Kampus Times- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) kembali menghadirkan agenda edukasi mengenai keselamatan radiasi melalui Seminar Keselamatan Radiasi pada Paparan Medik (SEKARPADI) 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membahas penguatan pengawasan keselamatan radiasi dalam pelayanan kesehatan.
SEKARPADI 2026 mengusung tema “Penguatan Pengawasan Keselamatan Radiasi Paparan Medik Berbasis Risiko dan Data Dosis.” Tema tersebut menempatkan data dosis pasien dan pendekatan berbasis risiko sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan penggunaan radiasi pada layanan medis.
Seminar dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga selesai. Berdasarkan informasi pada flyer, kegiatan dapat diikuti secara daring melalui Zoom dan live streaming YouTube BAPETEN.
SEKARPADI 2026 Terbuka untuk Umum
Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini adalah akses seminar yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Dengan format tersebut, kegiatan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta yang memiliki perhatian terhadap keselamatan radiasi pada bidang kesehatan.
Keselamatan radiasi bukan hanya menjadi perhatian regulator maupun tenaga profesional tertentu. Pemahaman mengenai prinsip penggunaan radiasi yang aman juga relevan bagi berbagai pihak yang berkaitan dengan pelayanan medis, pendidikan, penelitian, maupun pengawasan fasilitas yang menggunakan sumber radiasi.
SEKARPADI 2026 juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi peserta. Flyer kegiatan mencantumkan e-sertifikat, door prize, dan sharing knowledge sebagai fasilitas atau bagian dari pengalaman mengikuti seminar.
Fokus pada Keselamatan Radiasi Paparan Medik
Paparan radiasi dalam bidang kesehatan memiliki manfaat besar untuk diagnosis dan terapi. Pemeriksaan radiologi, kedokteran nuklir, serta radioterapi menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan modern.
Namun, penggunaan radiasi tetap membutuhkan pengawasan dan pengelolaan risiko yang tepat. Karena itu, keselamatan pasien, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam setiap proses pemanfaatan radiasi.
Tema SEKARPADI 2026 menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pada pemanfaatan data dosis dan analisis risiko. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk melihat pola paparan, melakukan evaluasi, serta menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Pengawasan Berbasis Risiko pada Paparan Medik
Salah satu topik yang dibahas dalam seminar adalah pengawasan berbasis risiko pada paparan medik, khususnya pada radiologi, kedokteran nuklir, dan radioterapi.
Pendekatan berbasis risiko memungkinkan pengawasan diarahkan pada aspek yang memiliki potensi risiko paling signifikan. Dengan demikian, pengawasan dapat dilakukan secara lebih terukur dan didukung oleh informasi yang relevan.
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun budaya keselamatan. Ketika identifikasi risiko, evaluasi, dan perbaikan dilakukan secara berkelanjutan, keselamatan radiasi dapat menjadi bagian dari sistem pelayanan, bukan sekadar prosedur administratif.
Data Dosis Pasien Menjadi Perhatian
SEKARPADI 2026 juga mengangkat pembahasan mengenai pemanfaatan data dosis pasien dalam pengawasan keselamatan radiasi.
Data dosis dapat memberikan gambaran mengenai paparan yang diterima pasien dalam prosedur tertentu. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk melihat apakah praktik yang diterapkan sudah berjalan secara optimal.
Pemanfaatan data juga membuka peluang untuk mengembangkan pengawasan yang lebih berbasis bukti. Data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan tepat dapat membantu regulator maupun fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Evaluasi Sistem Manajemen Dosis Pasien
Topik lainnya adalah evaluasi sistem manajemen dosis pasien dalam pengawasan berbasis data. Sistem manajemen dosis memiliki peran penting dalam membantu fasilitas kesehatan memantau informasi paparan yang berkaitan dengan prosedur medis.
Pengelolaan data yang baik memungkinkan proses evaluasi dilakukan secara lebih sistematis. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi peningkatan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.
Seminar juga akan membahas integrasi data dosis dan risk register untuk pengawasan paparan medik. Integrasi ini penting karena data dosis dapat memberikan informasi kuantitatif, sedangkan risk register membantu memetakan risiko dan langkah pengendaliannya.
