Klaten, Kampus Times – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2025/2026 Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, mengajak siswa SMP Negeri 2 Pedan membangun pertemanan yang sehat melalui kegiatan psikoedukasi bertajuk “Menjadi Bestie yang Baik: Bersama Tumbuh, Bersama Menguatkan”.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya edukatif mahasiswa KKN UNDIP dalam memperkuat hubungan sosial yang positif sekaligus mendukung pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Sebanyak 42 siswa perwakilan kelas VII SMP Negeri 2 Pedan mengikuti kegiatan tersebut. Pemilihan tema didasarkan pada pentingnya hubungan teman sebaya dalam kehidupan remaja, ketika interaksi sosial mulai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan diri.
Koordinator kegiatan, Ihtisham Hannan Fazil Alimuddin, mahasiswa Program Studi Psikologi UNDIP sekaligus Koordinator Desa (Kordes) mahasiswa KKN di Desa Troketon, merancang kegiatan dalam format psikoedukasi interaktif.
Psikoedukasi Dikemas Interaktif dan Dekat dengan Kehidupan Siswa
Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi secara satu arah. Peserta diajak terlibat melalui kombinasi pemaparan materi, workshop, roleplay, diskusi kelompok, serta refleksi diri.
Pendekatan tersebut memungkinkan siswa memahami konsep pertemanan positif sekaligus berlatih menghadapi situasi yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan oleh Imam Setyawan, S.Psi., M.A., Dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro sekaligus Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, siswa diajak memahami bahwa teman yang baik bukan hanya seseorang yang menyenangkan untuk diajak bermain, tetapi juga sosok yang mampu membuat orang lain merasa nyaman, dihargai, dipercaya, dan didukung untuk berkembang.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan persiapan dan registrasi. Setelah pembukaan dan sambutan pihak sekolah, peserta mengikuti perkenalan Tim KKN UNDIP dan narasumber, kemudian mengerjakan pre-test.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi psikoedukasi, workshop dan roleplay, refleksi diri, serta post-test. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan foto bersama sekitar pukul 10.50 WIB.
Pertemanan Positif Menjadi Bagian dari Pencegahan Bullying

Salah satu penekanan utama kegiatan adalah bahwa pencegahan bullying tidak cukup dilakukan dengan sekadar memberikan larangan untuk tidak merundung orang lain.
Lebih dari itu, siswa perlu dibekali pemahaman mengenai perilaku positif yang dapat menjadi alternatif dalam membangun hubungan sosial. Pertemanan sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti saling menghargai, mendengarkan, membantu, menjaga kepercayaan, dan mendukung teman ketika menghadapi kesulitan.
Siswa juga diajak mengenali perilaku yang perlu dihindari dalam hubungan pertemanan. Mengejek atau merendahkan, memaksa teman, menyebarkan rahasia, mengucilkan, mengabaikan, hingga membanding-bandingkan teman merupakan perilaku yang dapat melukai perasaan dan merusak hubungan sosial.
Belajar Empati dan Komunikasi Positif
Kemampuan berempati menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Siswa diarahkan untuk mencoba memahami perasaan orang lain, menempatkan diri pada posisi teman, menunjukkan kepedulian, serta menawarkan bantuan ketika diperlukan.
Melalui komunikasi positif, siswa juga belajar bahwa memberikan saran tidak harus dilakukan dengan merendahkan. Begitu pula meminta maaf, menghargai perbedaan, dan mendengarkan cerita teman merupakan keterampilan sederhana yang dapat membangun rasa aman dalam pertemanan.
Nilai tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan saling mendukung.
Dari Penonton Menjadi Teman yang Berani Membantu
Pesan pencegahan bullying diperkuat melalui diskusi berbasis kasus yang dekat dengan kehidupan siswa SMP. Peserta diajak membahas situasi seperti teman yang dijauhi, diejek, kehilangan semangat belajar, kesulitan beradaptasi sebagai siswa baru, terpengaruh pergaulan negatif, hingga mengalami perundungan.
Dalam diskusi, siswa tidak hanya melihat persoalan dari perspektif korban. Mereka juga diajak memikirkan tindakan yang dapat dilakukan ketika menjadi teman atau saksi dari suatu kejadian.
Pada kasus bullying, misalnya, siswa diarahkan untuk tidak ikut menertawakan korban, memberikan dukungan, berani mengambil sikap terhadap tindakan yang tidak tepat, serta melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dapat membantu.
Peserta dibagi ke dalam kelompok dan didampingi fasilitator dari Tim KKN UNDIP. Diskusi dirancang agar berlangsung aman, nyaman, partisipatif, dan tidak saling menghakimi.
Siswa juga tidak diwajibkan menceritakan pengalaman pribadi atau menyebut nama orang tertentu. Apabila menghadapi persoalan serius, mereka diarahkan untuk mencari dukungan dari guru, wali kelas, guru BK, atau orang dewasa tepercaya.
Membangun Budaya Sekolah yang Saling Menguatkan
Melalui kegiatan “Menjadi Bestie yang Baik”, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap pencegahan bullying dapat dimulai dari lingkungan sosial terdekat siswa, yakni hubungan pertemanan sehari-hari.
Kebiasaan sederhana seperti mengajak teman yang sendirian untuk bergabung, tidak mengejek, menghargai perbedaan, mendengarkan ketika teman menghadapi masalah, serta berani mencari bantuan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang positif.
Kegiatan ditutup dengan refleksi diri dan post-test. Peserta kemudian diajak menerapkan nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya selama kegiatan berlangsung.
Kesimpulan
Kegiatan psikoedukasi “Menjadi Bestie yang Baik: Bersama Tumbuh, Bersama Menguatkan” menunjukkan bahwa pencegahan bullying dapat diperkuat melalui edukasi mengenai pertemanan positif.
Melalui peran KKN Tim II UNDIP 2025/2026 Desa Troketon, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk menghindari perilaku negatif, tetapi juga mendorong mereka menjadi teman yang mampu menghargai, mendukung, dan membantu satu sama lain. Semangat “Bersama Tumbuh, Bersama Menguatkan” menjadi pesan penting bahwa sekolah yang aman dibangun melalui kepedulian dan keberanian setiap warga sekolah untuk saling menjaga.
FAQ
- Apa tema kegiatan KKN UNDIP di SMPN 2 Pedan? Kegiatan bertema “Menjadi Bestie yang Baik: Bersama Tumbuh, Bersama Menguatkan” dengan fokus pada pertemanan positif dan pencegahan bullying.
- Siapa yang mengikuti kegiatan psikoedukasi tersebut? Sebanyak 42 siswa perwakilan kelas VII SMP Negeri 2 Pedan mengikuti kegiatan.
- Siapa koordinator kegiatan psikoedukasi? Kegiatan dikoordinasikan oleh Ihtisham Hannan Fazil Alimuddin, mahasiswa Program Studi Psikologi UNDIP sekaligus Kordes KKN di Desa Troketon.
- Siapa narasumber kegiatan? Narasumber kegiatan adalah Imam Setyawan, S.Psi., M.A., Dosen Fakultas Psikologi UNDIP sekaligus Pengurus HIMPSI Wilayah Jawa Tengah.
- Apa tujuan utama kegiatan tersebut? Kegiatan bertujuan membangun pertemanan positif, meningkatkan empati dan komunikasi, serta memperkuat kesadaran siswa dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah.