Profil & Institusi

250.413 Mahasiswa Baru Masuk Perguruan Tinggi Kemenag pada 2025, Jawa Timur Tertinggi

29 Agustus 2026, 14:58 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Sebanyak 250.413 mahasiswa baru tercatat memasuki perguruan tinggi dalam lingkup Kementerian Agama (Kemenag/MoRA) sepanjang 2025. Angka tersebut tercantum dalam Tabel 4.5 Jumlah Mahasiswa Baru Menurut Bentuk Pendidikan Tiap Provinsi pada Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025.

Data ini mencakup perguruan tinggi berstatus negeri dan swasta. Jika dilihat berdasarkan wilayah, persebaran mahasiswa baru tidak merata. Pulau Jawa menjadi kawasan dengan konsentrasi terbesar, sementara sejumlah provinsi di luar Jawa juga menunjukkan jumlah mahasiswa baru yang cukup signifikan.

Jawa Timur Menjadi Provinsi dengan Mahasiswa Baru Terbanyak

Jawa Timur Menjadi Provinsi dengan Mahasiswa Baru Terbanyak

Jawa Timur menempati posisi teratas dengan 46.446 mahasiswa baru pada 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 27.637 mahasiswa baru di universitas, 6.884 di institut, dan 11.925 di sekolah tinggi.

Dengan total 46.446 mahasiswa baru, Jawa Timur menyumbang sekitar 18,5% dari keseluruhan 250.413 mahasiswa baru dalam cakupan data tersebut.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 31.584 mahasiswa baru. Di provinsi ini, 13.913 mahasiswa baru berada di universitas, 4.060 di institut, dan 13.611 di sekolah tinggi.

Jawa Tengah berada di posisi ketiga dengan 24.317 mahasiswa baru, yang terdiri atas 17.377 mahasiswa universitas, 2.893 mahasiswa institut, dan 4.047 mahasiswa sekolah tinggi.

Di bawah tiga provinsi tersebut terdapat Banten dengan 15.930 mahasiswa baru, Sumatera Utara sebanyak 13.945, dan Sulawesi Selatan sebanyak 13.135 mahasiswa baru.

Jika keenam provinsi tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 145.357 mahasiswa baru, atau sekitar 58% dari total nasional. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa baru perguruan tinggi dalam cakupan Kemenag pada 2025 terkonsentrasi di sejumlah provinsi utama.

Universitas Menjadi Bentuk Pendidikan Paling Banyak Menampung Mahasiswa Baru

Dilihat dari bentuk pendidikannya, universitas menjadi pilihan dengan jumlah mahasiswa baru terbesar dalam data 2025.

Secara nasional, universitas mencatat 140.894 mahasiswa baru. Angka ini setara sekitar 56,3% dari total mahasiswa baru yang tercatat.

Sekolah tinggi berada di posisi kedua dengan 66.887 mahasiswa baru, atau sekitar 26,7%. Sementara itu, institut mencatat 42.543 mahasiswa baru, setara sekitar 17%.

Adapun akademi hanya mencatat 89 mahasiswa baru. Dalam tabel tersebut, kategori akademi komunitas dan politeknik ditampilkan dengan tanda “-” pada total nasional.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa universitas memiliki porsi paling besar dalam struktur penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi lingkup Kemenag pada 2025. Namun, keberadaan sekolah tinggi dan institut juga tetap menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi keagamaan di berbagai daerah.

Konsentrasi Mahasiswa Baru Tidak Hanya Terjadi di Pulau Jawa

Meski provinsi-provinsi di Pulau Jawa mendominasi jumlah mahasiswa baru, data juga menunjukkan adanya pusat pendidikan tinggi di luar Jawa.

Sumatera Utara, misalnya, mencatat 13.945 mahasiswa baru, sedangkan Sulawesi Selatan mencapai 13.135 mahasiswa baru. Lampung juga mencatat 10.335 mahasiswa baru.

