Akademik & Riset

Google DeepMind Kembangkan AI Pendidikan, Guru Hemat 10 Jam per Minggu

11 September 2026, 22:06 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Perkembangan kecerdasan buatan mulai mengubah cara manusia bekerja dan belajar. Bagi Google DeepMind, perubahan tersebut tidak cukup hanya diukur dari seberapa pintar sebuah model menjawab pertanyaan, tetapi juga dari kemampuannya membantu manusia memahami suatu persoalan.

Pembahasan mengenai arah tersebut muncul dalam episode kedua seri podcast The Tech Download, yang dipandu Arjun Kharpal dari London dan Steve Kovach dari New York. Episode ini membahas perkembangan AI dalam pendidikan sekaligus pendekatan Google DeepMind terhadap pengembangan teknologi yang bertanggung jawab.

Salah satu contoh penggunaan AI sehari-hari datang dari pengalaman Kovach. Ia menggunakan Gemini sebagai semacam pelatih interaktif ketika memainkan gim Expedition 33 dengan mengarahkan kamera ke layar televisi. Gemini juga dimanfaatkan untuk membantu mengotomatisasi pemantauan dokumen SEC harian yang berkaitan dengan perusahaan publik.

Pengalaman tersebut menunjukkan perubahan fungsi AI. Teknologi tidak lagi hanya digunakan untuk mencari informasi, tetapi dapat berinteraksi dengan konteks visual, membantu mengambil keputusan, dan menangani pekerjaan rutin.

Sains Pembelajaran Jadi Fokus Pengembangan AI

Dalam bidang pendidikan, DeepMind mengambil pendekatan yang lebih spesifik. Perusahaan tersebut memperlakukan proses belajar sebagai first-class science problem, atau persoalan ilmiah utama yang perlu dipelajari secara serius.

Pendekatan ini dilakukan dengan mempelajari bagaimana manusia belajar melalui kolaborasi dengan pakar pedagogi dan akademisi. Tujuannya bukan sekadar membuat AI semakin cerdas, tetapi memahami bagaimana teknologi dapat membantu seseorang belajar secara lebih efektif.

Dari riset tersebut lahir Learn LM, model yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan pembelajaran. Teknologi tersebut kemudian diinfusikan ke model utama Gemini dan menjadi bagian dari fitur Guided Learning pada aplikasi Gemini.

Konsep Guided Learning memiliki perbedaan penting dibandingkan pola penggunaan chatbot biasa. AI diarahkan untuk membimbing pengguna melalui proses pembelajaran secara bertahap, bukan langsung memberikan jawaban akhir.

Pendekatan tersebut relevan karena jawaban instan tidak selalu menghasilkan pemahaman. Dalam konteks pendidikan, proses bertanya, mencoba, melakukan kesalahan, memperoleh umpan balik, lalu memperbaiki pemahaman tetap menjadi bagian penting dari pembelajaran.

Uji Coba AI Mulai Menyentuh Persoalan Guru dan Siswa

Pengembangan AI pendidikan juga diuji dalam kondisi nyata. Salah satu contohnya adalah uji coba selama enam bulan bersama pemerintah di Irlandia Utara.

Dalam program tersebut, penggunaan AI disebut membantu guru menghemat rata-rata 10 jam kerja per minggu untuk kegiatan seperti persiapan mengajar dan pengembangan kurikulum. Angka tersebut memperlihatkan potensi AI bukan hanya sebagai teknologi untuk siswa, tetapi juga sebagai alat untuk mengurangi beban administratif dan persiapan pendidik.

DeepMind juga menjalankan studi efektivitas di Inggris, Afrika, Amerika Serikat, dan India. Fokusnya adalah memahami bagaimana AI dapat diintegrasikan ke ruang kelas sekaligus membantu siswa menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sejak usia dini.

Pendekatan tersebut penting karena adopsi AI di sekolah tidak cukup hanya menyediakan akses terhadap perangkat atau aplikasi. Sekolah juga perlu membangun kemampuan literasi AI agar siswa memahami cara menggunakan teknologi, memeriksa informasi, dan tetap mengembangkan kemampuan berpikir sendiri.

Manfaat AI juga dapat dirasakan oleh pembelajar dengan kebutuhan tertentu. Lila Ibrahim menceritakan pengalaman salah satu putri kembarnya yang mengalami disleksia. Dalam kisah tersebut, AI membantu meningkatkan kepercayaan diri anak hingga mampu mengambil peran sebagai koordinator komunikasi di OSIS.

Pengembangan AI Melibatkan Banyak Disiplin Ilmu

DeepMind menempatkan aspek etika dan dampak sosial sebagai bagian dari proses pengembangan. Tim multidisiplin dilibatkan sejak tahap awal riset hingga tata kelola produk.

