Akademik & Riset

Starfactory SpaceX: Pabrik Raksasa yang Siapkan Produksi 365 Starship per Tahun

9 September 2026, 11:12 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- SpaceX tidak hanya mengembangkan roket terbesar yang pernah dibuatnya melalui Starship. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut juga membangun cara baru untuk memproduksi kendaraan antariksa dalam jumlah besar melalui fasilitas bernama Starfactory.

Berada di kompleks Starbase, Texas, Starfactory dirancang sebagai pusat manufaktur dengan skala industri. Luas fasilitasnya mencapai lebih dari 1 juta kaki persegi dan kapasitas yang ditargetkan mencapai 365 Starship per tahun.

Jika target tersebut tercapai, secara rata-rata SpaceX akan memiliki kemampuan memproduksi sekitar satu Starship setiap hari. Angka ini memperlihatkan bahwa ambisi SpaceX terhadap Starship tidak berhenti pada penerbangan eksperimental, tetapi mengarah pada sistem transportasi luar angkasa yang dapat beroperasi dengan frekuensi tinggi.

Starfactory Dibangun untuk Produksi Massal

Konsep manufaktur Starfactory berbeda dari pola produksi roket konvensional. Pada sejumlah program roket besar, komponen kendaraan dapat dibuat di berbagai fasilitas sebelum dikirim ke lokasi integrasi akhir.

SpaceX mencoba memusatkan proses tersebut dalam ekosistem manufaktur yang lebih terintegrasi. Overhead crane dan rotating stands digunakan untuk memindahkan serta memutar struktur roket berukuran besar selama proses produksi.

Pendekatan tersebut memungkinkan pekerja dan sistem robotik mengakses berbagai sisi struktur tanpa harus memindahkan komponen secara berulang ke fasilitas berbeda.

Baja Tahan Karat Menjadi Bahan Utama

Proses produksi Starship dimulai dari lembaran baja tahan karat yang berasal dari gulungan material dengan ketebalan sekitar 4 milimeter dan lebar sekitar 1,8 meter.

SpaceX menggunakan paduan khusus yang dirancang untuk menghadapi lingkungan ekstrem. Material tersebut memiliki karakteristik yang dibutuhkan ketika kendaraan menghadapi temperatur sangat rendah akibat penyimpanan propelan kriogenik.

Lembaran baja kemudian dipotong dan dibentuk menjadi cincin berukuran besar. Cincin-cincin tersebut dilas menggunakan sistem otomatis sebelum disusun menjadi segmen yang terdiri dari beberapa ring.

Penggunaan robot dalam proses ini bertujuan meningkatkan konsistensi sekaligus mempercepat pekerjaan pengelasan pada struktur yang memiliki ukuran sangat besar.

Sistem Produksi Tidak Bergantung pada Satu Jalur

Salah satu karakteristik utama Starfactory adalah penerapan konsep linear adjacent flow. Dalam sistem ini, berbagai bagian Starship diproduksi secara paralel di sejumlah stasiun yang berada berdekatan.

Artinya, produksi tidak harus menunggu satu komponen selesai terlebih dahulu sebelum bagian lainnya mulai dibuat. Struktur bagian atas, tangki, bagian mesin, dan komponen pendukung dapat dikerjakan secara bersamaan.

Pola tersebut memungkinkan SpaceX mengejar volume produksi tinggi sekaligus mengurangi potensi antrean dalam proses manufaktur.

Hydroforming Membentuk Bagian Roket

Untuk komponen dengan bentuk melengkung, SpaceX menggunakan teknik hydroforming. Dalam proses ini, material logam dibentuk dengan tekanan cairan yang sangat tinggi menggunakan cetakan.

Tekanan yang digunakan dapat mencapai lebih dari 36.000 PSI. Teknik tersebut membantu menghasilkan bentuk kompleks pada komponen seperti nose cone dan bagian tertentu dari sistem tangki.

Penggunaan metode pembentukan semacam ini menjadi bagian dari upaya SpaceX untuk mengurangi proses manual dan meningkatkan kecepatan produksi.

Starship Dibangun dari Beberapa Segmen Utama

Secara umum, kendaraan Starship terdiri atas beberapa bagian utama yang kemudian diintegrasikan menjadi satu kendaraan utuh.

Bagian atas mencakup nose cone dan payload bay. Bagian tengah menjadi area tangki propelan, sementara bagian bawah merupakan area yang berhubungan langsung dengan sistem mesin.

Pada bagian nose cone terdapat sistem pelindung panas yang sangat penting bagi kendaraan ketika kembali memasuki atmosfer Bumi.

Robot dapat memasang komponen pendukung melalui proses spot welding. Setelah itu, lapisan insulasi dan ubin keramik heksagonal dipasang untuk membantu melindungi struktur dari panas ekstrem.

Ubin pelindung panas tersebut diproduksi di fasilitas yang dikenal sebagai Bakery. Sistem produksinya dirancang untuk mencapai kapasitas hingga sekitar 7.000 ubin per hari.

Selain pelindung panas, bagian atas Starship juga mencakup header tanks dan wing flaps. Payload bay turut disiapkan untuk membawa berbagai jenis muatan, termasuk satelit.

