Kampus Times- Bagi banyak orang, meninggalkan profesi dokter spesialis demi menjadi peneliti mungkin terdengar seperti keputusan yang sulit dipahami. Pendapatan tinggi, status profesional, dan jalur karier yang jelas harus ditinggalkan demi dunia laboratorium yang hasilnya belum tentu terlihat dalam waktu singkat.
Namun, bagi Allen Chan, keputusan tersebut justru menjadi awal perjalanan yang membawa dampak besar bagi dunia medis. Ia meninggalkan karier sebagai dokter spesialis gastroenterologi di Hong Kong untuk mengambil pendidikan PhD biologi molekuler di bawah bimbingan Prof. Dennis Lo.
Keputusan itu didorong oleh satu gagasan sederhana: penemuan ilmiah seharusnya tidak berhenti di laboratorium, tetapi diterjemahkan menjadi teknologi yang dapat membantu manusia.
Meninggalkan Karier Dokter demi Riset
Sebagai dokter spesialis, Chan berada dalam posisi yang secara finansial sangat menjanjikan. Pendapatan dokter spesialis gastroenterologi di Hong Kong disebut dapat mencapai lebih dari 1 juta HKD per bulan.
Namun, ia melihat peluang yang berbeda ketika mengetahui penemuan mengenai keberadaan DNA bayi dalam darah ibu hamil. Meskipun DNA bayi hanya sekitar 10% dari total DNA dalam sirkulasi tersebut, keberadaannya membuka kemungkinan untuk melakukan diagnosis tanpa prosedur medis invasif.
Chan kemudian memilih masuk ke dunia penelitian untuk mengembangkan potensi tersebut.
Baginya, ilmu pengetahuan bukan hanya tentang menghasilkan publikasi atau memenangkan kompetisi akademik. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi manfaat bagi pasien.
“Doing science and scientific research is joy and fun and satisfying, but what benefits have we brought to society?”
Tes DNA Mengubah Skrining Prenatal
Salah satu hasil paling penting dari perjalanan penelitian tersebut adalah pengembangan teknologi non-invasive prenatal testing (NIPT).
Sebelumnya, pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi kelainan kromosom pada janin dapat membutuhkan prosedur invasif dengan memasukkan jarum untuk mengambil sampel. Prosedur semacam ini memiliki risiko medis, termasuk risiko keguguran.
Tim peneliti mengembangkan pendekatan berbeda dengan menganalisis jutaan fragmen DNA yang terdapat dalam plasma darah ibu. Dengan melihat pola materi genetik tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi adanya peningkatan materi kromosom 21 yang berkaitan dengan Down syndrome.
Uji klinis berskala besar menunjukkan tingkat akurasi hingga 99,7%. Teknologi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk pemeriksaan prenatal berbasis DNA yang digunakan secara luas, dengan penggunaan disebut mencapai hingga 10 juta tes per tahun secara global.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana penelitian dasar mengenai DNA dapat berkembang menjadi teknologi diagnostik yang mengubah praktik kedokteran.
Dari Kehamilan ke Deteksi Kanker
Menariknya, prinsip yang digunakan dalam penelitian DNA prenatal juga membuka peluang untuk bidang lain, yaitu deteksi dini kanker.
Jika jaringan plasenta dapat melepaskan materi genetik ke dalam aliran darah ibu, sel kanker juga dapat melepaskan DNA ke dalam sirkulasi tubuh. Fenomena tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan teknologi liquid biopsy atau pemeriksaan berbasis DNA dalam darah.
Mencari Kanker Sebelum Terlambat
Salah satu fokus penelitian adalah kanker nasofaring. Masalah utama kanker adalah banyak pasien baru mendapatkan diagnosis ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut.
Data Hong Kong pada 2013 menunjukkan sekitar 80% pasien kanker nasofaring baru terdiagnosis pada stadium 3 atau 4. Kondisi tersebut mempersempit peluang penanganan efektif.
Dalam penelitian selama empat tahun terhadap sekitar 20.000 subjek, skrining berbasis DNA berhasil menemukan 34 kasus kanker nasofaring. Sekitar 70% dari kasus tersebut terdeteksi pada stadium 1 dan 2.
Jika kanker dapat ditemukan lebih awal, peluang intervensi juga meningkat secara signifikan. Data yang disampaikan dalam diskusi tersebut bahkan menunjukkan potensi penurunan angka kematian akibat kanker hingga 90% melalui deteksi dini.
Ketika Riset Berubah Menjadi Industri
Keberhasilan penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Selama sekitar dua dekade, penelitian Chan dan tim menghasilkan lebih dari 800 paten global dan memberikan pendapatan royalti hingga ratusan juta kepada The Chinese University of Hong Kong.