Bidang yang terlibat mencakup psikologi anak, neurosains komputasi, pedagogi, dan etika. Keterlibatan berbagai disiplin tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis model.

Dalam diskusi podcast, pendekatan hati-hati dan interdisipliner tersebut juga dibandingkan dengan strategi sejumlah perusahaan AI lain, termasuk OpenAI. Perbandingan itu disampaikan sebagai pandangan dalam diskusi mengenai perbedaan pendekatan pengembangan teknologi, bukan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan perusahaan mana yang lebih baik.

Lila Ibrahim dan Gagasan Pemerataan Teknologi

Bagi Lila Ibrahim, akses terhadap teknologi memiliki dimensi sosial yang kuat. Ia menceritakan proses wawancara selama sekitar 50 jam sebelum bergabung sebagai COO pertama DeepMind.

Perjalanan tersebut berkaitan dengan misi yang telah ia jalankan selama sekitar 25 tahun. Sebelum bergabung dengan DeepMind, Ibrahim antara lain membangun laboratorium komputer di sebuah panti asuhan di Lebanon dan mendirikan organisasi nirlaba Team for Tech.

Menurut pendekatan tersebut, teknologi tidak seharusnya hanya dinikmati kelompok yang memiliki sumber daya besar. AI menawarkan kemungkinan baru karena distribusinya dapat dilakukan lebih cepat dan luas dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik tradisional yang membutuhkan biaya dan waktu besar.

AI Mengubah Pendidikan dan Masa Depan Pekerjaan

Perubahan teknologi juga membawa konsekuensi terhadap dunia kerja. Ketika AI mampu mengambil alih sebagian tugas rutin dan membantu pekerjaan pengetahuan, sistem pendidikan perlu mempertimbangkan kembali keterampilan apa yang benar-benar dibutuhkan lulusan.

Pertanyaan mengenai nilai gelar perguruan tinggi, pelatihan praktis, dan program magang menjadi semakin relevan. Pendidikan tidak cukup hanya menyiapkan seseorang untuk memperoleh pekerjaan pertama, tetapi juga perlu membangun kemampuan beradaptasi ketika jenis pekerjaan berubah.

Lila mendorong pemimpin organisasi dan pendidik menciptakan lingkungan yang aman untuk bereksperimen dengan AI. Penggunaan teknologi perlu disertai aturan yang jelas, pemahaman etika, dan kesempatan untuk belajar dari kesalahan.

Pada saat yang sama, keterampilan yang secara unik dimiliki manusia tetap perlu dirawat. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, empati, kolaborasi, dan penilaian terhadap konteks sosial tidak seharusnya tersisih ketika AI semakin kuat.

Kesimpulan

Pengembangan AI pendidikan oleh Google DeepMind menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan jawaban. Learn LM dan Guided Learning memperlihatkan upaya menjadikan AI sebagai pendamping proses belajar yang membantu pengguna memahami persoalan secara bertahap.

Uji coba yang melibatkan guru dan siswa juga menunjukkan potensi AI untuk mengurangi beban pekerjaan, mendukung kebutuhan belajar tertentu, serta memperluas akses terhadap teknologi. Namun, manfaat tersebut membutuhkan pendampingan manusia, tata kelola, dan literasi AI yang memadai.

Bagi sekolah, perguruan tinggi, dan dunia kerja, pesan terpentingnya adalah adaptasi. AI dapat mempercepat banyak pekerjaan, tetapi pendidikan tetap memiliki tugas untuk membentuk manusia yang mampu berpikir, menilai, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

FAQ

  1. Apa itu Learn LM? Learn LM adalah model yang dikembangkan Google DeepMind secara khusus untuk mendukung proses pembelajaran dan kemudian diintegrasikan ke Gemini.
  2. Apa fungsi Guided Learning di Gemini? Guided Learning dirancang untuk membimbing pengguna melalui proses belajar secara bertahap, bukan hanya memberikan jawaban secara langsung.
  3. Berapa banyak waktu guru yang dapat dihemat melalui AI dalam uji coba Irlandia Utara? Dalam uji coba selama enam bulan, AI disebut membantu guru menghemat rata-rata 10 jam kerja per minggu.
  4. Apakah AI dapat membantu siswa dengan disleksia? Pengalaman yang dibagikan Lila Ibrahim menunjukkan bahwa AI dapat membantu mendukung kepercayaan diri dan proses belajar siswa dengan kebutuhan tertentu.
  5. Mengapa keterampilan manusia tetap penting di era AI? AI dapat mengambil alih atau mempercepat berbagai tugas, tetapi kemampuan seperti berpikir kritis, empati, kreativitas, komunikasi, dan pengambilan keputusan tetap membutuhkan peran manusia.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=KXsNxrXcEq4

Topik Terkait

Trending Hari Ini