News

Rektor IAI Nazhatut Thullab Sampang Tinjau KPM Mahasiswa di Kedungdung, Dorong Program Berdampak bagi Desa

16 Agustus 2026, 21:45 WIB / Tutut Septia Wati
Rektor IAI Nazhatut Thullab Sampang Tinjau KPM Mahasiswa di Kedungdung, Dorong Program Berdampak bagi Desa

Rektor IAI Nazhatut Thullab Sampang Tinjau KPM Mahasiswa di Kedungdung, Dorong Program Berdampak bagi Desa

Sampang, Kampus Times- Rektor IAI Nazhatut Thullab Sampang bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Masykurotus Syarifah, serta para dekan melakukan kunjungan dan monitoring ke sejumlah lokasi Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) mahasiswa di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pimpinan perguruan tinggi dalam memastikan pelaksanaan KPM berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran pimpinan kampus juga menjadi bentuk pendampingan langsung kepada mahasiswa yang tengah melaksanakan program pengabdian di desa.

Monitoring KPM sebagai Bentuk Komitmen Kampus

Pelaksanaan KPM merupakan salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan masyarakat secara langsung.

Rektor IAI Nazhatut Thullab Sampang memberikan perhatian terhadap berbagai program yang telah dirancang mahasiswa bersama masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membaca kebutuhan dan potensi desa sehingga kegiatan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek seremonial.

Setiap program, menurut arahan pimpinan kampus, perlu disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan dengan memperhatikan kemampuan mahasiswa, potensi lokal, serta peluang keberlanjutan setelah masa KPM berakhir.

Pertukaran Pengetahuan antara Kampus dan Masyarakat

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat juga dipandang sebagai proses pertukaran pengetahuan. Mahasiswa membawa wawasan akademik, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi yang diperoleh dari kampus.

Sebaliknya, masyarakat memiliki pengalaman, budaya, dan pengetahuan lokal yang menjadi sumber pembelajaran berharga bagi mahasiswa. Pertemuan kedua sumber pengetahuan tersebut diharapkan melahirkan program pengabdian yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan warga.

Mahasiswa Diminta Menjadi Mitra Masyarakat

Wakil Rektor Bidang Akademik IAI Nazhatut Thullab Sampang, Masykurotus Syarifah, menekankan pentingnya membangun sinergi antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KPM.

Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hadir hanya sebagai pelaksana kegiatan. Mereka perlu menjadi mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, mengembangkan potensi, dan merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.

“KPM merupakan ruang belajar bersama. Mahasiswa harus mampu membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan monitoring tersebut.

Pendampingan UMKM hingga Literasi Digital

Kegiatan KPM memiliki ruang pengembangan yang luas. Mahasiswa dapat terlibat dalam pendampingan UMKM, penguatan literasi, kegiatan pendidikan, dakwah dan keagamaan, pemberdayaan generasi muda, pemanfaatan teknologi informasi, hingga kegiatan sosial.

Dalam bidang ekonomi, mahasiswa dapat mendampingi pelaku UMKM melalui penguatan pengelolaan usaha, pengemasan produk, pemasaran, dan pemanfaatan media sosial untuk promosi.

Pendampingan tidak harus berupa program besar. Langkah sederhana yang sesuai kebutuhan pelaku usaha justru dinilai lebih efektif karena mudah diterapkan dan berpeluang dilanjutkan oleh masyarakat.

Sementara dalam bidang pendidikan, mahasiswa dapat mengembangkan pendampingan belajar, budaya membaca, literasi anak dan remaja, serta pengenalan literasi digital. Aktivitas tersebut diharapkan memperluas wawasan dan mendorong masyarakat untuk terus belajar.

Dakwah Humanis dan Program Berkelanjutan

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki karakter keislaman, kegiatan dakwah dan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KPM.

Mahasiswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan masjid dan musala, pengajian, pendidikan Al-Qur'an, serta aktivitas keagamaan bagi anak-anak dan remaja. Namun, pendekatan yang digunakan harus humanis, santun, dan menghormati tradisi masyarakat setempat.

Pimpinan kampus menegaskan bahwa keberhasilan KPM tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan. Yang lebih penting adalah sejauh mana mahasiswa mampu membangun komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan dengan masyarakat.

Program sederhana yang dilaksanakan bersama masyarakat dan dapat diteruskan setelah mahasiswa kembali ke kampus dinilai lebih bermakna dibanding kegiatan besar yang hanya berlangsung sesaat.

Menjaga Nama Baik Almamater

Selain melakukan monitoring program, kunjungan pimpinan kampus juga menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjaga etika dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.

Mahasiswa membawa identitas perguruan tinggi. Sikap, tutur kata, kedisiplinan, kesederhanaan, dan kemampuan berinteraksi dengan warga menjadi bagian penting dari keberhasilan pelaksanaan KPM.

Pengalaman selama KPM juga diharapkan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih adaptif, komunikatif, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan sosial. Berbagai persoalan yang ditemui di lapangan dapat menjadi bahan refleksi akademik, bahkan dikembangkan menjadi ide penelitian maupun program pengabdian berkelanjutan.

KPM Memperkuat Hubungan Kampus dan Desa

Kunjungan Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik ke lokasi KPM di Kecamatan Kedungdung menunjukkan perhatian institusi terhadap kualitas pengabdian mahasiswa.

KPM diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara IAI Nazhatut Thullab Sampang dan masyarakat. Kehadiran perguruan tinggi tidak hanya dirasakan melalui kegiatan pendidikan di kampus, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam kehidupan warga.

Melalui semangat kebersamaan dan sinergi, mahasiswa diharapkan meninggalkan kesan positif sekaligus menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat desa.

Kesimpulan

Monitoring pelaksanaan KPM oleh pimpinan IAI Nazhatut Thullab Sampang di Kecamatan Kedungdung menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa.

Melalui pendampingan UMKM, penguatan literasi, pendidikan, dakwah, dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga belajar membangun kepedulian sosial dan bekerja bersama masyarakat.

KPM pada akhirnya menjadi wahana pembelajaran, pengabdian, dan pembentukan karakter yang mempersiapkan mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

FAQ

  1. Apa tujuan kunjungan pimpinan IAI Nazhatut Thullab Sampang ke lokasi KPM? Kunjungan dilakukan untuk memantau pelaksanaan KPM, memberikan pendampingan, dan memastikan program mahasiswa berjalan sesuai tujuan pengabdian masyarakat.
  2. Di mana lokasi KPM yang dikunjungi? Sejumlah lokasi KPM mahasiswa di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
  3. Program apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa selama KPM? Mahasiswa dapat melaksanakan pendampingan UMKM, literasi, pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, pemberdayaan pemuda, dan pemanfaatan teknologi informasi.
  4. Bagaimana ukuran keberhasilan KPM? Keberhasilan tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan, tetapi dari manfaat, kerja sama, kepercayaan masyarakat, dan keberlanjutan program.
  5. Apa manfaat KPM bagi mahasiswa? KPM membantu mahasiswa menerapkan ilmu, memahami kondisi masyarakat, membentuk karakter, dan meningkatkan kepekaan sosial.

Topik Terkait