Purwokerto, Kampus Times- Mahasiswa yang memiliki hasil penelitian, gagasan kebijakan, atau kajian akademik kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan karyanya melalui Student Competition dalam IAPA Annual Conference 2026 & ICPSh FISIP UNSOED.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) bekerja sama dengan FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, memperkuat kemampuan akademik, sekaligus melihat persoalan publik dari perspektif yang lebih luas.
Mengusung tema “Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Age of Digital Transformation”, kompetisi mengajak mahasiswa membaca berbagai perubahan dalam pemerintahan, masyarakat, serta konektivitas global di tengah percepatan transformasi digital.
Dua Kategori Kompetisi untuk Mahasiswa
Student Competition IAPA Annual Conference 2026 menyediakan dua kategori utama yang dapat dipilih peserta sesuai karakter karya yang dimiliki.
1. Student Research Paper Competition
Kategori ini ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki karya penelitian dengan pendekatan akademik. Karya diharapkan dikembangkan berdasarkan data, teori, metode, serta analisis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kategori ini, peserta perlu memiliki permasalahan penelitian yang jelas serta menggunakan kerangka konseptual atau teoretis yang relevan. Metode penelitian juga harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan.
Selain menyajikan analisis berbasis bukti, karya diharapkan memberikan kontribusi akademik dan/atau praktis. Bentuk karya yang disiapkan berupa Research Paper/Full Paper dengan panjang 5.000–8.000 kata.
Peserta yang berhasil lolos sebagai finalis juga akan mengikuti presentasi final.
2. Policy Brief Competition
Kategori kedua adalah Policy Brief Competition, yang menawarkan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan hasil kajian dengan persoalan kebijakan dan kepentingan publik.
Kompetisi ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Administrasi Publik atau Kebijakan Publik. Mahasiswa dari berbagai bidang dapat berpartisipasi selama mampu menghubungkan hasil kajiannya dengan persoalan kebijakan yang relevan.
Karya policy brief harus mengangkat persoalan nyata, berbasis data atau evidence, serta memiliki analisis terhadap akar masalah. Peserta juga perlu mengidentifikasi alternatif kebijakan dan menghasilkan rekomendasi yang feasible bagi aktor atau pemangku kepentingan terkait.
Bentuk karya yang ditentukan adalah Policy Brief sepanjang 2.000–3.000 kata. Peserta yang lolos ke tahap final juga akan mengikuti executive presentation.
Mengangkat Isu Governance hingga Transformasi Digital
Tema besar kompetisi menyoroti perubahan yang terjadi di tengah transformasi digital. Peserta dapat mengembangkan gagasan melalui sejumlah subtema yang telah disiapkan.
Subtema tersebut antara lain Digital Governance and Social Inclusion, Crisis Management and Community Resilience, Green Policy and Political Ecology, serta Localizing SDGs: Bridging Global Goals with Local Action.
Selain itu, terdapat topik Populism, Identity Politics and Democratic Governance, Global Supply Chain and Local Labor Welfare, Gender, Youth and Power Dynamics in Public Space, serta Smart City and Urban-Rural Connectivity.
Peserta juga dapat mengangkat isu Ethics, Accountability and Anti-Corruption Culture serta Mental Health and Public Well-being.
Keragaman subtema tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan perspektif masing-masing terhadap tantangan tata kelola, masyarakat, dan perubahan global.
Siapa yang Bisa Mengikuti?
Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif program Diploma atau Sarjana (S1) pada saat kompetisi berlangsung dan berasal dari perguruan tinggi.
Ketentuan tersebut membuat kompetisi dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin menguji kemampuan menulis karya ilmiah, menyusun analisis kebijakan, maupun mempresentasikan gagasan di forum akademik.
