YOGYAKARTA, KampusTimes.com - Perjuangan tulus seorang ayah demi masa depan pendidikan buah hatinya kembali menggetarkan hati publik. Yusuf Basuni (56), warga Karangwaru Kidul, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, nekat mengendarai kendaraan roda tiga jenis bajaj menempuh rute antarprovinsi dari Yogyakarta menuju Kota Bandung, Jawa Barat. Langkah ekstrem ini dilakoni demi mengantarkan putra pertamanya, Andromeda Sufi Anggono (18), yang berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kisah ayah naik bajaj Jogja Bandung antar anak kuliah disambut meriah saat rombongan keluarga tersebut menginjakkan kaki di area kampus ITB pada pertengahan Juli 2026.
Perjalanan panjang melintasi Jalur Selatan Jawa yang diwarnai perjuangan menembus kemacetan dan menginap di pesantren tersebut berbuah manis dengan sambutan hangat dari rektorat hingga kucuran bantuan beasiswa bagi sang mahasiswa baru.
Kegigihan Meraih Perguruan Tinggi Impian di Tengah Keterbatasan
Awalnya, Yusuf sempat enggan memberikan izin kepada anaknya untuk melanjutkan studi di luar kota mengingat keterbatasan kondisi ekonomi keluarga serta kekhawatiran atas tingginya biaya hidup di Bandung. Andro sempat mengalah dan menjalani perkuliahan selama satu tahun di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Namun, dorongan kuat untuk mendalami ilmu keantariksaan membuat Andro secara diam-diam mendaftar ke kampus impiannya.
Kabar gembira datang saat Andro dinyatakan lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru di ITB. "Jurusan yang diminati hanya di ITB, yaitu Fakultas MIPA jurusan Astronomi," ungkap Yusuf pada Jumat, 24 Juli 2026.
Meskipun sempat bingung memikirkan kalkulasi biaya, keteguhan hati sang istri dan cita-cita besar sang anak meluluhkan keraguan Yusuf. Pria yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi bajaj sewaan seharga Rp80.000 per hari ini akhirnya merestui keputusan Andro, seraya berniat mengantarkannya langsung ke Bandung menggunakan armada bajaj operasionalnya usai meminta izin resmi kepada pemilik kendaraan.
Perjalanan Lintas Provinsi Melintasi Jalur Selatan Jawa
Persiapan teknis dilakukan secara cermat sebelum menempuh perjalanan ratusan kilometer. Yusuf memeriksa seluruh komponen mesin serta membawa perlengkapan cadangan seperti kabel gas dan kabel kopling baru demi mengantisipasi kendala mekanis di jalan. Rombongan yang terdiri dari Yusuf dan tiga anggota keluarga berangkat dari Yogyakarta pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 16.30 WIB dengan memilih Jalur Selatan Jawa.
Dinamika dan kronologi perjalanan unik keluarga ini diwarnai berbagai momen penting:
Terjebak Kemacetan Acara Adat: Saat baru melintas di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman, bajaj yang ditumpangi terjebak kemacetan parah akibat iring-iringan upacara adat Bekakak dan baru bisa lolos setelah kurun waktu satu jam.
Singgah di Pesantren Gombong: Rombongan tiba di Gombong, Jawa Tengah, sekitar pukul 23.30 WIB dan memutuskan menginap di sebuah pondok pesantren lokal yang dikelola oleh kenalan Yusuf.
Tiba di Kota Bandung: Usai beristirahat dan melanjutkan perjalanan dengan dua kali jeda istirahat, bajaj tersebut akhirnya secara selamat menyentuh Kota Bandung pada Sabtu malam pukul 20.23 WIB tanpa hambatan mesin.
Sambutan Penuh Haru Rektorat dan Kucuran Bantuan Beasiswa
Setibanya di area kampus ITB, Yusuf beserta keluarga mengaku terkejut karena kedatangan mereka dengan armada bajaj disambut secara istimewa oleh jajaran akademisi, mulai dari tingkat Dekan hingga Rektor ITB. Suasana penuh haru menyelimuti momen pengantaran tersebut hingga membuat Yusuf melakukan aksi sujud syukur di lokasi kampus sebagai bentuk keharuan atas perjuangan keluarga mereka.
Pihak manajemen kampus menyerahkan bantuan uang pengganti biaya perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung sebesar Rp5 juta. Selain itu, Andromeda Sufi Anggono mendapatkan fasilitas penunjang belajar berupa unit laptop serta jaminan beasiswa biaya hidup selama menempuh pendidikan di jurusan Astronomi ITB. Mengenai kewajiban Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp1 juta, Yusuf menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pembayaran secara mandiri.
Kesimpulan

Peristiwa menginspirasi dalam kisah ayah naik bajaj Jogja Bandung antar anak kuliah disambut meriah membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang untuk menggapai pendidikan tinggi berkualitas. Kegigihan Yusuf Basuni mengemudikan bajaj sewaan melintasi antarkota serta kepekaan apresiatif dari pimpinan ITB menjadi contoh nyata bahwa dedikasi tulus orang tua dan motivasi tinggi mahasiswa akan selalu mendapat jalan serta dukungan positif dari lingkungan akademisi.
FAQ
Siapa nama ayah dan anak dalam kisah pengantaran mahasiswa menggunakan bajaj ke ITB tersebut?
Ayah tersebut bernama Yusuf Basuni (56) dan anaknya bernama Andromeda Sufi Anggono (18), warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Program studi apa yang ditempuh oleh Andromeda Sufi Anggono di ITB?
Andromeda diterima pada program studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.
Kapan rombongan keluarga tersebut berangkat dari Yogyakarta dan tiba di Bandung?
Rombongan berangkat dari Yogyakarta pada Jumat, 17 Juli 2026 sore, dan tiba di Kota Bandung pada Sabtu, 18 Juli 2026 malam pukul 20.23 WIB.
Bantuan apa saja yang diterima oleh keluarga Yusuf dari pihak ITB saat tiba di lokasi?
Keluarga menerima bantuan biaya perjalanan sebesar Rp5 juta, fasilitas laptop baru, serta beasiswa biaya hidup untuk masa studi sang anak.
Moda transportasi apa yang digunakan dan berapa biaya sewa operasionalnya sehari-hari?
Moda transportasi yang digunakan adalah bajaj roda tiga yang disewa oleh Yusuf dengan tarif Rp80.000 per hari.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan nasional yogyakarta.kompas.com dengan judul asli "Kisah Ayah Naik Bajaj Jogja-Bandung Antar Anak Kuliah Disambut Meriah" yang dipublikasikan pada hari Jumat, 24 Juli 2026.