News

Pelatihan Tematik Pertanian 2026 di Bojonegoro: Fokus Pupuk Organik, Materi, Lokasi, dan Manfaat

30 Agustus 2026, 20:08 WIB / Tutut Septia Wati
Pelatihan Tematik Pertanian 2026 di Bojonegoro: Fokus Pupuk Organik, Materi, Lokasi, dan Manfaat

Pelatihan Tematik Pertanian 2026 di Bojonegoro: Fokus Pupuk Organik, Materi, Lokasi, dan Manfaat

Bojonegoro, Kampus Times- Pengembangan pertanian organik membutuhkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus kemampuan mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas tersebut adalah melalui Pelatihan Tematik Pertanian 2026 Bidang Pupuk Organik yang akan berlangsung di Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro bersama P4S Ustan Mandiri. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 1–3 September 2026.

Mengangkat fokus pada pupuk organik, pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori. Peserta juga akan memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis pupuk organik.

Fokus Pelatihan Pupuk Organik

Pupuk organik menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan. Pengelolaan bahan organik secara tepat dapat menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya sekaligus mendukung produktivitas kegiatan pertanian.

Melalui pelatihan ini, peserta akan diarahkan untuk memahami proses pembuatan dan pengolahan pupuk organik. Materi juga mencakup bagaimana memanfaatkan berbagai potensi bahan dan limbah yang tersedia agar memiliki nilai guna lebih tinggi.

Tidak Sekadar Teori

Salah satu nilai utama kegiatan ini adalah adanya materi dan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai pupuk organik, tetapi juga dibekali keterampilan dalam membuat dan mengolahnya.

Pendekatan praktik diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh lebih mudah diterapkan setelah pelatihan selesai. Dengan demikian, kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta yang ingin meningkatkan praktik pertanian maupun mengembangkan produk pupuk organik secara lebih mandiri.

Belajar Mengolah dan Memanfaatkan Limbah

Pelatihan juga memberikan wawasan mengenai strategi mengolah dan memanfaatkan limbah. Hal ini relevan dengan kebutuhan pertanian berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat dipelajari potensinya untuk diolah menjadi bagian dari proses produksi pupuk organik. Pemanfaatan tersebut sekaligus dapat membantu membangun pola pengelolaan bahan organik yang lebih produktif.

Siapa yang Bisa Mengikuti Pelatihan?

Pelatihan Tematik Pertanian 2026 terbuka bagi sejumlah kelompok yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pupuk organik.

Berdasarkan informasi pada flyer kegiatan, kriteria peserta meliputi:

  • Petani atau kelompok tani.
  • Petani muda atau milenial pertanian.
  • Pelaku usaha di bidang pertanian organik dan pupuk organik.

Keterlibatan petani muda menjadi salah satu aspek menarik dalam kegiatan ini. Pengetahuan mengenai pengolahan pupuk organik dapat menjadi modal untuk mengembangkan inovasi pertanian sekaligus mendorong lahirnya usaha baru di sektor agrikultur.

Materi yang Akan Didapatkan Peserta

Pelatihan dirancang dengan materi yang mencakup aspek teknis hingga pengembangan usaha. Peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami cara membuat pupuk organik, tetapi juga mengenali bagaimana produk tersebut dapat dikelola dan dikembangkan.

Beberapa manfaat yang tercantum dalam informasi kegiatan antara lain:

1. Materi dan Praktik Langsung

Peserta memperoleh pembelajaran yang dipadukan dengan praktik. Metode ini memberikan kesempatan untuk memahami proses pengolahan pupuk organik secara lebih aplikatif.

2. Keterampilan Membuat Pupuk Organik

Keterampilan teknis menjadi salah satu fokus utama. Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan pupuk organik yang dapat menjadi pengetahuan tambahan untuk kegiatan pertanian maupun usaha.

3. Strategi Mengolah dan Memanfaatkan Limbah

Pemanfaatan limbah menjadi bagian dari materi pelatihan. Peserta dapat memahami peluang mengolah bahan organik agar lebih bermanfaat dalam mendukung kegiatan pertanian.

4. Strategi Pemasaran Pupuk Organik

Pelatihan juga menyentuh aspek pemasaran. Pengetahuan pemasaran penting bagi peserta yang tidak hanya ingin memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki rencana mengembangkan produk sebagai usaha.

5. Sertifikat Pelatihan

Peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai salah satu bagian dari fasilitas kegiatan.

Lokasi Pelatihan di P4S Ustan Mandiri

Kegiatan Pelatihan Tematik Pertanian 2026 dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Ustan Mandiri.

Lokasinya berada di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. P4S Ustan Mandiri menjadi tempat pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas peserta di bidang pertanian dan pupuk organik.

Pemilihan tempat pelatihan yang berkaitan langsung dengan lingkungan pertanian juga memberikan konteks pembelajaran yang lebih aplikatif. Peserta dapat memperoleh pengalaman yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi berkaitan dengan praktik di lapangan.

Jadwal Pelatihan Tematik Pertanian 2026

Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yaitu:

1–3 September 2026

Rangkaian waktu tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengikuti materi dan praktik secara bertahap. Dengan durasi tiga hari, peserta diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara lebih menyeluruh, mulai dari pengetahuan dasar hingga penerapan dan aspek pengembangan pupuk organik.

Bagi calon peserta, informasi mengenai jadwal dan lokasi perlu diperhatikan agar dapat mempersiapkan keikutsertaan dengan baik.

Kesimpulan

Pelatihan Tematik Pertanian 2026 Bidang Pupuk Organik menjadi salah satu kegiatan peningkatan kapasitas yang relevan bagi petani, kelompok tani, petani muda, dan pelaku usaha pertanian organik di Bojonegoro.

Digelar pada 1–3 September 2026 di P4S Ustan Mandiri, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, kegiatan ini memadukan materi dan praktik mengenai pembuatan pupuk organik, pemanfaatan limbah, strategi pengolahan, hingga pemasaran.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan pertanian organik membutuhkan keterampilan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Bagi peserta, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan praktik pertanian, memanfaatkan sumber daya secara lebih optimal, sekaligus melihat peluang ekonomi dari pupuk organik.

Informasi pada flyer mencantumkan Muhammad Ali sebagai contact person kegiatan dengan nomor 0853 3006 2040.

Topik Terkait