Bagi mahasiswa yang sudah memiliki hasil penelitian atau sedang mengembangkan kajian tertentu, kategori Student Research Paper dapat menjadi ruang untuk mengemas penelitian tersebut secara lebih sistematis. Sementara itu, Policy Brief Competition dapat menjadi pilihan bagi peserta yang ingin menawarkan rekomendasi kebijakan berdasarkan persoalan publik tertentu.
Ketentuan Penulisan Karya
Panitia menetapkan sejumlah ketentuan teknis penulisan. Karya dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dan menggunakan font Times New Roman ukuran 12 dengan spasi 1,15 atau 1,5.
Margin yang digunakan adalah 2,5 cm pada seluruh sisi, ukuran kertas A4, serta mengikuti APA Style 7th Edition.
File dikumpulkan dalam format PDF. Batas panjang karya adalah 5.000–8.000 kata untuk Student Research Paper dan 2.000–3.000 kata untuk Policy Brief.
Ketentuan lainnya mencakup similarity maksimal 20 persen. Jumlah kata tidak termasuk daftar pustaka dan lampiran. Peserta juga diwajibkan menggunakan sumber akademik dan/atau sumber resmi yang relevan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan
Pendaftaran sekaligus pengumpulan paper atau policy brief dibuka pada 21 Agustus hingga 26 September 2026.
Sementara itu, rangkaian kegiatan konferensi dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jenderal Soedirman (Unsoed) University, Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java.
Menariknya, pendaftaran kompetisi tercantum sebagai free registration, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengikuti kompetisi tanpa biaya pendaftaran.
Peserta juga berkesempatan memperoleh penghargaan berupa uang tunai dan sertifikat bagi pemenang yang ditetapkan panitia.
Mengapa Kompetisi Ini Layak Dipertimbangkan Mahasiswa?
Kompetisi akademik seperti ini bukan sekadar tentang memenangkan penghargaan. Proses menyusun paper atau policy brief dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan riset, mengolah data, menyusun argumentasi, serta menyampaikan rekomendasi secara sistematis.
Bagi mahasiswa yang tertarik pada isu pemerintahan, kebijakan publik, transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, masyarakat, maupun tata kelola, tema kompetisi juga cukup luas untuk dikembangkan menjadi berbagai perspektif penelitian dan kebijakan.
Karya yang disusun dengan data kuat dan argumentasi yang jelas juga dapat menjadi bagian dari portofolio akademik mahasiswa.
Cara Mengikuti Student Competition IAPA 2026
Mahasiswa yang berminat perlu memperhatikan kategori kompetisi yang sesuai, mempelajari ketentuan penulisan, kemudian menyiapkan karya sesuai format yang ditetapkan.
Pendaftaran dan pengumpulan karya dilakukan dalam periode 21 Agustus–26 September 2026. Peserta juga dapat memanfaatkan buku panduan yang disediakan panitia untuk memastikan karya telah memenuhi ketentuan sebelum dikirimkan.
Informasi lebih lanjut mengenai kompetisi dapat diperoleh melalui kontak person yang tercantum pada flyer, yakni Rizky Amalia (0812-2195-2323) dan Habil Maranda (081-334-696-073). Informasi juga tercantum melalui kanal IAPA, termasuk iapaofficial dan situs iapa.or.id.
Kesimpulan
Student Competition IAPA Annual Conference 2026 & ICPSh FISIP UNSOED menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk membawa hasil penelitian maupun gagasan kebijakan ke ruang kompetisi akademik.
Dengan dua kategori, yaitu Student Research Paper Competition dan Policy Brief Competition, peserta dapat memilih format yang paling sesuai dengan karya dan kompetensinya. Tema transformasi digital, governance, society, hingga global connectivity juga memberikan ruang yang luas untuk membahas persoalan aktual secara akademik dan berbasis bukti.
Bagi mahasiswa yang telah memiliki penelitian atau gagasan kebijakan, periode 21 Agustus–26 September 2026 menjadi momentum penting untuk menyiapkan karya terbaik sebelum mengikuti rangkaian kegiatan pada 21–23 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.