Ponorogo, Kampus Times- Ponorogo dikenal luas sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, salah satunya kesenian Reyog yang telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat. Kini, semangat yang terkandung dalam budaya tersebut dikembangkan menjadi bagian dari gerakan promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui program Gerak Sehat Reyog Ponorogo untuk Hidup Sehat dan Bebas Stroke.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) yang melibatkan dosen Fisioterapi, dosen Keperawatan, serta mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi. Tim tersebut berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sawoo sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan.
Gagasan utama program ini adalah menghadirkan aktivitas fisik yang tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga dekat dengan kehidupan dan budaya masyarakat setempat.
Menggabungkan Budaya, Aktivitas Fisik, dan Edukasi Kesehatan
Gerak Sehat Reyog Ponorogo dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik sekaligus memahami berbagai faktor risiko penyakit, khususnya hipertensi dan stroke. Sasaran kegiatan mencakup kelompok dewasa hingga lanjut usia yang membutuhkan aktivitas fisik teratur dengan gerakan yang aman dan mudah dilakukan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak berolahraga. Mereka juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga tekanan darah, mengenali faktor risiko stroke, meningkatkan aktivitas fisik, serta menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pencegahan penyakit tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Kebiasaan bergerak secara teratur, menjaga kebugaran, memperhatikan pola hidup, dan memahami kondisi tubuh merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup.
Kolaborasi UMPO Libatkan Dosen Keperawatan, Fisioterapi, dan Mahasiswa
Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi antara dosen Program Studi Keperawatan dan Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan edukasi kesehatan dengan aktivitas fisik berbasis prinsip fisioterapi.
Kegiatan ini diketuai oleh Ns. Nurul Sri Wahyuni, S.Kep., M.Kes., dengan anggota Septi Ayu Arum Yuspita Sari, S.Tr.Ft., M.K.M. dan Oktaviani Fitriyah, S.Kes., M.Kes.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi UMPO. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman dalam pelaksanaan kegiatan promotif dan preventif secara langsung di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sawoo sebagai mitra. Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan gerakan hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Senam Reyog Ponorogo Disesuaikan dengan Prinsip Fisioterapi
Salah satu inovasi utama program ini adalah Senam Reyog Ponorogo, yaitu modifikasi gerakan yang terinspirasi dari seni Reyog dan disesuaikan dengan prinsip fisioterapi serta kemampuan peserta dewasa dan lansia.
Gerakan senam dirancang dalam intensitas ringan hingga sedang. Rangkaian latihan mencakup pemanasan, gerakan inti, peregangan, hingga pendinginan sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara bertahap.
Selain meningkatkan aktivitas fisik, latihan tersebut diharapkan membantu mempertahankan fleksibilitas, keseimbangan, kebugaran, serta kesehatan otot dan sendi. Penyesuaian gerakan juga membuat unsur budaya tetap terasa tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kemampuan fisik peserta.
Edukasi Hipertensi dan Risiko Stroke

Aspek edukasi menjadi bagian penting dalam program Gerak Sehat Reyog Ponorogo. Peserta diberikan informasi mengenai hipertensi, faktor risiko stroke, pentingnya aktivitas fisik, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Hipertensi perlu mendapat perhatian karena tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penting yang berkaitan dengan stroke. Karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memantau tekanan darah dan menerapkan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai keluhan muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah. Materi disampaikan secara interaktif agar masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu menghubungkannya dengan kebiasaan sehari-hari.
Reyog Menjadi Media Promosi Kesehatan
Keunikan Gerak Sehat Reyog Ponorogo terletak pada pemanfaatan kearifan lokal sebagai media promosi kesehatan. Reyog selama ini identik dengan kekuatan, semangat, kreativitas, dan karakter masyarakat Ponorogo.
Melalui program ini, nilai tersebut diperluas ke dalam konteks kesehatan. Budaya tidak hanya dipertahankan melalui pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif dan mengajak masyarakat lebih aktif bergerak.
Pendekatan berbasis budaya juga berpotensi membuat aktivitas kesehatan terasa lebih dekat dan familiar. Ketika olahraga dikaitkan dengan sesuatu yang telah dikenal dan dicintai masyarakat, pesan kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima.
Mendukung Keberlanjutan melalui Media Edukasi

Agar manfaat program tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung, tim juga menyiapkan media edukasi berupa leaflet dan video Senam Reyog Ponorogo. Materi tersebut dapat dimanfaatkan peserta maupun kader untuk mengulang informasi dan melakukan latihan secara mandiri.
Kader PCA Sawoo diharapkan dapat berperan sebagai penggerak kegiatan kesehatan di lingkungan masyarakat. Peran kader menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan kebiasaan positif sekaligus membantu menyebarluaskan edukasi mengenai aktivitas fisik dan pencegahan penyakit.
Dengan dukungan media dan kader, Gerak Sehat Reyog Ponorogo tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi diharapkan berkembang menjadi kebiasaan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Budaya dan Kesehatan Bisa Berjalan Bersama
Gerak Sehat Reyog Ponorogo menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan berbasis potensi lokal. Budaya yang telah mengakar di masyarakat dapat dikembangkan menjadi sarana untuk membangun kesadaran hidup sehat.
Program ini juga memberikan pesan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan aktivitas yang rumit. Gerakan sederhana yang dilakukan secara teratur, ditambah pemahaman mengenai faktor risiko penyakit, dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kesimpulan
Gerak Sehat Reyog Ponorogo menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan promosi kesehatan. Melalui kolaborasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan PCA Sawoo, seni Reyog dikembangkan menjadi aktivitas fisik yang edukatif, menyenangkan, dan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat dewasa hingga lansia.
Lebih dari sekadar senam, program ini mengajak masyarakat memahami pentingnya aktivitas fisik, pengendalian hipertensi, pencegahan stroke, serta pemeliharaan kebugaran. Dari Ponorogo, budaya tidak hanya diwariskan sebagai identitas, tetapi juga dapat menjadi energi untuk menggerakkan masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.
FAQ
- Apa itu Gerak Sehat Reyog Ponorogo? Gerak Sehat Reyog Ponorogo merupakan program yang memadukan unsur budaya Reyog dengan aktivitas fisik, edukasi kesehatan, dan upaya pencegahan stroke.
- Siapa yang melaksanakan program Gerak Sehat Reyog Ponorogo? Program ini dilaksanakan oleh tim Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang melibatkan dosen Fisioterapi, Keperawatan, dan mahasiswa S1 Fisioterapi bersama PCA Sawoo.
- Apa yang dimaksud dengan Senam Reyog Ponorogo? Senam Reyog Ponorogo merupakan modifikasi gerakan yang terinspirasi dari seni Reyog dan disesuaikan dengan prinsip fisioterapi serta kemampuan peserta dewasa dan lansia.
- Apa saja materi kesehatan yang diberikan? Peserta memperoleh edukasi mengenai hipertensi, risiko stroke, aktivitas fisik, pola hidup sehat, serta pencegahan keluhan muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah.
- Bagaimana program ini dapat dilanjutkan setelah kegiatan selesai? Peserta dan kader dapat memanfaatkan leaflet serta video Senam Reyog Ponorogo untuk mengulang materi dan melakukan latihan secara mandiri maupun dalam kegiatan masyarakat.