Profil & Institusi

92.650 Lulusan Perguruan Tinggi Swasta Kemenag pada 2025, Jawa Timur Tertinggi

6 September 2026, 20:30 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Jumlah lulusan perguruan tinggi swasta dalam lingkup Kementerian Agama (Kemenag/MoRA) sepanjang 2025 mencapai 92.650 orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perguruan tinggi swasta keagamaan dalam menghasilkan lulusan pendidikan tinggi di berbagai daerah Indonesia.

Data tersebut tercantum dalam Tabel 6.7 Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025, yang menyajikan jumlah lulusan berdasarkan bentuk pendidikan dan provinsi. Data yang ditampilkan secara khusus memiliki status swasta (private) dan mencakup perguruan tinggi dalam lingkup Kemenag/MoRA.

Jika dilihat lebih dekat, distribusi lulusan tidak merata antarprovinsi. Konsentrasi terbesar terlihat di Pulau Jawa, sementara sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia mencatat jumlah lulusan yang jauh lebih kecil.

Sekolah Tinggi Jadi Penyumbang Lulusan Terbesar

Sekolah Tinggi Jadi Penyumbang Lulusan Terbesar

Salah satu temuan paling menonjol dari data ini adalah dominasi Sekolah Tinggi. Dari total 92.650 lulusan, sebanyak 56.727 orang berasal dari bentuk pendidikan tersebut.

Jumlah itu setara sekitar 61,2% dari seluruh lulusan yang tercatat dalam tabel. Artinya, lebih dari enam dari setiap 10 lulusan perguruan tinggi swasta Kemenag pada 2025 berasal dari sekolah tinggi.

Sementara itu, Institut menyumbang 19.946 lulusan atau sekitar 21,5%. Adapun Universitas mencatat 15.977 lulusan, setara sekitar 17,2%.

Data ini memberikan gambaran bahwa struktur pendidikan tinggi swasta di bawah lingkup Kemenag tidak hanya bertumpu pada universitas. Sekolah tinggi justru menjadi bentuk pendidikan dengan kontribusi lulusan paling besar pada 2025.

Dalam tabel tersebut, kolom Akademi, Akademi Komunitas, dan Politeknik tercatat menggunakan tanda “-” pada total nasional. Karena itu, angka 92.650 merupakan penjumlahan dari tiga bentuk pendidikan yang memiliki angka lulusan, yakni universitas, institut, dan sekolah tinggi.

Jawa Timur Memimpin Jumlah Lulusan

Dari sisi wilayah, Jawa Timur berada di posisi teratas dengan 21.281 lulusan. Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh provinsi yang tercantum dalam tabel.

Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 19.527 lulusan. Selisih antara keduanya mencapai 1.754 lulusan.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 5.677 lulusan, DKI Jakarta 4.570 lulusan, dan Banten 4.046 lulusan. D.I. Yogyakarta mencatat 1.250 lulusan.

Jika keenam provinsi di Pulau Jawa tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 56.351 lulusan, atau sekitar 60,8% dari total 92.650 lulusan nasional.

Konsentrasi ini menjadi salah satu gambaran penting dari data 2025. Lebih dari separuh lulusan perguruan tinggi swasta dalam lingkup Kemenag/MoRA yang tercatat dalam tabel berasal dari enam provinsi di Jawa.

Jawa Timur Kuat di Tiga Bentuk Pendidikan

Keunggulan Jawa Timur juga terlihat ketika data dipecah berdasarkan bentuk pendidikan. Provinsi ini mencatat 7.502 lulusan universitas, 5.525 lulusan institut, dan 8.254 lulusan sekolah tinggi.

Dengan demikian, Jawa Timur tidak hanya unggul secara total, tetapi juga memiliki jumlah lulusan yang besar pada ketiga bentuk pendidikan yang tercatat.

Jawa Barat juga menunjukkan angka tinggi, terutama pada sekolah tinggi. Dari total 19.527 lulusan, sebanyak 14.795 orang berasal dari sekolah tinggi, sementara institut menyumbang 2.919 lulusan dan universitas 1.813 lulusan.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa tingginya jumlah lulusan suatu provinsi dapat dipengaruhi oleh komposisi bentuk perguruan tinggi yang berkembang di wilayah tersebut.

