Kampus Times- Perkembangan media sosial membuat komunikasi berlangsung semakin cepat dan terbuka. Setiap orang dapat menyampaikan pendapat, membagikan informasi, memberikan komentar, hingga membangun percakapan publik hanya melalui perangkat digital.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan. Kebebasan berekspresi di ruang digital perlu berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap dampak dari setiap ucapan, unggahan, maupun komentar yang disampaikan kepada orang lain.
Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Deepublish Store Goes to UGM melalui agenda Talkshow & Bedah Buku bertajuk “Etika Komunikasi Digital: Antara Kebebasan Berekspresi dan Tanggung Jawab Sosial”.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas bagaimana masyarakat dapat menggunakan kebebasan berkomunikasi secara lebih bijak, terutama ketika media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa Etika Komunikasi Digital Semakin Penting?
Ruang digital memungkinkan informasi menyebar dalam waktu singkat. Sebuah unggahan yang awalnya ditujukan kepada lingkaran tertentu dapat dengan mudah dibaca, dibagikan, dan dikomentari oleh lebih banyak orang.
Situasi ini membuat komunikasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat. Pengguna juga perlu memahami konsekuensi sosial dari pesan yang mereka sebarkan.
Kebebasan berekspresi pada akhirnya membutuhkan tanggung jawab. Perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan, tetapi cara menyampaikannya menjadi bagian penting dari etika komunikasi.
Di sinilah literasi digital dan pemahaman etika memiliki peran. Pengguna media sosial perlu membangun kebiasaan untuk berpikir sebelum mengunggah, mempertimbangkan konteks informasi, serta memahami bahwa di balik setiap akun terdapat individu lain yang juga memiliki hak untuk dihormati.
Bedah Buku “Etika dan Medsos”
Salah satu agenda utama kegiatan adalah bedah buku “Etika dan Medsos: Menimbang Kewajiban, Manfaat, dan Kebajikan di Ruang Digital” karya Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum.
Buku tersebut menjadi pijakan pembahasan mengenai bagaimana etika dapat digunakan untuk melihat berbagai persoalan yang muncul dalam interaksi di media sosial.
Pembahasan mengenai kewajiban, manfaat, dan kebajikan memberikan perspektif bahwa aktivitas digital bukan sekadar persoalan teknologi. Cara seseorang berkomunikasi juga berkaitan dengan pilihan moral dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.
Dalam konteks tersebut, media sosial dapat dipahami bukan hanya sebagai tempat berbagi informasi atau mengekspresikan diri, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membutuhkan sikap saling menghargai.
Menghubungkan Kebebasan dengan Tanggung Jawab
Kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dari komunikasi publik. Namun, kebebasan tersebut tidak berarti seseorang dapat mengabaikan dampak komunikasi terhadap orang lain.
Tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara hak untuk menyampaikan pendapat dan tanggung jawab sosial atas pesan yang disampaikan. Prinsip ini semakin relevan ketika percakapan di media sosial kerap berlangsung secara spontan dan emosional.
Talkshow ini dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kebiasaan berkomunikasi di ruang digital. Bukan hanya soal apa yang boleh dikatakan, tetapi juga bagaimana sebuah pendapat disampaikan secara bertanggung jawab.
Hadirkan Pembicara dari Lingkungan Akademik dan Profesional
Talkshow dan bedah buku ini menghadirkan beberapa figur dengan latar belakang yang berbeda.
Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum. hadir sebagai penulis buku sekaligus dosen Fakultas Filsafat UGM. Kehadirannya memberikan perspektif akademik dalam membahas etika, media sosial, dan perilaku manusia di ruang digital.
Sementara itu, sesi bedah buku menghadirkan Sigit Bayu Cahyanto, S.Tr.T., CEE®, CSDA®, yang tercantum sebagai pembahas. Ia merupakan LPDP Awardee, Master of Information Technology UGM, serta Mahasiswa Berprestasi 1 Diploma UGM & D.I. Yogyakarta 2023.
Acara juga akan dipandu oleh Syahrindra Restu Rahmadhani, S.H. sebagai moderator. Ia tercantum sebagai Ketua Umum Dimas Daieng DIY 2025–2027.
Kombinasi perspektif akademik, profesional, dan kepemudaan tersebut membuat pembahasan mengenai etika komunikasi digital menjadi semakin relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Gratis dan Digelar Secara Online
Deepublish Store Goes to UGM dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom, sehingga peserta dapat mengikuti acara tanpa harus hadir secara langsung di lokasi kampus.
Menariknya, kegiatan ini dibuka secara gratis dengan kuota yang disebut terbatas. Peserta juga mendapatkan fasilitas berupa e-sertifikat dan doorprize.
Selain talkshow dan bedah buku, flyer kegiatan juga mencantumkan bazaar area yang menghadirkan buku Deepublish Store serta merchandise dari Digital Printing.
Cara Mendaftar
Peserta yang ingin mengikuti kegiatan dapat melakukan pendaftaran melalui:
Karena kuota peserta terbatas, calon peserta perlu memperhatikan informasi pendaftaran dan memastikan proses registrasi dilakukan sesuai ketentuan penyelenggara.
Relevan untuk Pengguna Media Sosial
Topik yang diangkat dalam kegiatan ini tidak hanya relevan bagi mahasiswa atau kalangan akademik. Etika komunikasi digital menjadi persoalan yang dekat dengan hampir semua pengguna internet.
Mahasiswa, tenaga pendidik, pekerja, komunitas, maupun masyarakat umum setiap hari berinteraksi melalui berbagai platform digital. Setiap unggahan dan komentar berpotensi membentuk persepsi, memengaruhi orang lain, bahkan memicu percakapan yang lebih luas.
Karena itu, kemampuan berkomunikasi secara etis menjadi salah satu bagian penting dari kecakapan hidup di era digital.
Kegiatan seperti talkshow dan bedah buku dapat menjadi ruang untuk memperluas perspektif. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan media sosial, tetapi juga diajak melihat hubungan antara kebebasan, kewajiban, manfaat, dan kebajikan dalam kehidupan digital.
Kesimpulan
Deepublish Store Goes to UGM menghadirkan talkshow dan bedah buku dengan tema “Etika Komunikasi Digital: Antara Kebebasan Berekspresi dan Tanggung Jawab Sosial” pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Melalui pembahasan buku Etika dan Medsos: Menimbang Kewajiban, Manfaat, dan Kebajikan di Ruang Digital, kegiatan ini mengangkat persoalan yang semakin penting di tengah intensitas penggunaan media sosial.
Kebebasan berekspresi akan menjadi lebih bermakna ketika disertai tanggung jawab. Di ruang digital yang serba cepat, kemampuan untuk berpikir sebelum berkomunikasi, menghargai orang lain, dan mempertimbangkan dampak sebuah pesan menjadi bagian penting dari etika bermedia sosial.
Dengan format gratis melalui Zoom, fasilitas e-sertifikat dan doorprize, serta kuota terbatas, kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang relevan bagi masyarakat yang ingin memahami komunikasi digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab.