YOGYAKARTA, KampusTimes.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara konsisten mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang menjamin hak-hak kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui penguatan infrastruktur, peningkatan sistem layanan, serta pembentukan budaya yang menghargai keberagaman, UMY secara aktif memperkuat komitmennya untuk menghadirkan ekosistem kampus ramah disabilitas. Komitmen strategis ini dibedah secara mendalam dalam ajang Talkshow Inklusivitas yang dirangkaikan dengan peluncuran majalah UMY Magz Edisi ke-7 bertajuk "Menumbuhkan Ruang Aman untuk Semua" pada Senin, 20 Juli 2026 di Kampus Terpadu UMY.
Langkah berkelanjutan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara penyediaan sarana fisik yang aksesibel, saluran pengaduan yang responsif, serta pendampingan komunitas agar seluruh mahasiswa berkebutuhan khusus dapat menempuh studi secara aman, nyaman, dan setara.
Suara Mahasiswa Disabilitas dan Aspirasi Aksesibilitas Fasilitas Physical
Dalam sesi diskusi interaktif tersebut, Intan Tri Agustin, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam FSIP UMY sekaligus penyandang disabilitas daksa, membagikan pengalaman empirisnya selama menuntut ilmu. Intan mengapresiasi iklim kampus yang telah menyediakan lingkungan belajar nyaman dan memberikan ruang beraktivitas secara inklusif tanpa stigma. Kendati demikian, ia menyoroti pentingnya penyempurnaan sarana fisik secara merata di setiap sudut gedung perkuliahan.
Intan menyampaikan beberapa poin krusial terkait peningkatan aksesibilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa difabel:
Pemerataan Sanitasi Inklusif: Keberadaan toilet disabilitas diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di lantai dasar atau lantai satu saja, melainkan tersedia di setiap lantai gedung yang aktif digunakan mahasiswa.
Pemeliharaan Fasilitas Berkala: Diperlukan perawatan sarana fisik secara rutin agar fungsi alat bantu seperti bidang miring (ramp) maupun lift tetap optimal.
Kanal Pengaduan Aksesibel: Penyediaan saluran aspirasi yang mudah dijangkau untuk menyampaikan masukan teknis terkait hambatan mobilitas di lingkungan kampus.
Sistem Evaluasi Operasional dan Rencana Aksesibilitas Masjid Kampus
Merespons masukan dari mahasiswa, Direktur Direktorat Operasional dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Dr. Ir. Surya Budi Lesmana, M.T., menjelaskan bahwa pihak rektorat secara berkala melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas kampus. Evaluasi ini memanfaatkan sistem pengaduan terpadu yang memproses ratusan laporan setiap bulannya guna menentukan skala prioritas perbaikan operasional secara objektif.
"Setiap bulan kami menerima sekitar 500 aduan. Lampu mati masuk ke sistem pengaduan, keran bocor juga masuk ke sistem yang sama. Setiap minggu kami melakukan evaluasi untuk melihat mana yang sudah selesai, mana yang masih dalam proses, dan mana yang memerlukan tindak lanjut," papar Surya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem inklusif tidak hanya difokuskan pada pembangunan gedung baru, melainkan juga merenovasi struktur bangunan yang sudah ada. Saat ini, UMY sedang merancang peningkatan fasilitas aksesibilitas di Masjid KH. Ahmad Dahlan bagi mahasiswa penyandang disabilitas dan kelompok lansia. Pihaknya tengah mengkaji desain terbaik, termasuk opsi pemasangan lift khusus yang mempertimbangkan tata letak dan kenyamanan para jamaah.
Penguatan Komunitas Advokasi dan Layanan Pendidikan Adaptif
Di luar penyempurnaan sarana fisik, dimensi sosial dan pendampingan psikologis turut menjadi pilar utama pembentukan kampus ramah disabilitas. Ketua Pusat Studi Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial UMY, Dr. Arni Surwanti, M.Si., menekankan pentingnya wadah komunitas bagi mahasiswa difabel untuk saling menguatkan dan menyuarakan aspirasi secara langsung.
"Pentingnya berkomunitas adalah agar kita dapat saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan memperkuat advokasi. Persoalan disabilitas sering kali hanya benar-benar dipahami ketika disampaikan langsung oleh penyandang disabilitas yang mengalaminya," ujar Arni.
Arni menegaskan bahwa lembaga perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral dan akademis untuk terus mengikis berbagai hambatan. Sinergi antara perbaikan sarana fisik, penyediaan layanan pendidikan adaptif, serta pelibatan aktif seluruh civitas akademika menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem belajar yang setara dan ramah bagi semua orang.
Kesimpulan
Langkah taktis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam membangun ekosistem kampus ramah disabilitas merupakan bukti nyata sinergi antara evaluasi infrastruktur berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas. Melalui respons cepat terhadap aduan mahasiswa, rencana modifikasi fasilitas Masjid KH. Ahmad Dahlan, serta penguatan Pusat Studi Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial, UMY berhasil membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang inklusif, kredibel, dan berwawasan kemanusiaan universal.
FAQ
Kapan kegiatan Talkshow Inklusivitas dan peluncuran UMY Magz Edisi ke-7 dilaksanakan?
Acara tersebut dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Berapa rata-rata aduan fasilitas yang diterima dan dievaluasi oleh UMY setiap bulannya?
Direktorat Operasional dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY menerima sekitar 500 aduan fasilitas setiap bulan yang dievaluasi secara mingguan.
Tempat ibadah mana di area UMY yang sedang dirancang untuk ditingkatkan aksesibilitasnya?
Pihak UMY saat ini sedang merancang peningkatan fasilitas aksesibilitas bagi disabilitas dan lansia di Masjid KH. Ahmad Dahlan.
Siapa Ketua Pusat Studi Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial UMY yang hadir sebagai narasumber?
Narasumber tersebut adalah Dr. Arni Surwanti, M.Si.
Apa usulan utama yang disampaikan oleh mahasiswa penyandang disabilitas terkait toilet kampus?
Usulan utamanya adalah agar toilet disabilitas tidak hanya tersedia di lantai dasar, melainkan di setiap lantai gedung yang aktif digunakan untuk kegiatan perkuliahan.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan resmi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui laman umy.ac.id dengan judul asli "Kampus Ramah Disabilitas" yang dipublikasikan pada hari Senin, 20 Juli 2026.