Klaten, Kampus Times- Membangun lingkungan sekolah yang aman dan mendukung tidak selalu harus dimulai dari program besar. Pesan sederhana tentang saling menghargai, peduli terhadap teman, dan berani mencari bantuan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah perundungan atau bullying sejak usia sekolah dasar.
Pesan tersebut menjadi fokus program psikoedukasi yang dilaksanakan Ihtisham Hannan Fazil Alimuddin, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro 2025/2026.
Program berupa pemberian dan pemasangan rangkaian poster edukasi tersebut dilaksanakan di SD Negeri 2 Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Edukasi Pertemanan Positif Sejak Sekolah Dasar
Program ini merupakan bentuk penerapan ilmu Psikologi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah mengenalkan pentingnya membangun relasi pertemanan yang sehat, meningkatkan kepedulian terhadap teman, serta mendorong pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Menurut rancangan kegiatan, anak-anak perlu memperoleh pemahaman yang sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka. Pertemanan positif tidak hanya berkaitan dengan memiliki teman, tetapi juga bagaimana siswa saling menghargai, membantu, mendengarkan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Pelaksanaan program Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro 2025/2026 tersebut berada di bawah bimbingan dosen KKN Undip, yaitu Ir. Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M.Si., Dr. Sri Isdadiyanto, S.Si., M.Si., dan Dra. Sri Yuliawati, M.Kes.
Lima Poster, Lima Pesan Berkelanjutan
Media poster dipilih karena mampu menyampaikan informasi melalui perpaduan visual dan bahasa sederhana. Bagi siswa sekolah dasar, pendekatan tersebut dapat membuat pesan edukasi lebih mudah dikenali dan diingat.
Keunggulan lainnya terletak pada keberadaan poster yang dapat dibaca berulang kali. Siswa tidak hanya menerima informasi pada saat program berlangsung, tetapi dapat kembali melihat pesan tersebut ketika beraktivitas di lingkungan sekolah.
Materi Disampaikan Secara Bertahap
Fazil menyiapkan lima poster edukasi dengan tema yang berbeda. Kelima poster tersebut dirancang untuk digunakan secara bergantian selama lima minggu dengan materi yang saling berkesinambungan.
Materi pertama berkaitan dengan pengenalan pertemanan positif. Selanjutnya, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk perundungan, tindakan yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying, cara memberikan dukungan kepada teman, serta pentingnya mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya.
Penyusunan materi secara bertahap bertujuan agar siswa tidak menerima terlalu banyak informasi dalam satu waktu. Pergantian tema juga memberikan variasi sehingga pesan edukasi tetap menarik untuk diperhatikan.
Sekolah Diberikan Ruang untuk Melanjutkan Program
Seluruh rangkaian poster diserahkan kepada pihak SD Negeri 2 Troketon. Pada minggu keempat pelaksanaan KKN, Fazil memasang poster pertama secara langsung di lingkungan sekolah.
Poster selanjutnya dapat dipasang secara mandiri oleh pihak sekolah sesuai urutan dan jadwal yang telah disiapkan. Mekanisme tersebut membuat program tidak bergantung sepenuhnya pada keberadaan mahasiswa KKN.
Keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Setelah masa KKN berakhir, pihak sekolah tetap dapat menggunakan lima poster tersebut sebagai media edukasi bagi siswa.
Mendorong Siswa Berani Bertindak
Pencegahan bullying tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mengenali tindakan perundungan. Anak-anak juga perlu mengetahui langkah yang tepat ketika mereka menjadi korban maupun ketika melihat teman mengalami perlakuan yang tidak semestinya.
Melalui rangkaian materi tersebut, siswa diharapkan memahami pentingnya memberikan dukungan kepada teman dan tidak membiarkan tindakan perundungan berlangsung. Mereka juga diarahkan untuk memahami bahwa meminta bantuan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya merupakan langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang sulit.
Membangun Lingkungan Sekolah yang Suportif
Pesan yang ditempatkan di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi pengingat dalam aktivitas sehari-hari. Ketika siswa terbiasa melihat pesan tentang kepedulian, penghargaan terhadap teman, dan pencegahan bullying, nilai tersebut diharapkan semakin dekat dengan kehidupan mereka.
Lingkungan sekolah yang suportif juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang dewasa di sekitar anak memiliki peran dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman.
Mendukung Kesejahteraan dan Pendidikan Berkualitas
Program psikoedukasi ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pendekatan promotif dan preventif untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa.
Program tersebut juga sejalan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Edukasi mengenai keterampilan sosial, hubungan pertemanan, dan pencegahan bullying menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik. Kemampuan membangun hubungan yang sehat dan memahami cara menghadapi persoalan sosial juga menjadi bagian penting dalam perkembangan anak.
Pesan Sederhana untuk Perubahan yang Berkelanjutan
Program poster edukasi di SD Negeri 2 Troketon menunjukkan bahwa media sederhana dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan yang penting secara berulang dan berkelanjutan.
Lima poster dengan tema berbeda memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari isu pertemanan positif dan bullying secara bertahap. Model tersebut juga memberikan ruang bagi sekolah untuk melanjutkan edukasi meskipun kegiatan KKN telah selesai.
Fazil berharap rangkaian poster tersebut dapat membantu sekolah menumbuhkan hubungan pertemanan yang sehat. Siswa diharapkan semakin terbiasa saling menghargai, peduli terhadap kondisi teman, berani mencari bantuan ketika menghadapi bullying, dan turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta suportif.
Kesimpulan
Program psikoedukasi melalui poster yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip di SD Negeri 2 Troketon menjadi langkah sederhana untuk memperkuat edukasi mengenai pertemanan positif dan pencegahan bullying sejak usia sekolah dasar.
Konsep lima poster yang digunakan secara bergantian selama lima minggu memberikan pendekatan edukasi yang bertahap sekaligus berkelanjutan. Lebih dari sekadar media informasi, rangkaian poster tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi siswa untuk saling menghargai, membantu teman, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi perundungan.
Keberlanjutan program melalui pengelolaan mandiri oleh pihak sekolah menjadi nilai penting. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, pesan sederhana tentang kepedulian dan pertemanan sehat dapat berkembang menjadi bagian dari budaya sekolah yang aman, sehat, dan suportif.
FAQ
- Apa tujuan program mahasiswa KKN Undip di SDN 2 Troketon? Program bertujuan memberikan psikoedukasi mengenai pertemanan positif, kepedulian terhadap teman, dan pencegahan bullying di lingkungan sekolah dasar.
- Mengapa media poster digunakan dalam program ini? Poster dipilih karena dapat menyampaikan pesan melalui visual dan bahasa sederhana serta memungkinkan siswa membaca kembali materi secara berulang.
- Berapa jumlah poster yang disiapkan? Sebanyak lima poster edukasi disiapkan dan dirancang untuk digunakan secara bergantian selama lima minggu.
- Apa saja materi yang terdapat dalam poster? Materinya mencakup pertemanan positif, bentuk bullying, tindakan saat melihat atau mengalami perundungan, cara mendukung teman, dan pentingnya mencari bantuan dari orang dewasa terpercaya.
- Apakah program dapat dilanjutkan setelah KKN selesai? Ya. Seluruh poster diserahkan kepada pihak sekolah sehingga pemasangan dan penyampaian pesan edukasi dapat dilanjutkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir.