SURABAYA, Kampus Times - Tim mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menyabet penghargaan Bronze Medal dalam kompetisi ilmiah nasional Pekan Riset Ilmiah Mahasiswa (PRISMA) 14. Capaian membanggakan tersebut diraih setelah mereka mengusung gagasan inovatif berupa strategi revitalisasi seni pertunjukan tradisional Wayang Beber agar tetap eksis dan relevan bagi generasi muda di era digital.
Gagasan Inovatif Pembaharuan Seni Wayang Beber
Persaingan ketat di ajang PRISMA 14 menuntut para peserta untuk menghadirkan solusi atas permasalahan sosial-budaya. Tim mahasiswa UNAIR melihat tantangan besar yang dihadapi kesenian Wayang Beber, yakni minimnya regenerasi penonton dan pergeseran minat generasi muda terhadap budaya lokal.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim merancang konsep pembaharuan yang memadukan keaslian narasi lokal dengan sentuhan teknologi modern:
Digitalisasi visual: Mengemas ilustrasi dan cerita rupa Wayang Beber ke dalam format media interaktif.
Pendekatan edukatif: Menyusun modul literasi budaya yang dapat diakses dengan mudah oleh pelajar dan mahasiswa.
Strategi komunikasi publik: Mengoptimalkan platform media sosial guna menjangkau khalayak yang lebih luas.
Perjuangan dan Pengakuan di Ajang PRISMA 14
Proses seleksi diawali dari pengajuan proposal riset, penyusunan karya tulis ilmiah, hingga tahap presentasi akhir di hadapan dewan juri. Tim Universitas Airlangga mampu mempertahankan argumentasi mereka dengan baik, menonjolkan analisis dampak sosial yang terukur, serta membuktikan bahwa kelestarian budaya tradisional dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi.
Penghargaan Bronze Medal yang diterima menjadi bukti nyata kredibilitas riset ilmiah mahasiswa UNAIR dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pelestarian warisan budaya Nusantara.
Impact Prestasi bagi Komunitas Akademik UNAIR
Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung riset interdisipliner yang berdampak langsung pada masyarakat. Raihan prestasi ini diharapkan dapat mendorong iklim kompetisi dan inovasi di lingkungan kampus, sekaligus memicu kesadaran generasi muda untuk aktif menjaga ketahanan budaya nasional.
Kesimpulan
Raihan Bronze Medal oleh tim mahasiswa UNAIR pada ajang PRISMA 14 menegaskan bahwa gagasan revitalisasi Wayang Beber berpotensi besar menyelamatkan warisan budaya dari kepunahan. Integrasi antara nilai-nilai seni tradisional dan inovasi digital menjadi kunci utama agar kebudayaan Indonesia tetap lestari dan diminati oleh generasi mendatang.
FAQ
Apa prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa UNAIR? Tim mahasiswa UNAIR berhasil mengamankan penghargaan Bronze Medal pada kompetisi ilmiah PRISMA 14.
Topik apa yang diusung mahasiswa UNAIR dalam ajang tersebut? Mereka membawakan ide mengenai strategi revitalisasi seni tradisional Wayang Beber melalui pendekatan modern dan digital.
Mengapa seni Wayang Beber menjadi fokus utama riset? Seni Wayang Beber dinilai membutuhkan langkah pembaharuan agar tidak tergerus zaman dan tetap diminati oleh generasi muda.
Bagaimana cara mahasiswa UNAIR merencana revitalisasi seni tersebut? Strategi yang dirancang meliputi digitalisasi media visual, pengemasan konten edukatif, dan pemanfaatan saluran digital untuk jangkauan luas.
Apa manfaat dari capaian prestasi ini bagi institusi UNAIR? Prestasi ini memperkuat reputasi UNAIR dalam riset kebudayaan serta memotivasi mahasiswa lain untuk berprestasi di kancah nasional.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan resmi unair.ac.id dengan judul asli "Gagas Revitalisasi Wayang Beber, Tim Mahasiswa UNAIR Raih Bronze Medal PRISMA 14".