Kampus Times- Pendidikan vokasi swasta menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Data resmi Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 menunjukkan terdapat 149.227 mahasiswa terdaftar pada perguruan tinggi swasta vokasi dalam lingkup Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Angka tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya populasi mahasiswa vokasi swasta. Jika dibaca berdasarkan wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), terlihat bahwa persebaran mahasiswa tidak merata. Ada wilayah yang menampung puluhan ribu mahasiswa, sementara wilayah lainnya berada pada kisaran beberapa ribu mahasiswa.
LLDIKTI IV Menjadi Wilayah dengan Mahasiswa Terbanyak

Data pada Tabel 5.17 memperlihatkan LLDIKTI IV berada di posisi teratas dengan 32.799 mahasiswa. Jumlah ini menjadi yang paling besar dibandingkan LLDIKTI lainnya dalam tabel.
Di bawahnya terdapat LLDIKTI III dengan 15.216 mahasiswa, jika jumlah mahasiswa diploma dan magister yang tercatat pada wilayah tersebut dijumlahkan. Selanjutnya, LLDIKTI VI mencatat 14.484 mahasiswa, disusul LLDIKTI IX sebanyak 12.542 mahasiswa dan LLDIKTI I sebanyak 12.169 mahasiswa.
Besarnya jumlah mahasiswa di LLDIKTI IV cukup menonjol. Dengan total nasional pada tabel sebesar 149.227 mahasiswa, jumlah di wilayah ini setara dengan sekitar 22 persen dari keseluruhan mahasiswa vokasi swasta yang tercatat.
Artinya, hampir satu dari setiap lima mahasiswa dalam kelompok data tersebut berada di wilayah LLDIKTI IV. Namun, angka ini perlu dibaca sebagai gambaran jumlah mahasiswa berdasarkan wilayah administrasi LLDIKTI, bukan sebagai ukuran langsung kualitas atau kinerja pendidikan vokasi di masing-masing daerah.
Sebaran Mahasiswa Vokasi Swasta Masih Beragam
Selain LLDIKTI IV, sejumlah wilayah juga mencatat jumlah mahasiswa yang cukup besar. LLDIKTI VI memiliki 14.484 mahasiswa, LLDIKTI IX 12.542 mahasiswa, LLDIKTI I 12.169 mahasiswa, dan LLDIKTI XI 10.599 mahasiswa.
Sementara itu, beberapa wilayah memiliki jumlah yang lebih kecil. LLDIKTI XII misalnya mencatat 1.390 mahasiswa, sedangkan LLDIKTI XV memiliki 2.834 mahasiswa dan LLDIKTI II sebanyak 3.315 mahasiswa.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem perguruan tinggi swasta vokasi memiliki skala yang berbeda antarwilayah. Namun, data jumlah mahasiswa saja belum cukup untuk menjelaskan penyebab perbedaan tersebut. Faktor seperti jumlah perguruan tinggi, kapasitas program studi, karakteristik wilayah, serta pilihan calon mahasiswa tidak tercantum dalam tabel ini sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari angka yang tersedia.
Program Diploma Masih Mendominasi
Jika dilihat berdasarkan jenjang atau program pendidikan, mayoritas mahasiswa berada pada program diploma.
Total mahasiswa diploma mencapai 148.078 orang, terdiri atas 69.000 laki-laki dan 79.078 perempuan. Dengan demikian, mahasiswa perempuan lebih banyak daripada mahasiswa laki-laki pada jenjang diploma.
Sementara itu, program profesi mencatat 959 mahasiswa, terdiri atas 7 laki-laki dan 952 perempuan. Untuk program magister, terdapat 190 mahasiswa, dengan rincian 118 laki-laki dan 72 perempuan.
Jika ketiga kelompok tersebut digabungkan, jumlah mahasiswa laki-laki mencapai 69.125 orang, sedangkan mahasiswa perempuan mencapai 80.102 orang. Dengan demikian, perempuan mencakup sekitar 53,7 persen dari total mahasiswa yang tercatat, sementara laki-laki sekitar 46,3 persen.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa dalam data pendidikan tinggi vokasi swasta 2025, mahasiswa perempuan memiliki jumlah yang lebih besar secara keseluruhan.
Apa Artinya bagi Pendidikan Vokasi?
Dominasi program diploma menunjukkan bahwa pendidikan vokasi swasta dalam statistik ini masih sangat terkonsentrasi pada jenjang diploma. Sementara itu, jumlah mahasiswa pada program profesi dan magister jauh lebih kecil.
Data tersebut penting karena pendidikan vokasi memiliki orientasi yang erat dengan pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja. Besarnya jumlah mahasiswa diploma sekaligus menunjukkan skala pendidikan vokasi yang perlu diperhatikan dalam pembahasan penguatan sumber daya manusia.
Dari sisi pemerataan, perbedaan jumlah antar-LLDIKTI juga menjadi informasi penting bagi pemangku kepentingan. Wilayah dengan jumlah mahasiswa besar memiliki ekosistem pendidikan vokasi swasta yang lebih besar, sedangkan wilayah dengan jumlah lebih kecil menghadirkan konteks yang berbeda.
Meski begitu, angka mahasiswa tidak dapat digunakan sendirian untuk menilai berhasil atau tidaknya pendidikan vokasi. Untuk analisis yang lebih lengkap, diperlukan data lain seperti jumlah perguruan tinggi dan program studi, lulusan, dosen, akreditasi, serta indikator relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, Tabel 5.17 lebih tepat dipahami sebagai potret jumlah dan persebaran mahasiswa vokasi swasta pada 2025, bukan sebagai peringkat kualitas perguruan tinggi atau LLDIKTI.