Ketimpangan Distribusi Terlihat di Luar Jawa

Di luar Jawa, beberapa provinsi juga mencatat jumlah lulusan cukup besar. Lampung, misalnya, mencapai 6.998 lulusan, sementara Jambi mencatat 2.567 lulusan dan Sumatera Utara sebanyak 4.634 lulusan.

Di kawasan Sulawesi, Sulawesi Selatan mencatat 2.766 lulusan. Sementara itu, Nusa Tenggara Barat mencapai 3.015 lulusan.

Sebaliknya, sejumlah provinsi mencatat angka yang relatif rendah. Kalimantan Utara memiliki 75 lulusan, Sulawesi Tengah 126, Sulawesi Tenggara 232, Maluku 284, Maluku Utara 266, dan Papua Barat 95 lulusan.

Perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan kualitas pendidikan tinggi antardaerah. Data ini hanya menggambarkan jumlah lulusan perguruan tinggi swasta dalam lingkup Kemenag/MoRA pada 2025, sehingga angka dapat dipengaruhi oleh jumlah dan karakteristik perguruan tinggi yang tercatat di masing-masing provinsi.

Mengapa Data Ini Penting?

Bagi pendidikan tinggi Indonesia, distribusi lulusan merupakan indikator penting untuk membaca skala aktivitas pendidikan tinggi di setiap wilayah. Data ini dapat membantu melihat daerah mana yang memiliki kontribusi besar terhadap pasokan lulusan sekaligus menunjukkan wilayah yang jumlah lulusannya masih relatif kecil.

Namun, jumlah lulusan tidak dapat digunakan sendirian untuk menilai kualitas perguruan tinggi. Angka tersebut belum menjelaskan tingkat serapan kerja, bidang keilmuan, kualitas pembelajaran, maupun capaian karier para lulusan.

Karena itu, data 92.650 lulusan ini lebih tepat dibaca sebagai potret kuantitatif lulusan perguruan tinggi swasta Kemenag/MoRA pada 2025. Bagi pembuat kebijakan, kampus, dan calon mahasiswa, informasi tersebut dapat menjadi salah satu dasar untuk memahami lanskap pendidikan tinggi berdasarkan wilayah dan bentuk institusi.

Kesimpulan

Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 92.650 lulusan perguruan tinggi swasta dalam lingkup Kemenag/MoRA. Sekolah tinggi menjadi penyumbang terbesar dengan 56.727 lulusan, sementara Jawa Timur memimpin distribusi provinsi dengan 21.281 lulusan. Dominasi enam provinsi di Jawa yang menyumbang sekitar 60,8% total lulusan menunjukkan bahwa aktivitas pendidikan tinggi swasta Kemenag masih sangat terkonsentrasi di sejumlah wilayah, meski perguruan tinggi di luar Jawa juga memberikan kontribusi.

FAQ

  1. Berapa jumlah lulusan perguruan tinggi swasta Kemenag pada 2025?
    Berdasarkan Tabel 6.7, jumlahnya mencapai 92.650 lulusan.
  2. Provinsi mana yang memiliki lulusan terbanyak?
    Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah lulusan terbanyak, yaitu 21.281 orang.
  3. Bentuk pendidikan apa yang menghasilkan lulusan terbanyak?
    Sekolah Tinggi, dengan 56.727 lulusan.
  4. Berapa jumlah lulusan universitas dan institut?
    Universitas mencatat 15.977 lulusan, sedangkan institut mencapai 19.946 lulusan.
  5. Apakah angka ini mencakup seluruh perguruan tinggi di Indonesia?
    Tidak. Data ini secara khusus mencakup perguruan tinggi berstatus swasta dalam lingkup Kemenag/MoRA, sesuai keterangan Tabel 6.7, tahun 2025.

Sumber Data

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek, Tabel 6.7: Jumlah Lulusan Menurut Bentuk Pendidikan Tiap Provinsi, Lingkup: Kemenag/MoRA; Status: Swasta/Private; Tahun: 2025.

Topik Terkait