Profil & Institusi

10 Program Studi dengan Mahasiswa Terdaftar Terbanyak pada Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Manajemen Teratas

5 September 2026, 22:41 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Pilihan program studi di Indonesia menunjukkan pola yang cukup beragam. Ada bidang yang memiliki jumlah mahasiswa terdaftar sangat besar pada jenjang sarjana, sementara pada jenjang profesi dan spesialis, konsentrasi mahasiswa terlihat pada bidang yang lebih spesifik.

Gambaran tersebut tercatat dalam Grafik 5.7 Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 yang memuat 10 program studi dengan jumlah mahasiswa terdaftar terbanyak pada masing-masing jenis program pendidikan. Data ini mencakup program sarjana, magister, doktoral, diploma, profesi, hingga spesialis.

Manajemen menjadi program sarjana dengan mahasiswa terbanyak

Manajemen menjadi program sarjana dengan mahasiswa terbanyak

Pada jenjang sarjana, Manajemen menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terdaftar paling tinggi, mencapai 1.096.786 mahasiswa. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan program studi yang berada di posisi berikutnya.

Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berada di posisi kedua dengan 544.740 mahasiswa, disusul Ilmu Hukum sebanyak 395.677 mahasiswa dan Akuntansi sebanyak 360.843 mahasiswa.

Selanjutnya, Ilmu Komunikasi mencatat 265.435 mahasiswa, Pendidikan Agama Islam 245.486 mahasiswa, Teknik Informatika 234.983 mahasiswa, Sistem Informasi 208.348 mahasiswa, Ilmu Administrasi Negara 206.046 mahasiswa, dan Teknik Sipil 154.682 mahasiswa.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa program studi dengan basis manajemen, pendidikan, hukum, ekonomi-akuntansi, komunikasi, serta teknologi memiliki jumlah mahasiswa yang besar pada jenjang sarjana. Namun, data ini perlu dibaca sebagai jumlah mahasiswa yang tercatat atau terdaftar, bukan sebagai ukuran langsung kualitas program studi maupun tingkat keberhasilan lulusannya.

Diploma didominasi Keperawatan dan Kebidanan

Pola berbeda terlihat pada pendidikan diploma. Keperawatan berada di urutan pertama dengan 73.412 mahasiswa, kemudian Kebidanan sebanyak 50.995 mahasiswa.

Farmasi menempati posisi ketiga dengan 29.337 mahasiswa, diikuti Perpajakan 28.607 mahasiswa dan Teknologi Laboratorium Medis 27.013 mahasiswa. Setelah itu terdapat Akuntansi 26.094 mahasiswa, Manajemen Informatika 21.324 mahasiswa, Teknik Informatika 15.725 mahasiswa, Teknik Mesin 14.141 mahasiswa, serta Perhotelan 13.518 mahasiswa.

Dominasi bidang kesehatan pada kelompok teratas diploma menunjukkan karakter pendidikan vokasi yang memiliki jalur kompetensi lebih spesifik. Keperawatan dan kebidanan menjadi dua program dengan jumlah mahasiswa paling besar dalam kelompok ini.

Pendidikan profesi memiliki konsentrasi yang sangat besar

Pada kelompok pendidikan profesi, Pendidikan Profesi Guru (PPG) tercatat memiliki 599.331 mahasiswa. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh program profesi yang ditampilkan dalam Grafik 5.7.

Di bawahnya terdapat Pendidikan Profesi Bidan dengan 28.690 mahasiswa, Profesi Ners 28.022 mahasiswa, dan Profesi Dokter 25.000 mahasiswa. Selanjutnya, Pendidikan Profesi Ners memiliki 17.833 mahasiswa, Pendidikan Profesi Guru 10.903 mahasiswa, Pendidikan Profesi Dokter 7.713 mahasiswa, Profesi Apoteker 7.345 mahasiswa, Pendidikan Profesi Apoteker 6.388 mahasiswa, serta Profesi Dokter Gigi 6.014 mahasiswa.

Besarnya angka PPG menjadi salah satu temuan paling menonjol dalam grafik. Ini sekaligus menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa pada pendidikan profesi sangat dipengaruhi oleh karakter dan skala masing-masing jalur pendidikan.

Program doktoral lebih terkonsentrasi

Berbeda dengan sarjana, jumlah mahasiswa pada 10 besar program doktoral jauh lebih kecil. Ilmu Hukum berada di posisi pertama dengan 5.353 mahasiswa, diikuti Ilmu Manajemen sebanyak 4.315 mahasiswa dan Ilmu Ekonomi sebanyak 2.782 mahasiswa.

Pendidikan Agama Islam tercatat memiliki 2.538 mahasiswa, Studi Islam 2.052 mahasiswa, Manajemen 1.862 mahasiswa, Hukum 1.828 mahasiswa, Manajemen Pendidikan Islam 1.693 mahasiswa, Ilmu Pendidikan 1.588 mahasiswa, dan Ilmu Kedokteran 1.536 mahasiswa.

Perbedaan skala tersebut wajar dibaca dalam konteks jenjang pendidikan. Program doktoral memiliki cakupan peserta yang lebih terbatas dibandingkan pendidikan sarjana, sehingga jumlah mahasiswa terdaftar tidak dapat dibandingkan secara langsung tanpa mempertimbangkan karakter masing-masing jenjang.

Bidang kesehatan mendominasi program spesialis

Pada kelompok spesialis, seluruh 10 besar yang tercantum dalam grafik merupakan bidang kesehatan. Ilmu Penyakit Dalam berada di posisi pertama dengan 1.630 mahasiswa, disusul Ilmu Kesehatan Anak 1.406 mahasiswa dan Ilmu Bedah 1.118 mahasiswa.

Berikutnya terdapat Penyakit Dalam 836 mahasiswa, Radiologi 830 mahasiswa, Anestesiologi dan Terapi Intensif 793 mahasiswa, Neurologi 709 mahasiswa, Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan 700 mahasiswa, Obstetri dan Ginekologi 540 mahasiswa, serta Ilmu Kesehatan Mata 393 mahasiswa.

Data ini memperlihatkan bahwa pada jenjang spesialis, konsentrasi mahasiswa sangat spesifik pada bidang pelayanan dan keahlian medis.

Catatan penting dalam membaca Grafik 5.7

Ada satu hal yang perlu diperhatikan pembaca. Pada tampilan Grafik 5.7 dalam Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025, angka yang tercantum pada daftar program magister sama dengan angka pada daftar program sarjana, meskipun nama program studinya berbeda. Misalnya, Manajemen pada kelompok magister tercantum 1.096.786 mahasiswa dan Ilmu Hukum 544.740 mahasiswa. Dokumen yang sama secara naratif menyebut Manajemen dan Ilmu Hukum sebagai program magister dengan mahasiswa terbanyak.

Karena itu, angka tersebut dalam artikel ini disajikan sebagaimana tercantum dalam sumber resmi dan tidak dilakukan koreksi atau perhitungan ulang. Pembaca sebaiknya menjadikan Grafik 5.7 sebagai rujukan sesuai publikasi resmi dan memperhatikan kemungkinan adanya ketidakkonsistenan penyajian angka pada bagian magister.

Kesimpulan

Grafik 5.7 Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 menunjukkan bahwa konsentrasi mahasiswa berbeda menurut jenjang pendidikan. Manajemen menjadi program sarjana dengan jumlah mahasiswa terdaftar terbesar, Keperawatan memimpin kelompok diploma, Pendidikan Profesi Guru mendominasi program profesi, Ilmu Hukum berada di posisi teratas pada doktoral, sedangkan bidang kesehatan mendominasi program spesialis.

Bagi pendidikan tinggi Indonesia, data ini penting bukan sekadar untuk melihat program studi yang memiliki banyak mahasiswa, tetapi juga untuk memahami bagaimana mahasiswa tersebar pada berbagai jalur pendidikan. Data tersebut dapat menjadi salah satu gambaran dalam membaca struktur dan dinamika pendidikan tinggi nasional.

FAQ

  1. Apa program studi dengan mahasiswa terdaftar terbanyak pada jenjang sarjana?
    Manajemen menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terdaftar terbanyak, yaitu 1.096.786 mahasiswa.
  2. Berapa jumlah mahasiswa PGSD yang tercatat dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025?
    Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar tercatat memiliki 544.740 mahasiswa terdaftar pada kelompok program sarjana.
  3. Program diploma apa yang memiliki mahasiswa terdaftar terbanyak?
    Keperawatan berada di posisi pertama dengan 73.412 mahasiswa, disusul Kebidanan dengan 50.995 mahasiswa.
  4. Program profesi apa yang memiliki mahasiswa terdaftar paling banyak?
    Pendidikan Profesi Guru tercatat sebagai program profesi dengan jumlah terbesar, yaitu 599.331 mahasiswa.
  5. Apa program spesialis dengan mahasiswa terdaftar terbanyak?
    Ilmu Penyakit Dalam berada di posisi pertama dengan 1.630 mahasiswa, diikuti Ilmu Kesehatan Anak 1.406 mahasiswa dan Ilmu Bedah 1.118 mahasiswa.

Sumber Data

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek, Grafik 5.7 halaman 141.

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 – Kemdiktisaintek

Topik Terkait