Malang, Kampus Times- Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Teknologi membuka berbagai peluang baru bagi guru BK dan konselor, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan terkait kompetensi, etika, tata kelola profesi, hingga pola pendampingan peserta didik.
Melihat perkembangan tersebut, Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) bersama Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Seminar Nasional Kerja Sama ABKIN & FIP UM. Kegiatan ini mengangkat tema “Eksistensi Profesi BK dalam Era Kecerdasan Buatan (AI) dan Teknologi Informasi.”
Seminar nasional ini menjadi ruang akademik untuk membahas bagaimana profesi Bimbingan dan Konseling dapat tetap relevan ketika teknologi berkembang semakin cepat. Peserta juga akan memperoleh perspektif mengenai arah profesi BK dan tantangan yang dihadapi peserta didik pada era digital.
Seminar Nasional BK Digelar dalam Dua Sesi
Berdasarkan informasi pada flyer, kegiatan seminar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dalam dua agenda utama. Sesi pertama dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
Sementara itu, sesi kedua akan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 08.45 hingga 12.00 WIB. Dua sesi tersebut menghadirkan pembicara utama serta sejumlah narasumber yang membahas arah perkembangan profesi BK dan persoalan pendidikan di tengah kemajuan teknologi.
Format daring membuat kegiatan ini dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah tanpa harus hadir secara langsung di lokasi tertentu.
Bahas Eksistensi Profesi BK di Era Kecerdasan Buatan
Tantangan Profesi BK di Tengah Perkembangan AI
AI semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari pencarian informasi, pengolahan materi pembelajaran, hingga pemanfaatan berbagai platform digital. Kondisi tersebut menuntut profesi BK untuk mampu memahami perkembangan teknologi tanpa kehilangan karakter utama layanan konseling yang berorientasi pada kebutuhan manusia.
Tema seminar mengenai eksistensi profesi BK menjadi relevan karena konselor tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menggunakan teknologi. Profesional BK juga perlu memahami batas penggunaan AI, menjaga kerahasiaan data, mempertimbangkan aspek etika, serta tetap membangun hubungan interpersonal dengan peserta didik.
Teknologi dapat menjadi alat pendukung layanan, tetapi peran konselor dalam memahami kondisi psikologis, sosial, akademik, dan perkembangan peserta didik tetap membutuhkan kompetensi profesional dan pendekatan manusiawi.
Penguatan Tata Kelola ABKIN
Pada agenda pertama, pembahasan juga diarahkan pada penguatan tata kelola ABKIN dalam era Artificial Intelligence dan teknologi informasi.
Topik tersebut menjadi salah satu materi yang dibawakan oleh Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd.I. dari UM sebagai pembicara utama. Selain itu, terdapat sesi “Arah ABKIN di Masa Depan” yang menghadirkan Prof. Dr. Muh. Farozin, M.Pd., Ketua Umum PB ABKIN, dan Dr. Triyono, M.Pd., Ketua Dewan Pembina PB ABKIN.
Pembahasan mengenai arah organisasi profesi menjadi penting untuk memastikan perkembangan teknologi dapat diikuti dengan penguatan kompetensi dan tata kelola profesi BK.
Menghadirkan Akademisi dari Berbagai Perguruan Tinggi
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi. Pada sesi pertama, narasumber yang tercantum dalam flyer antara lain Prof. Dr. Farida Ariani, M.Pd. dari UM, Kusnarto Kurniawan, M.Pd., Kons. dari UNNES, Prof. Dr. I Ketut Gading, M.Psi. dari Undiksha, serta Prof. Dr. Ali Rahman, M.Pd. dari ULM.
Sementara itu, sesi pertama akan dimoderatori oleh Mulawarman, Ph.D. dari UNNES.
Kehadiran narasumber dari berbagai institusi memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan layanan BK, organisasi profesi, serta tantangan pendidikan pada era teknologi.
Sesi Kedua Fokus pada Problematika Murid
Agenda kedua menghadirkan Prof. Dr. Mochamad Musalim, M.Si. dari UNESA sebagai pembicara utama. Topik yang diangkat adalah “Solusi bagi Problematika Murid dalam Era Artificial Intelligence dan Teknologi Informasi.”
