Kampus Times- Perkembangan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Inggris tidak hanya ditentukan oleh jumlah startup yang bermunculan. Di balik pertumbuhan tersebut terdapat institusi teknologi yang berperan sebagai jangkar ekosistem, salah satunya DeepMind.
Laboratorium AI yang berbasis di London ini berkembang dari perusahaan riset menjadi salah satu pusat gravitasi talenta, pengetahuan, dan modal di Inggris. Dampaknya mulai terlihat melalui munculnya startup yang didirikan oleh mantan peneliti serta alumni DeepMind.
Fenomena tersebut menciptakan efek domino. Ketika satu institusi mampu menarik peneliti terbaik, membangun keahlian, dan menciptakan jaringan profesional, sebagian talenta pada akhirnya dapat membawa pengalaman tersebut ke perusahaan baru.
74 Persen Dana VC Inggris Mengalir ke AI
Besarnya pengaruh ekosistem tersebut terlihat dari perkembangan investasi modal ventura. Pada kuartal pertama, sebanyak 74 persen dana Venture Capital (VC) di Inggris dialokasikan kepada perusahaan yang bergerak di bidang AI.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa AI telah menjadi salah satu sektor paling menarik bagi investor. Modal tidak hanya mengejar perusahaan teknologi yang sudah mapan, tetapi juga mengalir ke startup yang berpotensi mengembangkan teknologi baru.
Yang menarik, lebih dari 10 persen dari total pendanaan VC tersebut mengalir kepada startup yang didirikan oleh mantan peneliti atau alumni DeepMind. Angka ini menunjukkan bahwa pengaruh DeepMind tidak berhenti pada produk atau penelitian yang dihasilkannya.
Jejak institusi tersebut juga terlihat dalam pergerakan talenta menuju kewirausahaan.
DeepMind sebagai Jangkar Talenta
Sir Demis Hassabis melihat keberadaan DeepMind di London sebagai bagian penting dalam pembentukan ekosistem teknologi Inggris. Salah satu faktor kuncinya adalah kemampuan perusahaan untuk menarik talenta akademik berkualitas tinggi.
Universitas seperti Cambridge memiliki persediaan peneliti dan lulusan PhD yang kuat dalam bidang komputer, matematika, sains, serta bidang terkait AI. Kehadiran DeepMind memberikan alasan bagi sebagian talenta tersebut untuk membangun karier di London tanpa harus meninggalkan Inggris.
Prosesnya tidak selalu berlangsung secara instan. Para peneliti dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan kemampuan teknis, memahami persoalan industri, dan membangun jaringan profesional.
Dari Peneliti Menjadi Pendiri Startup
Menurut Hassabis, setelah sekitar lima hingga 10 tahun, sebagian peneliti dapat memilih untuk memisahkan diri atau melakukan spin-out dengan membangun perusahaan baru.
Pada tahap tersebut, mereka tidak lagi hanya membawa gelar akademik. Mereka membawa pengalaman riset, pemahaman teknologi, jaringan profesional, dan pengetahuan mengenai bagaimana mengembangkan produk berbasis AI.
Kawasan King's Cross di London menjadi salah satu ruang penting dalam perkembangan ekosistem ini. Ketika para mantan peneliti membangun perusahaan baru, pengetahuan dan talenta yang sebelumnya terkonsentrasi di satu institusi mulai menyebar ke perusahaan lain.
Inilah mekanisme yang membuat sebuah perusahaan besar dapat memiliki dampak lebih luas daripada sekadar jumlah tenaga kerja yang dimilikinya.
Mengapa Alumni DeepMind Menarik Investor?
Dari sudut pandang investor, pendiri dengan latar belakang DeepMind memiliki kombinasi karakteristik yang menarik. Mereka umumnya memiliki pengalaman mendalam dalam riset AI dan berada dekat dengan perkembangan teknologi frontier.
Namun, daya tarik tersebut bukan semata-mata berasal dari nama DeepMind. Pengalaman bertahun-tahun di lingkungan riset dengan standar tinggi dapat memberikan fondasi teknis yang penting ketika seseorang membangun startup.
Jaringan alumni juga dapat menjadi modal sosial. Mantan kolega dapat menjadi calon pendiri bersama, karyawan awal, penasihat, atau bahkan penghubung menuju investor.