Identifikasi Paparan Radiasi Tidak Hanya dari Data Dosis
Salah satu pembahasan yang menarik dalam SEKARPADI 2026 adalah mengenai identifikasi paparan radiasi yang tidak selalu harus dilakukan melalui analisis data dosis.
Perspektif tersebut memperluas pemahaman mengenai pengawasan keselamatan radiasi. Identifikasi risiko dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan proses pelayanan, sistem kerja, prosedur, hingga praktik keselamatan di lapangan.
Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, pengawasan dapat diarahkan pada pencegahan risiko sebelum berkembang menjadi persoalan keselamatan yang lebih besar.
Hadirkan Tiga Narasumber
SEKARPADI 2026 menghadirkan tiga narasumber yang tercantum dalam materi publikasi kegiatan, yaitu Prof. Yongsu Yoon, Ph.D., dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS., serta Prof. Supriyanto Ardjo Pawiro, M.Si., Ph.D.
Kehadiran para narasumber tersebut menjadi bagian penting dalam sesi berbagi perspektif mengenai keselamatan radiasi, pengawasan, pemanfaatan data dosis, serta tantangan implementasi keselamatan pada paparan medik.
Peserta dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan pendekatan keselamatan radiasi sekaligus memahami bagaimana data dan pengelolaan risiko dapat digunakan untuk mendukung peningkatan keselamatan pasien.
Inovasi dan Praktik Baik Keselamatan Radiasi
Selain aspek pengawasan dan data, seminar juga mengangkat inovasi, praktik baik, serta tantangan dalam peningkatan keselamatan radiasi pasien.
Pembahasan ini relevan karena keselamatan radiasi membutuhkan proses perbaikan yang berkelanjutan. Perubahan teknologi dan berkembangnya metode pelayanan medis membuat sistem pengawasan juga perlu beradaptasi.
Praktik baik yang diterapkan pada satu fasilitas dapat menjadi pembelajaran bagi fasilitas lainnya. Forum seperti SEKARPADI 2026 memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai berbagai pendekatan dalam membangun keselamatan radiasi.
Cara Mengikuti SEKARPADI 2026
Berdasarkan flyer, kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube BAPETEN. Informasi seminar juga menyediakan QR code yang tercantum pada materi publikasi untuk kebutuhan informasi lebih lanjut.
Karena kegiatan dinyatakan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, masyarakat maupun pihak yang memiliki ketertarikan pada keselamatan radiasi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti sesi edukasi dan knowledge sharing.
Peserta juga berkesempatan memperoleh e-sertifikat serta mengikuti fasilitas lain yang tercantum dalam publikasi kegiatan.
Mengapa Keselamatan Radiasi Penting dalam Pelayanan Kesehatan?
Keselamatan radiasi menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena pemanfaatan radiasi harus memberikan manfaat maksimal dengan tetap mengendalikan risiko yang mungkin muncul.
Pengawasan yang kuat membutuhkan kombinasi antara regulasi, kompetensi sumber daya manusia, teknologi, prosedur kerja, serta penggunaan data. Karena itu, pembahasan mengenai data dosis dan pendekatan berbasis risiko menjadi semakin relevan dalam pengembangan sistem keselamatan radiasi.
SEKARPADI 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa keselamatan pasien bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari tata kelola pelayanan kesehatan yang harus terus dievaluasi dan ditingkatkan.
Informasi SEKARPADI: https://s.id/sekarpadi2026
Kesimpulan
SEKARPADI 2026 yang diselenggarakan BAPETEN menjadi forum penting untuk memperluas pemahaman mengenai keselamatan radiasi pada paparan medik. Dengan tema penguatan pengawasan berbasis risiko dan data dosis, seminar ini menyoroti pentingnya penggunaan informasi yang akurat dalam mendukung keselamatan pasien.
Kegiatan yang dijadwalkan pada 2 September 2026 ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Melalui pembahasan mengenai radiologi, kedokteran nuklir, radioterapi, data dosis pasien, risk register, hingga inovasi keselamatan radiasi, peserta dapat memperoleh wawasan yang relevan mengenai perkembangan pengawasan radiasi di bidang kesehatan.
Bagi masyarakat dan profesional yang ingin memahami lebih jauh tentang keselamatan radiasi paparan medik, SEKARPADI 2026 dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus mengikuti diskusi mengenai tantangan dan praktik baik dalam meningkatkan keselamatan pasien.