Profil & Institusi

Peta Kampus Swasta Kemenag 2025: Jawa Barat dan Jawa Timur Jadi Basis Terbesar dari 1.231 Perguruan Tinggi

16 Agustus 2026, 22:35 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Peta pendidikan tinggi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) pada 2025 menunjukkan satu pola yang sangat jelas: kampus swasta masih didominasi oleh bentuk Sekolah Tinggi, sementara konsentrasi lembaga terbesar berada di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat dan Jawa Timur.

Data resmi Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 yang dirilis PDDikti/Kemdiktisaintek untuk lingkup Kemenag – status swasta mencatat terdapat 1.231 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Angka ini menggambarkan besarnya jaringan pendidikan tinggi berbasis keagamaan yang beroperasi di luar perguruan tinggi negeri.

Meski tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, distribusinya tidak merata. Beberapa provinsi menjadi pusat konsentrasi lembaga, sementara wilayah lain memiliki jumlah institusi yang relatif terbatas.

Sekolah Tinggi Menjadi Tulang Punggung Kampus Kemenag

Sekolah Tinggi Menjadi Tulang Punggung Kampus Kemenag

Dari total 1.231 perguruan tinggi, sebanyak 1.041 institusi berbentuk Sekolah Tinggi. Jumlah ini setara dengan sekitar 84,6% dari seluruh perguruan tinggi swasta di bawah Kemenag.

Sementara itu, bentuk pendidikan lainnya jauh lebih sedikit, yakni:

  • 149 Institut

  • 39 Universitas

  • 2 Akademi

Tidak ada Akademi Komunitas maupun Politeknik yang tercatat dalam tabel untuk lingkup ini.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa model Sekolah Tinggi masih menjadi bentuk kelembagaan yang paling banyak dipilih dalam ekosistem pendidikan tinggi Kemenag. Secara sederhana, sebagian besar kampus swasta Kemenag beroperasi sebagai institusi yang berfokus pada rumpun keilmuan tertentu, bukan sebagai universitas dengan spektrum program studi yang lebih luas.

Jawa Barat dan Jawa Timur Memimpin

Jika dilihat berdasarkan provinsi, Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah perguruan tinggi swasta Kemenag terbanyak pada 2025, yakni 209 institusi.

Komposisinya terdiri atas:

  • 6 universitas,

  • 28 institut,

  • 175 sekolah tinggi.

Selisihnya sangat tipis dengan Jawa Timur, yang memiliki 207 institusi dengan komposisi:

  • 16 universitas,

  • 36 institut,

  • 155 sekolah tinggi.

Menariknya, meskipun total lembaga Jawa Barat sedikit lebih banyak, Jawa Timur justru memiliki jumlah universitas dan institut yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan adanya variasi bentuk kelembagaan di dua provinsi tersebut.

Sumatera Utara Jadi Kekuatan Besar di Luar Jawa

Di luar Jawa, Sumatera Utara muncul sebagai provinsi dengan jumlah perguruan tinggi swasta Kemenag terbesar, yakni 92 institusi.

Di bawahnya terdapat:

  • DKI Jakarta: 89 institusi

  • Jawa Tengah: 81 institusi

  • Banten: 41 institusi

  • Lampung: 39 institusi

  • Aceh: 37 institusi

  • Sulawesi Utara: 37 institusi

Angka-angka ini memperlihatkan bahwa konsentrasi lembaga memang masih kuat di wilayah barat Indonesia, tetapi sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa juga memiliki jaringan pendidikan tinggi yang cukup besar.

Wilayah Timur Masih Memiliki Jumlah Institusi Lebih Sedikit

Wilayah Timur Masih Memiliki Jumlah Institusi Lebih Sedikit

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Sebaliknya, sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia mencatat jumlah lembaga yang relatif kecil.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Papua Barat: 10 institusi

  • Maluku: 9 institusi

  • Maluku Utara: 6 institusi

  • Kalimantan Utara: 5 institusi

  • Bangka Belitung: 1 institusi

Data ini tidak otomatis menunjukkan kualitas atau kapasitas pendidikan tinggi di daerah tersebut. Namun, angka tersebut memberikan gambaran bahwa jumlah institusi memang belum sebanyak wilayah-wilayah dengan populasi dan sejarah pendidikan tinggi yang lebih panjang.

Distribusi Kampus Mencerminkan Persebaran Ekosistem Pendidikan

Jika dilihat secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bagaimana ekosistem pendidikan tinggi Kemenag berkembang mengikuti karakteristik masing-masing daerah.

Provinsi dengan populasi besar dan jaringan lembaga pendidikan Islam yang telah lama berkembang—seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara—cenderung memiliki jumlah perguruan tinggi lebih banyak.

Di sisi lain, beberapa daerah memiliki jumlah institusi yang lebih terbatas, sehingga peta nasional menunjukkan adanya variasi persebaran lembaga antarprovinsi.

Perlu dicatat bahwa tabel ini hanya mencakup perguruan tinggi swasta dalam lingkup Kementerian Agama pada tahun 2025. Artinya, angka tersebut tidak mencakup perguruan tinggi negeri Kemenag maupun perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan kementerian lain.

Kesimpulan

Data resmi 2025 menunjukkan bahwa ekosistem perguruan tinggi swasta Kemenag masih didominasi oleh Sekolah Tinggi, dengan konsentrasi institusi terbesar berada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Sementara itu, provinsi-provinsi di luar Jawa tetap memiliki kontribusi penting, meski jumlah lembaganya bervariasi. Peta ini memberikan gambaran tentang persebaran kelembagaan pendidikan tinggi Kemenag di Indonesia pada 2025.

FAQ

  1. Berapa jumlah perguruan tinggi swasta Kemenag pada 2025? Terdapat 1.231 perguruan tinggi swasta dalam lingkup Kementerian Agama pada 2025.
  2. Bentuk perguruan tinggi apa yang paling banyak? Sekolah Tinggi mendominasi dengan 1.041 institusi.
  3. Provinsi mana yang memiliki kampus swasta Kemenag terbanyak? Jawa Barat berada di posisi pertama dengan 209 institusi, disusul Jawa Timur dengan 207 institusi.
  4. Apakah ada politeknik atau akademi komunitas dalam data ini? Tidak. Pada tabel ini tidak tercatat politeknik maupun akademi komunitas untuk lingkup Kemenag swasta.
  5. Apakah data ini mencakup semua perguruan tinggi di Indonesia? Tidak. Data ini khusus mencakup perguruan tinggi swasta di bawah Kementerian Agama pada tahun 2025.

Sumber Data

  • Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 (Revisi Juni 2026), PDDikti/Kemdiktisaintek

  • Tabel 2.7 – Jumlah Lembaga Perguruan Tinggi Menurut Bentuk Pendidikan Tiap Provinsi (Lingkup Kemenag, Status Swasta, Tahun 2025)

Topik Terkait

Trending Hari Ini