Efeknya menciptakan sebuah siklus. Institusi besar menarik talenta, talenta membangun kemampuan, sebagian talenta mendirikan startup, kemudian investor mengikuti peluang yang muncul dari jaringan tersebut.
Pola DeepMind Mengingatkan Silicon Valley
Hassabis menggambarkan fenomena DeepMind melalui analogi sejarah perkembangan Silicon Valley. Perusahaan seperti Hewlett-Packard dan Intel memiliki peran penting dalam membentuk konsentrasi talenta dan perusahaan teknologi di kawasan tersebut.
Ketika pekerja berpengalaman berpindah, mendirikan perusahaan, dan membangun jaringan baru, pengetahuan tidak hilang dari ekosistem. Sebaliknya, pengetahuan tersebut menyebar dan menciptakan perusahaan-perusahaan baru.
Pola serupa juga dapat ditemukan di Stockholm melalui pengaruh Daniel Ek dan kesuksesan Spotify. Keberhasilan satu perusahaan teknologi dapat memberikan bukti bahwa perusahaan global dapat dibangun dari sebuah kota, sekaligus menginspirasi generasi berikutnya untuk mencoba jalur kewirausahaan.
Inggris Berusaha Membentuk Pusat AI Global
Bagi Inggris, efek domino DeepMind memiliki arti strategis. Persaingan AI global tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mempunyai model AI paling canggih, tetapi juga oleh kemampuan sebuah negara membangun ekosistem yang mempertahankan talenta dan menarik modal.
Jika alumni perusahaan riset terus mendirikan startup, kemudian startup tersebut menarik investasi dan merekrut talenta baru, terbentuklah rantai pertumbuhan yang semakin kuat.
Model seperti ini juga memberikan pelajaran bagi universitas. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghasilkan lulusan, tetapi dapat menjadi bagian dari rantai pasok talenta untuk industri teknologi. Ketika hubungan antara universitas, perusahaan riset, investor, dan startup terbangun, dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Kesimpulan
Efek domino DeepMind menunjukkan bahwa pengaruh sebuah perusahaan teknologi dapat jauh melampaui produk yang dihasilkannya. Dengan menarik talenta PhD, membangun budaya riset, dan melahirkan alumni yang kemudian mendirikan startup, DeepMind berperan sebagai salah satu jangkar ekosistem AI Inggris.
Aliran 74 persen dana VC Inggris ke perusahaan AI pada kuartal pertama, serta lebih dari 10 persen total pendanaan yang mengalir ke startup yang didirikan alumni DeepMind, memperlihatkan kuatnya hubungan antara talenta, inovasi, dan modal.
Bagi Inggris, tantangan berikutnya adalah memastikan efek domino tersebut terus berkembang. Jika siklus talenta, riset, startup, dan investasi dapat dipertahankan, London dan kawasan sekitarnya berpeluang semakin kuat sebagai pusat industri AI global.
FAQ
- Apa yang dimaksud efek domino DeepMind? Efek domino DeepMind merujuk pada dampak berantai ketika talenta dan pengetahuan dari DeepMind menyebar ke startup baru dan kemudian menarik investasi serta talenta tambahan.
- Berapa persen dana VC Inggris yang masuk ke perusahaan AI? Pada kuartal pertama, sebanyak 74 persen dana VC Inggris dialokasikan kepada perusahaan AI.
- Berapa banyak pendanaan VC yang mengalir ke startup alumni DeepMind? Lebih dari 10 persen dari total pendanaan VC tersebut mengalir ke startup yang didirikan mantan peneliti atau alumni DeepMind.
- Mengapa DeepMind dianggap sebagai jangkar ekosistem AI Inggris? DeepMind menarik talenta PhD berkualitas, mengembangkan keahlian AI, dan menjadi sumber lahirnya pendiri startup baru yang kemudian memperluas ekosistem teknologi.
- Apa hubungan DeepMind dengan perkembangan Silicon Valley? Demis Hassabis membandingkan peran DeepMind dengan perusahaan seperti Hewlett-Packard dan Intel yang membantu membentuk ekosistem teknologi Silicon Valley melalui konsentrasi talenta dan lahirnya perusahaan baru.