Gigabay Menjadi Pusat Perakitan Akhir

Setelah segmen kendaraan diproduksi, proses berlanjut ke Gigabay. Bangunan ini memiliki tinggi sekitar 116 meter dengan volume sekitar 46 juta kaki kubik.

Ukuran tersebut memberikan ruang yang sangat besar untuk proses integrasi kendaraan. Gigabay dirancang mampu menampung perakitan hingga 24 ship dan booster secara bersamaan, atau sekitar 12 tumpukan lengkap Starship Super Heavy.

Di dalam fasilitas ini, crane mengangkat berbagai segmen untuk kemudian disatukan. Tim produksi menyelesaikan sambungan perpipaan, sistem kelistrikan, komponen struktural, serta pemasangan pelindung panas yang masih diperlukan.

Proses integrasi tersebut menjadi salah satu tahapan paling penting sebelum kendaraan dipindahkan ke area pengujian dan peluncuran.

Mesin Raptor Dibuat di Fasilitas Berbeda

Berbeda dengan sebagian besar struktur Starship, mesin Raptor tidak diproduksi di Starfactory.

Mesin tersebut dibuat di fasilitas SpaceX di Hawthorne, California. Setelah proses produksi, Raptor menjalani pengujian di McGregor, Texas sebelum dikirim ke Starbase.

Satu Starship menggunakan enam mesin Raptor, sedangkan booster Super Heavy menggunakan 33 mesin. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan produksi mesin apabila Starship benar-benar dioperasikan dengan frekuensi tinggi.

Sebelum peluncuran, kendaraan juga menjalani berbagai pengujian, termasuk pengujian tekanan dan hot fire test untuk memeriksa sistem propulsi serta struktur kendaraan.

Produksi Starship Disiapkan untuk Misi Besar

Kapasitas produksi Starfactory memiliki kaitan langsung dengan visi jangka panjang SpaceX.

Starship dirancang untuk mendukung berbagai jenis misi, termasuk peluncuran satelit Starlink dalam jumlah besar. Kapasitas kendaraan yang besar juga membuka peluang untuk mengangkut muatan yang lebih berat dan kompleks dibandingkan roket konvensional.

Di luar orbit Bumi, Starship juga dikembangkan untuk mendukung misi Bulan. Salah satu konsep penting dalam misi tersebut adalah pengisian bahan bakar di orbit, sehingga kendaraan dapat melakukan perjalanan lebih jauh setelah mencapai orbit Bumi.

Dalam jangka lebih panjang, SpaceX menempatkan Starship sebagai salah satu kendaraan utama untuk ambisi eksplorasi Mars.

Karena itu, kemampuan memproduksi kendaraan secara cepat menjadi faktor penting. Misi luar angkasa berskala besar membutuhkan kendaraan, tanker, satelit, serta berbagai penerbangan pendukung dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan program eksplorasi konvensional.

Kesimpulan

Starfactory menunjukkan perubahan pendekatan SpaceX terhadap manufaktur roket. Alih-alih hanya membangun kendaraan dalam jumlah terbatas, perusahaan tersebut mengembangkan sistem produksi yang menggabungkan otomatisasi, robotik, manufaktur paralel, dan integrasi dalam fasilitas berukuran sangat besar.

Target hingga 365 Starship per tahun menjadi gambaran ambisi tersebut. Jika kapasitas produksi itu dapat direalisasikan secara konsisten, Starship berpotensi berubah dari proyek pengembangan menjadi platform transportasi luar angkasa dengan frekuensi penerbangan yang jauh lebih tinggi.

Pada akhirnya, keberhasilan Starship tidak hanya akan ditentukan oleh kemampuan terbang dan melakukan pendaratan kembali. Kemampuan SpaceX memproduksi, menguji, dan mengoperasikan kendaraan dalam skala besar juga akan menjadi bagian penting dari ambisi perusahaan untuk membangun infrastruktur luar angkasa, memperluas jaringan Starlink, menjalankan misi Bulan, dan suatu hari mengirim manusia menuju Mars.

FAQ

  1. Apa itu Starfactory SpaceX? Starfactory adalah fasilitas manufaktur besar SpaceX di Starbase, Texas, yang dirancang untuk memproduksi dan mengintegrasikan kendaraan Starship dalam skala besar.
  2. Berapa kapasitas produksi Starfactory? Starfactory dirancang untuk mencapai kapasitas hingga 365 Starship per tahun atau rata-rata sekitar satu kendaraan setiap hari.
  3. Mengapa Starship menggunakan baja tahan karat? Baja tahan karat memiliki karakteristik yang sesuai untuk menghadapi lingkungan ekstrem dan temperatur kriogenik yang berkaitan dengan penyimpanan propelan Starship.
  4. Berapa jumlah mesin Raptor pada Starship? Starship menggunakan enam mesin Raptor, sedangkan booster Super Heavy menggunakan 33 mesin Raptor.
  5. Untuk apa Starship diproduksi dalam jumlah besar? Kapasitas produksi besar disiapkan untuk mendukung peluncuran Starlink, pengangkutan muatan, misi Bulan, pengisian bahan bakar di orbit, dan rencana eksplorasi Mars.

Sumber : https://youtu.be/RIh2UZH7hYA?si=8V3FynZyJRR8DdLU

Topik Terkait