Kampus Times- Peta akreditasi program studi di Indonesia menunjukkan gambaran menarik tentang besarnya ekosistem pendidikan tinggi di setiap daerah. Berdasarkan Tabel 2.14 Akreditasi Program Studi Tiap Provinsi dalam Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, terdapat 31.288 program studi yang tercatat secara nasional untuk status perguruan tinggi negeri dan swasta.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa persebaran program studi tidak sama di setiap provinsi. Beberapa wilayah memiliki jumlah program studi yang jauh lebih besar, sementara provinsi lainnya masih memiliki ekosistem program studi yang relatif terbatas.
Jawa Timur Memiliki Jumlah Program Studi Terbanyak

Dari seluruh provinsi yang tercantum, Jawa Timur berada di posisi teratas dengan 4.604 program studi. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dalam tabel akreditasi program studi 2025.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 3.898 program studi, kemudian Jawa Tengah dengan 2.913 program studi. DKI Jakarta berada di urutan berikutnya dengan 2.507 program studi.
Jika dilihat dari empat wilayah tersebut, terlihat bahwa konsentrasi program studi masih sangat kuat di Pulau Jawa. Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta secara bersama-sama mencatat 13.922 program studi, atau hampir separuh dari total nasional yang tercantum dalam tabel.
Namun, angka tersebut perlu dibaca sebagai gambaran jumlah program studi dalam statistik tahun 2025, bukan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan kualitas pendidikan tinggi suatu daerah. Jumlah program studi juga berkaitan dengan skala sistem pendidikan tinggi, jumlah perguruan tinggi, serta keberagaman bidang studi yang tersedia.
Status Akreditasi Didominasi Kategori Baik
Selain memperlihatkan persebaran berdasarkan provinsi, Tabel 2.14 juga memberikan gambaran mengenai kategori akreditasi program studi.
Secara nasional, kategori Baik menjadi kelompok terbesar dengan 11.402 program studi. Berikutnya terdapat 8.804 program studi berstatus Baik Sekali dan 6.845 program studi berstatus Unggul.
Sementara itu, kategori akreditasi A tercatat 573 program studi, B sebanyak 2.795 program studi, dan C sebanyak 64 program studi. Tabel juga mencatat 805 program studi pada kategori Terakreditasi.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa data akreditasi program studi Indonesia pada 2025 tidak hanya menggambarkan keberadaan program studi, tetapi juga memperlihatkan beragam status akreditasi yang tercatat dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Bagi calon mahasiswa, data seperti ini penting karena akreditasi merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan ketika membandingkan program studi. Meski demikian, calon mahasiswa tetap perlu melihat faktor lain seperti kurikulum, reputasi akademik, fasilitas, dosen, peluang pengembangan kompetensi, serta relevansi program studi dengan rencana karier.
Ketimpangan Jumlah Program Studi Antarwilayah
Perbedaan jumlah program studi antarprovinsi juga cukup mencolok. Setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, terdapat DI Yogyakarta dengan 1.428 program studi serta Sumatera Utara dengan 1.821 program studi.
Di wilayah lain, jumlahnya lebih rendah. Kalimantan Utara tercatat memiliki 64 program studi, Bangka Belitung 108, Papua Barat 225, Maluku Utara 216, dan Gorontalo 254.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pilihan program studi secara kuantitatif belum tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Wilayah dengan jumlah program studi lebih sedikit tentu memiliki pilihan pendidikan tinggi yang lebih terbatas dibandingkan provinsi dengan ekosistem program studi yang lebih besar.
Namun, data ini tidak otomatis berarti kualitas pendidikan di provinsi dengan jumlah program studi lebih sedikit berada di bawah provinsi lain. Jumlah program studi dan kualitas akademik merupakan dua indikator yang berbeda sehingga perlu dianalisis secara terpisah.
Apa Artinya bagi Pendidikan Tinggi Indonesia?

Data akreditasi program studi 2025 memberikan satu pesan penting: pendidikan tinggi Indonesia memiliki skala yang besar, tetapi persebarannya masih beragam antarwilayah.
Dengan total 31.288 program studi, pemerintah dan perguruan tinggi memiliki tantangan untuk memastikan pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan mutu. Banyaknya program studi tidak dengan sendirinya menjamin kualitas pendidikan apabila tidak diikuti penguatan tata kelola, sumber daya manusia, fasilitas, kurikulum, dan relevansi pembelajaran.
Bagi masyarakat, statistik ini juga bisa menjadi titik awal untuk membaca pendidikan tinggi secara lebih kritis. Alih-alih hanya bertanya kampus mana yang memiliki program studi paling banyak, calon mahasiswa dapat melihat bagaimana status akreditasi program studi, lokasi, bidang keilmuan, dan kualitas layanan pendidikan sebelum menentukan pilihan.
Dengan demikian, Tabel 2.14 bukan sekadar kumpulan angka. Data tersebut memberikan potret mengenai bagaimana program studi tersebar di Indonesia dan bagaimana status akreditasi tercatat pada 2025.
Kesimpulan
Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 31.288 program studi dalam Tabel 2.14 Akreditasi Program Studi Tiap Provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah program studi terbanyak, yaitu 4.604, disusul Jawa Barat 3.898 dan Jawa Tengah 2.913. Secara nasional, kategori Baik menjadi yang terbesar dengan 11.402 program studi. Data ini menunjukkan besarnya ekosistem pendidikan tinggi Indonesia sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan jumlah program studi antarwilayah. Karena jumlah tidak sama dengan kualitas, data akreditasi perlu dibaca bersama indikator pendidikan tinggi lainnya.
FAQ
- Berapa jumlah program studi yang tercatat secara nasional pada 2025?
Tabel 2.14 mencatat total 31.288 program studi dalam lingkup nasional dengan status perguruan tinggi negeri dan swasta. - Provinsi mana yang memiliki jumlah program studi terbanyak?
Jawa Timur, dengan total 4.604 program studi. - Berapa jumlah program studi di Jawa Barat?
Jawa Barat tercatat memiliki 3.898 program studi. - Kategori akreditasi apa yang jumlahnya paling besar secara nasional?
Kategori Baik, dengan 11.402 program studi. - Apakah jumlah program studi dapat digunakan sebagai ukuran kualitas perguruan tinggi?
Tidak secara langsung. Jumlah program studi menggambarkan skala dan persebaran program studi, sedangkan kualitas perlu dilihat melalui indikator lain, termasuk status akreditasi dan berbagai aspek mutu pendidikan.
Sumber Data
Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek, khususnya Tabel 2.14: Akreditasi Program Studi Tiap Provinsi (Study Program Accreditation by Province), lingkup nasional, status negeri + swasta, tahun 2025.