Di kawasan Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Barat mencatat 8.558 mahasiswa baru, sementara Nusa Tenggara Timur memiliki 2.400 mahasiswa baru.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan tinggi dalam lingkup Kemenag memiliki sebaran yang cukup luas secara geografis. Meski jumlah mahasiswa baru sangat besar di sejumlah provinsi, setiap wilayah memiliki kontribusi berbeda terhadap total nasional.

Apa Makna Data Ini bagi Pendidikan Tinggi Indonesia?

Apa Makna Data Ini bagi Pendidikan Tinggi Indonesia?

Angka 250.413 mahasiswa baru bukan sekadar statistik penerimaan mahasiswa. Data tersebut dapat menjadi gambaran mengenai skala pendidikan tinggi yang berada dalam lingkup Kemenag pada 2025.

Perbedaan jumlah antarprovinsi juga menunjukkan adanya konsentrasi mahasiswa baru pada wilayah tertentu. Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah saja mencatat total 102.347 mahasiswa baru, atau sekitar 40,9% dari keseluruhan data.

Bagi pengelola perguruan tinggi, informasi seperti ini penting untuk membaca peta kebutuhan pendidikan tinggi berdasarkan wilayah. Jumlah mahasiswa baru dapat berkaitan dengan kebutuhan kapasitas pembelajaran, tenaga pendidik, fasilitas kampus, hingga layanan kemahasiswaan.

Namun, angka tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kualitas atau daya saing perguruan tinggi suatu daerah. Jumlah mahasiswa baru hanya menggambarkan besaran mahasiswa baru dalam cakupan dan periode yang ditetapkan pada tabel.

Karena itu, data ini lebih tepat dibaca sebagai potret persebaran mahasiswa baru berdasarkan provinsi dan bentuk pendidikan, bukan sebagai pemeringkatan kualitas perguruan tinggi.

Kesimpulan

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 mencatat 250.413 mahasiswa baru pada perguruan tinggi lingkup Kemenag/MoRA dengan status negeri dan swasta. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah terbesar, mencapai 46.446 mahasiswa baru, sementara universitas menjadi bentuk pendidikan dengan jumlah mahasiswa baru paling tinggi, yakni 140.894 orang.

Data ini memperlihatkan bahwa konsentrasi mahasiswa baru masih kuat di sejumlah provinsi utama, terutama di Pulau Jawa, sekaligus menunjukkan keberadaan pusat pendidikan tinggi yang signifikan di beberapa wilayah luar Jawa.

FAQ

  1. Pertanyaan pertama: Berapa jumlah mahasiswa baru perguruan tinggi Kemenag pada 2025?
    Jawaban: Terdapat 250.413 mahasiswa baru berdasarkan Tabel 4.5 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025.
  2. Pertanyaan kedua: Provinsi mana yang memiliki mahasiswa baru terbanyak?
    Jawaban: Jawa Timur, dengan jumlah 46.446 mahasiswa baru.
  3. Pertanyaan ketiga: Bentuk pendidikan apa yang memiliki mahasiswa baru terbanyak?
    Jawaban: Universitas, dengan 140.894 mahasiswa baru.
  4. Pertanyaan keempat: Berapa jumlah mahasiswa baru di Jawa Barat?
    Jawaban: Jawa Barat mencatat 31.584 mahasiswa baru pada 2025.
  5. Pertanyaan kelima: Apakah data ini hanya mencakup perguruan tinggi negeri?
    Jawaban: Tidak. Tabel tersebut menggunakan status negeri + swasta (public + private) dan cakupan Kemenag/MoRA.

Sumber Data

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek, khususnya Tabel 4.5: Jumlah Mahasiswa Baru Menurut Bentuk Pendidikan Tiap Provinsi, dengan lingkup Kemenag/MoRA, status Negeri + Swasta, tahun 2025.

Topik Terkait