News

Gerakan Literasi Kesehatan di Korea Selatan, Dosen Farmasi UAD Edukasi Dagusibu Obat dan Kosmetik

26 Agustus 2026, 11:37 WIB / Afif Alauddin
Sumber uad.ac.id dirapikan AI

Sumber uad.ac.id dirapikan AI

JEJU, Kampus Times - Dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat internasional mengenai prinsip Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat serta pemilihan kosmetik aman bagi diaspora Indonesia di Pulau Jeju, Korea Selatan, pada pertengahan Agustus 2026. Langkah edukatif yang dipelopori akademisi UAD ini menjadi krusial di tengah tantangan perbedaan regulasi medis, bahasa, dan standar produk farmasi yang kerap dihadapi Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun mahasiswa di luar negeri.

Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman mandiri masyarakat Indonesia dalam mengelola obat-obatan secara bijak dan menghindari risiko bahaya bahan kimia berbahaya pada kosmetik impor maupun lokal di Korea Selatan.

Implementasi Dagusibu dan Keamanan Produk Kosmetik Bagi Diaspora

Pelaksanaan program pengabdian internasional ini berfokus pada pemberian pemahaman praktis serta tata cara penanganan obat sesuai standar kefarmasian. Selain itu, para akademisi memberikan panduan teknis mengenai klasifikasi bahan dalam kosmetik yang aman digunakan sehari-hari.

Beberapa poin penting dan fokus materi yang disampaikan dalam agenda pengabdian tersebut meliputi:

  • Penerapan Prinsip Dagusibu: Para peserta dibekali tata cara memperoleh obat legal, menggunakan obat sesuai dosis dan indikasi, menyimpan obat pada suhu yang tepat, serta membuang sisa obat atau kemasan secara aman agar tidak mencemari lingkungan.

  • Identifikasi Kosmetik Aman: Tim dosen Farmasi UAD memberikan panduan cara membaca label komposisi, memeriksa sertifikasi keamanan produk, dan mengenali tanda-tanda kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

  • Navigasi Regulasi Farmasi Lokal: Edukasi ini membantu diaspora memahami perbedaan aturan pembelian obat bebas (over-the-counter) dan obat resep di fasilitas kesehatan Korea Selatan.

  • Respon Positif Komunitas: Para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Jeju menyambut antusias program tersebut karena membantu menjawab kendala keterbatasan akses informasi kesehatan akibat hambatan bahasa.

Inisiatif ini membuktikan kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga ke level internasional.

Kesimpulan

Kesimpulan

Edukasi Dagusibu obat dan keamanan kosmetik yang dilakukan dosen Farmasi UAD di Pulau Jeju menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat Indonesia di luar negeri. Melalui pemahaman yang tepat mengenai pengelolaan obat dan pemilihan kosmetik, diaspora Indonesia diharapkan dapat menjaga kesehatan secara mandiri serta terhindar dari risiko penggunaan produk yang membahayakan.

FAQ

  1. Siapa yang menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan di Pulau Jeju? Dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

  2. Siapa sasaran utama dari program pengabdian masyarakat internasional ini? Diaspora Indonesia, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa yang tinggal di Pulau Jeju, Korea Selatan.

  3. Apa yang dimaksud dengan konsep Dagusibu yang disampaikan dalam edukasi? Dagusibu adalah singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara tepat dan benar.

  4. Mengapa edukasi pemilihan kosmetik menjadi salah satu fokus materi? Untuk membantu diaspora mengenali bahan-bahan aman dan menghindari dampak bahaya dari penggunaan produk kosmetik yang tidak berizin atau berisiko tinggi.

  5. Apa manfaat utama kegiatan ini bagi WNI di Korea Selatan? Meningkatkan literasi kesehatan mandiri serta membantu menavigasi aturan kefarmasian di luar negeri di tengah kendala bahasa dan budaya.

Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan resmi dengan judul asli "Dosen Farmasi UAD Edukasi Dagusibu Obat dan Kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan" yang dipublikasikan pada portal berita resmi Universitas Ahmad Dahlan.

Topik Terkait