News

Perpanjang MoU, UMPO dan BPS Ponorogo Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan

26 Agustus 2026, 21:40 WIB / Tutut Septia Wati
Perpanjang MoU, UMPO dan BPS Ponorogo Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan

Perpanjang MoU, UMPO dan BPS Ponorogo Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan

Ponorogo, Kampus Times- Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo kembali memperkuat hubungan kelembagaan melalui perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan data statistik dalam mendukung kegiatan pendidikan tinggi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan perpanjangan MoU berlangsung di kampus UMPO pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri dan ditandatangani langsung oleh Rektor UMPO, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., bersama Kepala BPS Kabupaten Ponorogo, Evy Trisusanti, S.Si., M.T., M.Sc.

Perpanjangan kerja sama ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting dalam pengembangan pendidikan tinggi. Bagi perguruan tinggi, data statistik tidak hanya menjadi bahan informasi, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam menyusun kajian akademik dan penelitian yang relevan dengan kondisi masyarakat.

Data Statistik Jadi Fondasi Pengembangan Akademik

Salah satu fokus utama kerja sama UMPO dan BPS Ponorogo adalah optimalisasi pemanfaatan data statistik. Ketersediaan data yang kredibel dapat membantu sivitas akademika memahami berbagai persoalan sosial, ekonomi, kependudukan, pendidikan, hingga pembangunan daerah.

Mendukung Riset yang Berbasis Data

Dalam konteks penelitian, data statistik memiliki posisi penting untuk menghasilkan kajian yang lebih terukur. Mahasiswa maupun dosen dapat memanfaatkan informasi statistik sebagai bahan analisis untuk mengidentifikasi persoalan, melihat perkembangan suatu fenomena, hingga merumuskan rekomendasi berbasis bukti.

Kolaborasi dengan BPS juga membuka peluang bagi UMPO untuk mengembangkan penelitian yang lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian, aktivitas akademik tidak berhenti pada produksi karya ilmiah, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan penyelesaian persoalan di masyarakat.

Pemanfaatan data secara tepat juga dapat mendorong budaya akademik yang lebih kuat. Mahasiswa dibiasakan untuk tidak hanya mengandalkan asumsi, tetapi menggunakan informasi yang terukur ketika menyusun tugas, penelitian, maupun kajian ilmiah.

Ruang Lingkup Kerja Sama Semakin Luas

Perpanjangan MoU UMPO dan BPS Ponorogo tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan data. Kedua institusi menyepakati sejumlah program kolaboratif yang dapat mempertemukan kebutuhan akademik perguruan tinggi dengan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki BPS.

Pelatihan hingga Seminar Ilmiah

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan pelatihan, penelitian bersama, seminar, lokakarya, serta berbagai kegiatan ilmiah lainnya. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Kehadiran narasumber dari BPS dalam kegiatan akademik juga dapat memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa dan dosen. Pengetahuan mengenai pengelolaan, penyajian, dan pemanfaatan data dapat memperkuat kemampuan sivitas akademika dalam membaca informasi statistik secara lebih kritis.

Selain kegiatan ilmiah, kerja sama juga mencakup program magang kerja bagi mahasiswa. Kesempatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja sekaligus mengembangkan kompetensi profesional.

Penguatan Kompetensi Sumber Daya Manusia

Kolaborasi UMPO dan BPS Ponorogo turut diarahkan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu bentuknya adalah pertukaran narasumber ahli yang memungkinkan kedua institusi saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Bagi mahasiswa, pola kerja sama seperti ini dapat memperluas pengalaman belajar di luar ruang kelas. Sementara bagi dosen dan tenaga akademik, kolaborasi dapat membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan penelitian serta pengabdian yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

Memperkuat Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Perpanjangan MoU tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut membutuhkan dukungan data, pengetahuan, serta jejaring kelembagaan agar dapat berjalan secara optimal.

Pada bidang pendidikan, data statistik dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran kontekstual. Mahasiswa dapat mempelajari kondisi nyata masyarakat melalui data yang tersedia sehingga materi akademik memiliki hubungan yang lebih kuat dengan persoalan di lapangan.

Pada bidang penelitian, kerja sama membuka peluang lahirnya kajian bersama yang memanfaatkan data statistik secara lebih optimal. Sedangkan dalam pengabdian kepada masyarakat, data dapat membantu perguruan tinggi menentukan persoalan dan kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.

Kolaborasi Dua Tahun untuk Mendukung Pembangunan Ponorogo

Kesepakatan kerja sama UMPO dan BPS Kabupaten Ponorogo tersebut berlaku selama dua tahun ke depan. Periode tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi maupun masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga statistik juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan riset, sementara BPS memiliki kompetensi serta pengalaman dalam penyediaan data statistik.

Kombinasi kedua kekuatan tersebut dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang mendorong inovasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan turut berkontribusi terhadap lahirnya sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu merespons kebutuhan pembangunan Kabupaten Ponorogo.

Kesimpulan

Perpanjangan MoU antara UMPO dan BPS Kabupaten Ponorogo menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan data statistik yang akurat dapat menjadi fondasi bagi pengembangan riset sekaligus pembelajaran yang lebih kontekstual.

Dengan cakupan kerja sama yang meliputi pelatihan, riset bersama, seminar, lokakarya, magang, hingga pertukaran narasumber, sinergi kedua institusi memiliki ruang pengembangan yang luas. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga berpotensi menghasilkan inovasi dan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kebutuhan pembangunan daerah.

FAQ

  1. Apa isi kerja sama UMPO dan BPS Ponorogo? Kerja sama mencakup pemanfaatan data statistik, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, kegiatan ilmiah, dan magang mahasiswa.
  2. Kapan perpanjangan MoU UMPO dan BPS Ponorogo dilakukan? Penandatanganan perpanjangan MoU dilakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di kampus UMPO.
  3. Siapa yang menandatangani MoU tersebut? MoU ditandatangani Rektor UMPO Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., dan Kepala BPS Kabupaten Ponorogo Evy Trisusanti, S.Si., M.T., M.Sc.
  4. Berapa lama masa berlaku kerja sama tersebut? Perpanjangan kerja sama berlaku selama dua tahun ke depan.
  5. Apa manfaat kerja sama bagi mahasiswa UMPO? Mahasiswa berpeluang memperoleh akses pembelajaran berbasis data, mengikuti kegiatan ilmiah, pelatihan, serta program magang kerja.

Topik Terkait