PONOROGO, Kampus Times – Suasana khidmat berpadu dengan semarak kebudayaan mewarnai pembukaan Masa Taaruf Mahasiswa Baru (Mastamaru) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) Tahun 2026.
Pembukaan Mastamaru UMPO 2026 tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan mahasiswa baru. Di dalamnya terdapat prosesi simbolis yang membawa pesan filosofis tentang semangat, kebersamaan, kolaborasi, dan perjalanan mahasiswa dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Prosesi pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang dan permainan angklung secara bersama-sama di atas panggung. Simbol budaya tersebut menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru tentang nilai yang perlu dibangun selama menjalani pendidikan di lingkungan kampus.
Gendang sebagai Simbol Semangat dan Tekad
Gendang yang ditabuh dalam prosesi pembukaan menggambarkan ketukan irama yang menyatukan tekad dan semangat dalam mengawali tahun akademik baru.
Tabuhan gendang juga dimaknai sebagai representasi denyut semangat seluruh civitas akademika UMPO dalam menjalankan berbagai aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan potensi mahasiswa.
Bagi mahasiswa baru, simbol tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan di perguruan tinggi membutuhkan keberanian untuk memulai, keteguhan dalam menghadapi proses, serta semangat untuk terus berkembang.
Angklung Mengajarkan Arti Kebersamaan
Selain gendang, angklung menjadi instrumen budaya yang memiliki makna kuat dalam pembukaan Mastamaru UMPO 2026.
Angklung dimainkan secara kolektif. Setiap instrumen menghasilkan nada tertentu dan baru dapat membentuk harmoni ketika dimainkan bersama instrumen lainnya. Filosofi tersebut menggambarkan kehidupan kampus yang membutuhkan kolaborasi dan kemampuan bekerja sama.
Setiap Individu Memiliki Peran
Pesan dari permainan angklung relevan dengan kehidupan mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki potensi, kemampuan, dan peran yang berbeda, tetapi seluruhnya dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar ketika mampu membangun sinergi.
Nilai gotong royong dan keselarasan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan akademik yang sehat. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara individual, tetapi juga mampu berkolaborasi dengan sesama.
Dipimpin Langsung Pimpinan UMPO
Prosesi simbolis pembukaan Mastamaru UMPO 2026 dilakukan oleh jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Hadir dan memimpin prosesi tersebut Rektor UMPO Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., bersama Wakil Rektor I Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP., Wakil Rektor II Dr. Hadi Sumarsono, M.M., serta Wakil Rektor III Dr. Sugeng Wibowo, M.H.
Keterlibatan langsung jajaran pimpinan universitas memberikan pesan bahwa mahasiswa baru merupakan bagian penting dari perjalanan UMPO ke depan.
Gema tabuhan gendang dan alunan angklung sekaligus menjadi simbol harapan agar mahasiswa baru mampu menjalani kehidupan kampus dengan semangat belajar, sikap kolaboratif, serta keteguhan dalam mengembangkan diri.
Menjadi Generasi Unggul dan Berkemajuan
Pembukaan Mastamaru UMPO 2026 diharapkan menjadi titik awal perjalanan mahasiswa dalam mengenal lingkungan akademik, membangun jejaring, serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
Lebih dari sekadar prosesi budaya, simbol gendang dan angklung menyampaikan pesan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Semangat, kebersamaan, kolaborasi, dan keteguhan dalam menjalani proses juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju prestasi.