Jombang, Kampus Times- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menghadirkan inovasi pengelolaan limbah di Dusun Nampu, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Melalui program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa mengajak warga mengolah limbah plastik dan oli bekas menjadi paving block ramah lingkungan.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan.
Pemilihan Dusun Nampu sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kondisi akses jalan di wilayah tersebut yang masih berupa jalan tanah. Karena itu, pemanfaatan paving block hasil pengolahan limbah diharapkan dapat menjadi alternatif yang dimulai dari lingkungan warga, khususnya untuk memaving area jalan di depan rumah.
KKN UNWAHA Dorong Pemberdayaan Warga
Melibatkan Pemerintah Desa hingga RT dan RW
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN UNWAHA melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Klitih, Kepala Dusun Nampu, serta pengurus RT dan RW setempat. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat berjalan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Pelaksanaan program kemudian dikemas melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik pembuatan paving block. Sekitar 20 warga Dusun Nampu mengikuti kegiatan tersebut dan memperoleh kesempatan untuk memahami sekaligus mempraktikkan proses pengolahan limbah.
Pendekatan berbasis praktik membuat kegiatan tidak berhenti pada penyampaian informasi. Warga secara langsung mempelajari tahapan pengolahan sehingga diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri setelah program KKN selesai.
Warga Belajar Mengolah Limbah Plastik dan Oli
Dalam sesi sosialisasi, warga mendapatkan pemahaman mengenai dampak pencemaran yang ditimbulkan limbah plastik dan oli bekas apabila tidak dikelola dengan baik. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik pemilahan dan pelelehan plastik serta komposisi campuran bahan untuk pembuatan paving block.
Tahapan berikutnya dilakukan melalui praktik pencetakan menggunakan cetakan yang telah disiapkan. Mahasiswa KKN UNWAHA mendampingi warga selama proses berlangsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahap pembuatan secara lebih konkret.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif. Limbah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan dapat diarahkan menjadi bahan untuk menghasilkan produk yang memiliki fungsi tertentu.
Hasilkan Sampel Paving Block
Berpotensi untuk Jalan Setapak dan Halaman Rumah
Dari proses pelatihan dan praktik tersebut, tim KKN UNWAHA bersama warga berhasil menghasilkan sejumlah sampel paving block dengan variasi ukuran sesuai cetakan yang digunakan. Produk yang dihasilkan memiliki tekstur padat dan permukaan yang cukup rata.
Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi pemanfaatan limbah plastik sebagai bagian dari inovasi material alternatif. Paving block yang dihasilkan dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan jalan setapak, halaman rumah, maupun area tertentu di sekitar fasilitas umum Dusun Nampu.
Namun, pemanfaatan produk tetap perlu memperhatikan kesesuaian penggunaan, kualitas, daya tahan, serta standar teknis yang diperlukan. Dengan pengembangan dan pengujian lebih lanjut, inovasi semacam ini dapat memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas.
Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah
Program KKN UNWAHA di Dusun Nampu membawa pesan bahwa pengelolaan limbah tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Perubahan dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan melibatkan masyarakat dalam mengenali masalah, mencoba solusi, dan menghasilkan produk yang bermanfaat.
Limbah plastik dan oli bekas yang tidak dikelola berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Melalui inovasi ini, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengelolaan yang lebih kreatif sekaligus membuka peluang munculnya kegiatan produktif berbasis lingkungan.
Selain aspek lingkungan, program tersebut juga memiliki nilai edukatif. Warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut menjadi pelaku dalam proses pengolahan limbah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
Harapan untuk Desa Klitih
Mahasiswa KKN UNWAHA berharap program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat terus dikembangkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Lebih jauh, inovasi paving block dari limbah plastik diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Desa Klitih untuk mengembangkan berbagai bentuk pengelolaan sampah lainnya. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, persoalan limbah dapat diarahkan menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.
Kesimpulan
Program KKN UNWAHA di Dusun Nampu, Desa Klitih, menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan inovasi lingkungan. Melalui pengolahan limbah plastik dan oli bekas menjadi paving block, mahasiswa bersama warga mencoba menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Lebih dari sekadar menghasilkan paving block, kegiatan ini mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah. Ketika pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dipadukan, sampah dapat dikelola secara lebih kreatif untuk menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
FAQ
- Apa inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN UNWAHA di Dusun Nampu? Mahasiswa KKN UNWAHA mengembangkan pengolahan limbah plastik dan oli bekas menjadi paving block ramah lingkungan.
- Berapa warga yang mengikuti kegiatan tersebut? Sekitar 20 warga Dusun Nampu mengikuti sosialisasi, pelatihan, dan praktik pembuatan paving block.
- Mengapa Dusun Nampu dipilih sebagai lokasi program? Dusun Nampu dipilih karena akses jalan menuju wilayah tersebut masih berupa jalan tanah sehingga paving block berpotensi dimanfaatkan untuk lingkungan sekitar rumah.
- Apa saja yang dipelajari warga dalam pelatihan? Warga mempelajari dampak limbah, pemilahan dan pelelehan plastik, komposisi bahan, hingga proses pencetakan paving block.
- Untuk apa paving block hasil kegiatan dapat dimanfaatkan? Sampel paving block berpotensi digunakan untuk jalan setapak, halaman rumah, dan kawasan fasilitas umum dengan tetap memperhatikan kualitas serta kesesuaian teknis penggunaannya.