Life & Campus

7 Golongan Manusia Terburuk Menurut Rasulullah ?, Sudahkah Kita Berkaca?

9 September 2026, 08:58 WIB / Tutut Septia Wati
7 Golongan Manusia Terburuk Menurut Rasulullah ?, Sudahkah Kita Berkaca?

7 Golongan Manusia Terburuk Menurut Rasulullah ?, Sudahkah Kita Berkaca?

Yogyakarta, Kampus Times- Ada kalanya manusia lebih sibuk mencari siapa yang paling baik daripada memeriksa sifat buruk yang mungkin masih bersemayam dalam dirinya. Padahal, Rasulullah memberikan banyak peringatan tentang perilaku yang harus dihindari agar seorang Muslim tidak terjerumus dalam akhlak tercela.

Peringatan tersebut bukan untuk menjadi alasan menghakimi orang lain. Sebaliknya, hadis-hadis Nabi dapat menjadi cermin untuk mengevaluasi diri: apakah ucapan, perbuatan, harta, usia, dan keberadaan kita sudah membawa kebaikan bagi orang lain?

1. Bermuka Dua dalam Pergaulan

Rasulullah  menyebut manusia bermuka dua sebagai salah satu golongan yang paling buruk. Mereka menunjukkan sikap berbeda ketika berhadapan dengan kelompok yang berbeda, demi kepentingan atau keuntungan tertentu.

Sikap semacam ini menunjukkan lemahnya kejujuran dan ketulusan. Seseorang dapat terlihat ramah di hadapan satu pihak, tetapi justru menjelekkan pihak tersebut ketika berada bersama orang lain.

Islam mengajarkan agar seorang Muslim menjaga kejujuran dalam perkataan dan sikap. Karena itu, peringatan tentang sifat bermuka dua seharusnya menjadi bahan introspeksi sebelum kita menilai perilaku orang lain.

2. Orang yang Ditakuti Karena Kejahatannya

Rasulullah  juga memperingatkan tentang seseorang yang dijauhi masyarakat karena mereka takut terhadap kejahatannya. Kehadirannya bukan menghadirkan rasa aman, melainkan kewaspadaan.

Kekuatan, jabatan, pengaruh, atau keberanian seharusnya tidak digunakan untuk menakut-nakuti sesama. Justru semakin besar kekuasaan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan perlindungan dan keadilan.

Kisah Khalid bin Walid dapat menjadi gambaran perubahan. Setelah memeluk Islam, kekuatan yang sebelumnya digunakan dalam peperangan kemudian menjadi bagian penting dalam membela dan melindungi umat.

3. Membaca Al-Qur'an tetapi Tidak Mengubah Perilaku

Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang mulia. Namun, pesan Al-Qur'an tidak berhenti pada lantunan ayat.

Rasulullah  memberikan peringatan terhadap orang yang membaca Kitab Allah tetapi tidak tersentuh oleh nasihat yang terkandung di dalamnya. Artinya, bacaan semestinya membawa pengaruh terhadap hati dan perilaku.

Utsman bin Affan dikenal memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur'an. Keteladanan beliau mengingatkan bahwa membaca wahyu semestinya berjalan bersama perenungan, ketundukan, dan amal nyata.

Al-Qur'an idealnya menjadi pedoman hidup. Membacanya perlu diikuti usaha memahami pesan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menjadikan Kuburan sebagai Tempat Ibadah

Rasulullah  memberikan peringatan keras terhadap praktik menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Peringatan ini berkaitan dengan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dan tidak berlebihan dalam mengagungkan seseorang.

Menghormati orang saleh tidak berarti mengubah arah ibadah kepada selain Allah. Seorang Muslim tetap diperintahkan menempatkan Allah sebagai satu-satunya tujuan ibadah.

Karena itu, kecintaan kepada ulama, orang saleh, dan para pendahulu hendaknya diwujudkan dengan mempelajari keteladanan mereka, bukan melalui tindakan yang melampaui batas.

5. Merebut Hak Orang Lain demi Kepentingan Dunia

Harta dapat menjadi ujian ketika seseorang rela mengorbankan kejujuran untuk mendapatkannya. Rasulullah memperingatkan keras orang yang menghancurkan kehidupan akhirat demi memperoleh harta dunia milik orang lain.

Persoalan hak manusia tidak dapat dianggap ringan. Tanah, uang, warisan, pekerjaan, maupun bentuk harta lainnya harus diperoleh melalui cara yang benar.

Kisah Al-Ash'ats bin Qais dalam persoalan sengketa tanah menjadi pengingat pentingnya takut kepada konsekuensi mengambil hak orang lain secara tidak benar. Kekayaan yang diperoleh dengan cara zalim tidak sebanding dengan kerugian di akhirat.

6. Panjang Umur tetapi Buruk Amal

Panjang usia bukan sekadar keberuntungan. Dalam pandangan Islam, usia menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperbaiki kesalahan.

Rasulullah  menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sebaliknya, orang yang panjang umur tetapi buruk amalnya termasuk manusia yang merugi.

Pesan ini mengajak setiap orang memandang waktu sebagai amanah. Bertambahnya usia semestinya diikuti bertambahnya kedewasaan, ilmu, kepedulian, dan amal kebaikan.

7. Tidak Bisa Diharapkan Kebaikannya

Ukuran akhlak seseorang juga dapat dilihat dari pengaruh kehadirannya terhadap orang lain. Rasulullah  menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang diharapkan kebaikannya dan orang lain merasa aman dari keburukannya.

Sebaliknya, manusia terburuk adalah mereka yang kebaikannya tidak dapat diharapkan dan keburukannya membuat orang lain tidak merasa aman.

Teladan Abu Bakar Ash-Shiddiq menggambarkan bagaimana seorang Muslim idealnya menjadi sumber ketenangan bagi lingkungan sekitarnya. Kehadirannya memberikan manfaat, sementara ucapannya membawa penguatan dan kebaikan.

Kesimpulan

Tujuh peringatan tentang manusia terburuk menurut Rasulullah pada dasarnya mengajak kita melakukan introspeksi. Bermuka dua, menebarkan ketakutan, membaca Al-Qur'an tanpa mengamalkannya, berlebihan dalam penghormatan terhadap kuburan, mengambil hak orang lain, menyia-nyiakan usia, hingga menjadi pribadi yang tidak memberi rasa aman adalah sifat yang perlu dihindari.

Pelajaran terpentingnya bukan mencari siapa yang layak disebut buruk, melainkan bertanya kepada diri sendiri: apakah kehadiran kita sudah membawa kebaikan bagi orang lain?

Selama seseorang masih memiliki kesempatan hidup, pintu perubahan tetap terbuka. Usia, ilmu, harta, dan kedudukan seharusnya menjadi sarana untuk memperbaiki diri serta memperbanyak manfaat.

Dengan demikian, peringatan Rasulullah ? tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi dorongan untuk membangun akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

  1. Apa saja golongan manusia terburuk menurut Rasulullah ? Di antaranya orang bermuka dua, orang yang ditakuti karena kejahatannya, orang yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkannya, orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, orang yang mengambil hak orang lain, orang yang panjang umur tetapi buruk amalnya, serta orang yang tidak dapat diharapkan kebaikannya.
  2. Mengapa sifat bermuka dua dilarang dalam Islam? Karena sikap tersebut mencerminkan ketidakjujuran dan dapat menimbulkan permusuhan serta kerusakan hubungan antarmanusia.
  3. Apakah membaca Al-Qur'an saja sudah cukup? Membaca Al-Qur'an merupakan amal yang mulia, tetapi seorang Muslim juga dianjurkan memahami, merenungkan, dan mengamalkan kandungannya.
  4. Mengapa panjang umur bisa menjadi sesuatu yang buruk? Panjang umur menjadi buruk apabila tidak diiringi perbaikan amal dan justru digunakan untuk terus melakukan keburukan.
  5. Apa pelajaran utama dari hadis tentang manusia terburuk? Pelajaran utamanya adalah menjadikan peringatan Rasulullah sebagai bahan introspeksi agar kita memperbaiki akhlak dan menjadi pribadi yang aman serta bermanfaat bagi orang lain.

Topik Terkait

Trending Hari Ini