Tim tersebut juga mendirikan tiga perusahaan spin-off untuk membawa teknologi penelitian menuju pasar. Salah satunya kemudian mencapai valuasi sekitar US$3,5 miliar setelah merger pada 2017.
Komersialisasi juga menjadi sarana untuk membangun talenta lokal. Perusahaan yang dibangun bersama mahasiswa Chan, Tony Yeung, misalnya, disebut mampu meningkatkan pendapatan dari nol menjadi 100 juta dalam satu tahun.
Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menghasilkan penemuan, tetapi juga melahirkan perusahaan, pekerjaan, pengalaman industri, dan generasi peneliti baru.
Peneliti Tidak Harus Memilih Antara Ilmu dan Dampak
Kisah Allen Chan memberikan perspektif berbeda mengenai karier penelitian. Menjadi peneliti bukan berarti harus meninggalkan ambisi untuk menghasilkan sesuatu yang besar.
Justru, riset dapat menjadi jalan untuk menciptakan dampak dalam skala yang jauh lebih luas. Seorang dokter mungkin menangani pasien secara langsung, sementara sebuah teknologi diagnostik yang lahir dari penelitian dapat digunakan oleh jutaan pasien di berbagai negara.
Persaingan dalam dunia ilmiah juga menuntut keberanian mengambil masalah yang penting. Chan menekankan pentingnya menjadi pihak yang mampu menyelesaikan persoalan terlebih dahulu.
“If you are the second one to solve a problem then you are the first loser, so you need to be number one to win the game.”
Pernyataan tersebut menggambarkan kerasnya kompetisi inovasi. Namun, kemenangan ilmiah bukan hanya mengenai siapa yang pertama, melainkan juga apakah penemuan tersebut mampu menghasilkan perubahan nyata.
Seperti Apa Karier yang Benar-Benar Baik?
Dari perjalanan panjangnya, Chan merumuskan pandangan sederhana mengenai karier ideal. Menurutnya, pekerjaan yang baik harus memiliki empat unsur: menarik, menantang, membawa kebaikan bagi dunia, dan memberikan penghidupan yang layak.
Pandangan tersebut relevan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Penghasilan memang penting, tetapi karier juga dapat dinilai dari persoalan yang diselesaikan, manfaat yang diberikan, dan pengetahuan yang ditinggalkan.
Dalam konteks penelitian, keberhasilan bahkan dapat diukur dari seberapa jauh sebuah gagasan berpindah dari laboratorium ke kehidupan masyarakat.
Chan merangkumnya melalui keyakinan: “If you bring good things to the world, the world would reward you in a fair manner.”
Kesimpulan
Perjalanan Allen Chan menunjukkan bahwa karier peneliti dapat menjadi pilihan yang sama bernilainya dengan profesi bergengsi lainnya. Dengan meninggalkan karier dokter spesialis dan masuk ke dunia riset, ia bersama timnya mengembangkan teknologi DNA yang berpotensi menyelamatkan jutaan kehidupan.
Dari tes prenatal non-invasif hingga deteksi dini kanker, perjalanan tersebut memperlihatkan kekuatan penelitian ketika dipadukan dengan komersialisasi dan pengembangan talenta. Ratusan paten dan perusahaan bernilai miliaran dolar menjadi bukti bahwa riset tidak harus berakhir di jurnal.
Pada akhirnya, nilai sebuah karier bukan hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan. Karier juga dapat dinilai dari seberapa menarik tantangannya, seberapa besar manfaatnya, dan seberapa jauh pekerjaan tersebut memberikan sesuatu yang berarti bagi dunia.
FAQ
- Siapa Allen Chan? Allen Chan adalah peneliti yang sebelumnya berkarier sebagai dokter spesialis gastroenterologi dan kemudian beralih ke riset biologi molekuler serta inovasi diagnostik medis.
- Mengapa Allen Chan meninggalkan profesi dokter? Ia tertarik menerjemahkan penemuan ilmiah tentang DNA dalam darah menjadi teknologi diagnostik yang dapat memberikan manfaat luas bagi pasien.
- Apa inovasi utama yang dikembangkan dalam risetnya? Salah satunya adalah teknologi tes DNA prenatal non-invasif untuk mendeteksi risiko Down syndrome dengan tingkat akurasi yang dilaporkan mencapai 99,7%.
- Bagaimana teknologi DNA digunakan untuk mendeteksi kanker? DNA yang dilepaskan sel kanker ke dalam aliran darah dapat dianalisis sebagai penanda untuk membantu menemukan kanker pada tahap lebih awal.
- Apa kriteria karier ideal menurut Allen Chan? Karier yang baik harus menarik, menantang, memberikan manfaat bagi dunia, dan menyediakan penghidupan yang layak.