Akademik & Riset

Krisis Strategi AI Inggris: Saat Singapura Melesat dan Pengawasan Melemah

14 September 2026, 06:54 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Inggris bukan pendatang baru dalam perlombaan kecerdasan buatan. Negara ini termasuk pelopor dalam membangun kerangka kebijakan AI modern. Pada 2017, Industrial Strategy Inggris menempatkan AI dan data sebagai salah satu tantangan besar yang harus dikembangkan untuk memperkuat posisi negara dalam ekonomi masa depan. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan AI Sector Deal pada 2018 dan National AI Strategy pada 2021.

National AI Strategy bahkan menetapkan ambisi jangka panjang untuk menjadikan Inggris sebagai kekuatan global di bidang AI. Strategi tersebut tidak hanya berbicara tentang riset, tetapi juga investasi, talenta, infrastruktur komputasi, adopsi teknologi, serta tata kelola AI.

Masalahnya, memiliki strategi di atas kertas tidak otomatis membuat sebuah negara menjadi pemimpin AI. Keunggulan justru sangat ditentukan oleh konsistensi eksekusi, koordinasi antarlembaga, dan kemampuan membawa kebijakan dari pemerintah pusat hingga institusi di lapangan.

AI Council Inggris Menghilang dari Panggung Strategis

Salah satu tanda perubahan tersebut terlihat dari AI Council. Badan independen ini sebelumnya berfungsi memberikan masukan kepada pemerintah sekaligus menjadi ruang koordinasi antara pemerintah, akademisi, dan industri.

AI Council memiliki fokus pada sejumlah isu penting, termasuk peningkatan keterampilan AI, pemahaman publik, serta pengembangan kerangka penggunaan data yang aman, adil, legal, dan etis. Namun, pertemuan terakhir AI Council tercatat pada 21 Juni 2023. Pemerintah Inggris kemudian menyatakan anggota-anggotanya dapat berperan sebagai penasihat individual bagi Department for Science, Innovation and Technology.

Perubahan ini penting karena AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan siklus kebijakan konvensional. Ketika koordinasi terpusat melemah, berbagai institusi dapat bergerak dengan prioritas masing-masing.

Persoalannya bukan sekadar apakah sebuah badan bernama AI Council masih ada atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah siapa yang memastikan strategi AI nasional diterjemahkan secara konsisten ke berbagai sektor.

Persoalan Keterampilan Juga Menjadi Tantangan

Kebutuhan terhadap kepemimpinan strategis semakin terlihat dari isu keterampilan AI. Pemerintah Inggris sendiri pada 2026 masih menerbitkan berbagai panduan baru mengenai peningkatan keterampilan AI bagi tenaga kerja. Program tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan membangun kompetensi AI tetap menjadi agenda besar.

Artinya, hilangnya satu jabatan atau forum tidak serta-merta berarti Inggris berhenti mengembangkan AI. Namun, banyaknya inisiatif yang muncul melalui jalur berbeda dapat menciptakan tantangan koordinasi apabila tidak berada dalam kerangka nasional yang kuat.

Singapura Menunjukkan Pentingnya Eksekusi

Perbandingan dengan Singapura menjadi menarik karena negara tersebut justru memperkuat koordinasi strategis AI. National AI Strategy 2.0 diluncurkan pada 2023 dan kemudian diperbarui pada 2026. Pada Februari 2026, Singapura membentuk National AI Council yang diketuai Perdana Menteri Lawrence Wong untuk memberikan arah strategis dan mendorong agenda AI nasional.

Pendekatan tersebut memperlihatkan perbedaan filosofi. Ketika AI semakin meluas, Singapura tidak hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga mempertahankan struktur koordinasi tingkat nasional.

Hasilnya terlihat dalam data adopsi. Laporan AI Index 2026 dari Stanford menunjukkan Singapura berada di posisi kedua dalam penggunaan AI oleh populasi usia kerja pada paruh kedua 2025, dengan tingkat 60,9 persen. Inggris berada di posisi kesembilan dengan 38,9 persen.

Perlu dicatat, angka adopsi tidak sama dengan ukuran keseluruhan kepemimpinan AI. Inggris masih memiliki ekosistem riset, investasi, dan perusahaan AI yang sangat kuat. Bahkan Global AI Index 2026 menempatkan Inggris di peringkat ketiga dunia, sementara Singapura berada di peringkat keempat.

Karena itu, narasi yang lebih tepat bukan bahwa Inggris telah kehilangan seluruh kepemimpinannya, melainkan bahwa keunggulan Inggris mulai menghadapi tekanan serius pada sisi adopsi dan implementasi.

Mengapa Sekolah Bisa Menjadi Titik Lemah?

Dampak fragmentasi strategi paling mudah terlihat pada sektor yang membutuhkan panduan praktis, salah satunya pendidikan.

Sekolah tidak hanya membutuhkan akses terhadap teknologi AI. Guru dan pimpinan sekolah juga membutuhkan pedoman mengenai kapan AI boleh digunakan, bagaimana menjaga integritas akademik, bagaimana melindungi data siswa, serta keterampilan apa yang harus dimiliki pendidik.

Jika panduan terlalu tersebar di berbagai lembaga tanpa koordinasi yang jelas, sekolah dapat menghadapi standar yang berbeda-beda. Sebagian institusi mungkin bergerak cepat, sementara yang lain memilih menunggu karena tidak memiliki kepastian kebijakan.

Masalah ini menjadi semakin relevan karena pemerintah Inggris sendiri telah menerbitkan AI Playbook yang menekankan penggunaan AI secara legal, etis, aman, dengan kendali manusia dan keahlian yang memadai.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan hanya membuat panduan, tetapi memastikan prinsip tersebut benar-benar diterapkan secara konsisten di tingkat institusi.

Pelajaran Strategis bagi Negara Lain

Kisah Inggris dan Singapura memberikan satu pelajaran penting: kepemimpinan AI tidak cukup dibangun melalui riset atau investasi besar.

Negara yang ingin menjadi pemimpin AI membutuhkan kesinambungan kebijakan, koordinasi kelembagaan, pengembangan talenta, infrastruktur, dan strategi adopsi yang dapat diterapkan oleh organisasi di lapangan.

Singapura menunjukkan bagaimana strategi nasional dapat terus diperbarui ketika teknologi berubah. Inggris menunjukkan bahwa keunggulan awal dapat tetap kuat, tetapi membutuhkan mekanisme implementasi yang konsisten agar tidak kehilangan momentum.

Bagi negara lain, termasuk Indonesia, perbandingan tersebut relevan. Strategi AI nasional akan memiliki dampak lebih besar jika tidak berhenti sebagai dokumen pemerintah, tetapi diterjemahkan menjadi pedoman konkret untuk pendidikan, industri, layanan publik, dan tenaga kerja.

Kesimpulan

Krisis strategi AI Inggris bukan berarti negara tersebut telah keluar dari peta kepemimpinan AI. Inggris masih memiliki fondasi kuat dalam riset, investasi, perusahaan teknologi, dan kapasitas nasional. Namun, melemahnya forum koordinasi seperti AI Council dan munculnya kesenjangan adopsi menunjukkan bahwa keunggulan teknologi harus terus diikuti oleh kepemimpinan strategis dan eksekusi yang konsisten.

Singapura memberikan contoh berbeda dengan mempertahankan koordinasi tingkat nasional dan memperbarui strategi AI secara berkala. Pelajaran terbesarnya sederhana: dalam perlombaan AI, menjadi yang lebih dulu memulai tidak cukup. Negara juga harus mampu menjaga arah, mempercepat adopsi, dan memastikan kebijakan sampai ke institusi yang menggunakannya.

FAQ

  1. Apa yang dimaksud dengan krisis strategi AI Inggris? Krisis strategi AI Inggris merujuk pada kekhawatiran bahwa koordinasi dan pengawasan kebijakan AI tidak sekuat periode sebelumnya, meskipun Inggris masih memiliki kapasitas AI yang sangat kuat.
  2. Kapan AI Council Inggris berhenti berfungsi? Pertemuan terakhir AI Council tercatat pada 21 Juni 2023, setelah itu anggotanya dapat berperan sebagai penasihat individual bagi pemerintah.
  3. Apakah Singapura sudah mengalahkan Inggris dalam kepemimpinan AI? Tidak secara keseluruhan. Global AI Index 2026 masih menempatkan Inggris di peringkat ketiga dan Singapura di peringkat keempat, tetapi Singapura unggul dalam sejumlah ukuran adopsi AI.
  4. Mengapa koordinasi pemerintah penting dalam pengembangan AI? Koordinasi diperlukan agar kebijakan terkait riset, keterampilan, pendidikan, industri, keamanan, dan adopsi AI berjalan dalam arah yang konsisten.
  5. Apa pelajaran bagi Indonesia? Indonesia perlu memastikan strategi AI tidak hanya berorientasi pada pembangunan teknologi, tetapi juga memiliki mekanisme koordinasi, pengembangan talenta, pedoman sektoral, dan ukuran keberhasilan adopsi yang jelas.

Topik Terkait

Trending Hari Ini