Bojonegoro, Kampus Times- Pengembangan sektor pertanian tidak lagi hanya berfokus pada satu jenis komoditas. Pemanfaatan lahan secara lebih optimal melalui integrasi berbagai kegiatan budidaya menjadi salah satu pendekatan yang dapat membuka peluang produktivitas sekaligus usaha baru bagi masyarakat.
Melalui Program Tematik Integrated Farming, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro menghadirkan pelatihan pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya ikan, sayuran, dan anggur import dalam satu sistem.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kebun Edukasi Mina Agro Tlogorejo, P4S Mina Agro Tlogorejo, Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.
Konsep ini dirancang sebagai program pembelajaran sekaligus praktik pertanian terpadu yang menekankan sistem produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Mengenal Konsep Integrated Farming
Integrated Farming atau pertanian terpadu merupakan pendekatan yang menggabungkan beberapa aktivitas budidaya dalam pengelolaan lahan secara terintegrasi. Dalam program di Mina Agro Tlogorejo, peserta diperkenalkan pada tiga bidang utama, yakni budidaya ikan, budidaya sayur, serta budidaya anggur import.
Integrasi tersebut memberikan perspektif bahwa satu kawasan pertanian dapat dikembangkan untuk berbagai kegiatan produktif. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan tidak hanya menghasilkan satu komoditas, tetapi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Pendekatan semacam ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami bagaimana teknologi dan teknik budidaya dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pertanian.
Budidaya Ikan
Salah satu materi utama adalah teknik budidaya ikan yang efisien dan ramah lingkungan. Peserta akan mempelajari pengelolaan budidaya ikan dengan tujuan memperoleh hasil yang optimal sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan.
Materi tersebut menjadi penting bagi petani maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan kegiatan perikanan sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.
Budidaya Sayuran
Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai teknik budidaya sayuran, termasuk penerapan sistem yang lebih modern. Materi mencakup budidaya sayuran secara konvensional maupun hidroponik.
Pemahaman terhadap berbagai metode tersebut dapat membantu peserta menentukan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan, kebutuhan produksi, dan peluang ekonomi yang tersedia.
Budidaya Anggur Import
Komoditas lain yang menjadi perhatian dalam pelatihan adalah anggur import. Peserta akan diperkenalkan pada varietas anggur import serta teknik penanaman dan perawatannya.
Materi juga mencakup proses pemangkasan, pengelolaan tanaman hingga penanganan hasil panen. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal komoditas anggur, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai tahapan pengelolaannya secara lebih menyeluruh.
Pelatihan Tidak Hanya Teori
Salah satu nilai penting dari program Integrated Farming Mina Agro Tlogorejo adalah adanya kombinasi pembelajaran dan praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep pertanian terpadu, tetapi juga diarahkan untuk memahami penerapannya di lapangan.
Materi pelatihan mencakup konsep Integrated Farming, teknik budidaya ikan yang tepat, budidaya sayuran secara konvensional dan hidroponik, serta budidaya anggur import dari hulu hingga hilir.
Praktik lapangan langsung menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dengan kondisi nyata dalam kegiatan pertanian.
Siapa yang Bisa Mengikuti?
Program ini terbuka bagi beberapa kelompok masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan pertanian terpadu.
Sasaran peserta mencakup petani atau kelompok tani, pelaku usaha pertanian, generasi muda atau milenial pertanian, serta masyarakat umum yang berminat dalam pengembangan pertanian terpadu.
Kehadiran generasi muda menjadi salah satu peluang penting dalam pengembangan sektor pertanian. Pengetahuan mengenai teknologi, diversifikasi usaha, dan pengelolaan lahan dapat menjadi bekal untuk menciptakan model usaha pertanian yang lebih adaptif.
Manfaat Mengikuti Pelatihan Integrated Farming
Program pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk menambah wawasan teknis. Peserta juga diarahkan untuk memahami potensi ekonomi dan keberlanjutan dari pemanfaatan lahan secara terpadu.
Beberapa manfaat yang ditawarkan antara lain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil, serta membantu peserta memanfaatkan lahan secara lebih optimal.
Selain itu, konsep pertanian terpadu dapat membuka peluang usaha baru yang memiliki nilai ekonomi. Pengelolaan berbagai komoditas dalam satu kawasan juga diharapkan mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Pelatihan Integrated Farming dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 28–30 September 2026.
Kegiatan bertempat di P4S Mina Agro Tlogorejo, Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.
Lokasi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal secara lebih dekat penerapan budidaya ikan, sayuran, dan anggur dalam pendekatan pertanian terpadu.
Pendaftaran Dibuka hingga 20 September 2026
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini, periode pendaftaran berlangsung mulai 25 Agustus hingga 20 September 2026.
Fasilitas peserta yang tercantum dalam informasi program meliputi modul pelatihan, praktik lapangan, sertifikat, konsumsi, dan goodie bag.
Informasi pada flyer juga mencantumkan kontak person Pak Abdianto melalui nomor 08113399131 untuk kebutuhan pendaftaran dan informasi lebih lanjut.
Program ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya pembelajaran dan pengembangan pertanian terpadu.
Pertanian Terpadu sebagai Peluang Pengembangan Usaha
Integrated Farming menawarkan cara pandang bahwa produktivitas pertanian dapat dikembangkan melalui diversifikasi dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Ketika berbagai kegiatan budidaya dirancang dalam satu sistem, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengembangkan potensi lahannya.
Bagi petani, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk memperluas komoditas yang dikembangkan. Sementara bagi generasi muda dan pelaku usaha, konsep pertanian terpadu dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari peluang bisnis berbasis pertanian.
Yang tidak kalah penting, pengembangan pertanian tetap perlu mempertimbangkan efisiensi serta keberlanjutan. Karena itu, pembelajaran mengenai teknik budidaya, pemanfaatan lahan, dan pengelolaan hasil menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat.
Kesimpulan
Program Tematik Integrated Farming di P4S Mina Agro Tlogorejo, Bojonegoro, menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari konsep pertanian terpadu melalui kombinasi budidaya ikan, sayuran, dan anggur import.
Dengan materi yang mencakup teori hingga praktik lapangan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, peluang usaha, serta pertanian yang berkelanjutan.
Pelatihan yang berlangsung 28–30 September 2026 ini dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan model pertanian yang lebih beragam dan adaptif. Bagi petani, pelaku usaha, generasi muda, maupun masyarakat yang tertarik pada pertanian terpadu, program ini menawarkan ruang untuk belajar sekaligus melihat langsung penerapan Integrated Farming.