Topik tersebut menyoroti salah satu persoalan penting dalam pendidikan saat teknologi digital semakin dekat dengan kehidupan peserta didik. Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi dapat memberikan manfaat, tetapi juga dapat memunculkan persoalan baru yang membutuhkan pendampingan.
Guru BK dan konselor memiliki posisi strategis dalam membantu peserta didik menghadapi perubahan tersebut. Pendekatan yang tepat diperlukan agar pemanfaatan teknologi dapat mendukung perkembangan peserta didik, bukan justru menimbulkan persoalan baru dalam proses pendidikan.
Arah ABKIN di Masa Depan Kembali Dibahas
Sesi kedua juga menghadirkan Prof. Dr. Muh. Farozin, M.Pd. dan Dr. Triyono, M.Pd. untuk membahas “Arah ABKIN di Masa Depan.”
Selain itu, terdapat sejumlah narasumber lain, yakni Juster Donal Sinaga, M.Pd., Ph.D. dari USD, Prof. Dr. Ahman, M.Pd. dari UPI, Dr. Fendahapsari S. Sendayu, M.Pd. dari UPR, serta Dr. Paul Arjanto, M.Pd. dari UNPATI.
Sesi kedua akan dimoderatori oleh Dr. Wiryo Nuryono, M.Pd. dari UNESA.
Peserta Dapat Mengikuti Seminar Secara Gratis
Seminar Nasional Kerja Sama ABKIN & FIP UM terbuka bagi sejumlah unsur dalam komunitas Bimbingan dan Konseling. Informasi pada flyer mencantumkan peserta dari PB ABKIN, PD ABKIN, PC ABKIN, Divisi-Divisi ABKIN, Dosen BK, Guru BK, Mahasiswa BK, dan Pemerhati BK.
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah pendaftaran gratis. Peserta juga memperoleh fasilitas berupa materi dan ilmu yang bermanfaat.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang tercantum pada flyer, yaitu bit.um.ac.id/SeminarABKIN2026. Informasi kontak panitia juga tersedia melalui nomor WhatsApp +62 818-0330-0009 (Arlia) dan +62 896-9682-6329 (Faza) serta email bk.fip@um.ac.id.
Mengapa Seminar BK dan AI Penting Diikuti?
Perubahan teknologi membuat dunia pendidikan membutuhkan tenaga profesional yang mampu beradaptasi. Bagi guru BK, konselor, mahasiswa BK, maupun pemerhati pendidikan, perkembangan AI bukan hanya persoalan kemampuan menggunakan perangkat digital.
Yang tidak kalah penting adalah memahami bagaimana teknologi ditempatkan secara tepat dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Pendampingan peserta didik tetap membutuhkan empati, komunikasi, pemahaman konteks, serta pertimbangan etis.
Seminar nasional ini dapat menjadi salah satu forum untuk memperluas wawasan tersebut. Diskusi mengenai masa depan organisasi profesi, problematika murid, dan perkembangan teknologi dapat membantu peserta melihat perubahan profesi BK secara lebih komprehensif.
Kesimpulan
Seminar Nasional Kerja Sama ABKIN & FIP UM menjadi forum penting untuk membahas masa depan profesi Bimbingan dan Konseling di tengah perkembangan Artificial Intelligence dan teknologi informasi. Dengan tema “Eksistensi Profesi BK dalam Era Kecerdasan Buatan (AI) dan Teknologi Informasi,” kegiatan ini mengangkat isu yang semakin relevan bagi dunia pendidikan.
Dilaksanakan secara daring pada 7 dan 12 September 2026, seminar menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh ABKIN dari berbagai perguruan tinggi. Materi mengenai penguatan tata kelola ABKIN, arah organisasi profesi, hingga solusi menghadapi problematika murid di era AI memberikan perspektif yang dapat menjadi bekal bagi para pelaku dan pemerhati BK.
Perkembangan AI pada akhirnya bukan hanya menuntut profesi BK untuk mengikuti teknologi, tetapi juga memperkuat kembali nilai utama layanan konseling: membantu manusia berkembang secara utuh di tengah perubahan zaman.