News

UMPO Kembali Torehkan Prestasi! Tiga Dosen Raih Paten Sederhana, Perkuat Budaya Inovasi untuk Negeri

21 Juli 2026, 15:18 WIB / Redaksi
UMPO Kembali Torehkan Prestasi! Tiga Dosen Raih Paten Sederhana, Perkuat Budaya Inovasi untuk Negeri

UMPO Kembali Torehkan Prestasi! Tiga Dosen Raih Paten Sederhana, Perkuat Budaya Inovasi untuk Negeri

PONOROGO, KampusTimes.com - Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), tiga dosen UMPO berhasil memperoleh Paten Sederhana atas hasil invensi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Capaian ini menjadi bukti bahwa penelitian di lingkungan UMPO tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi UMPO sebagai perguruan tinggi yang mendorong hilirisasi hasil penelitian melalui perlindungan kekayaan intelektual.

UMPO Perkuat Budaya Inovasi dan Hilirisasi Riset

Perolehan paten sederhana merupakan salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang memiliki unsur kebaruan dan manfaat praktis. Selain melindungi hak kekayaan intelektual peneliti, paten juga membuka peluang pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri.

Melalui berbagai program pendampingan penelitian dan penguatan inovasi, UMPO terus mendorong dosen untuk menghasilkan karya yang berdampak nyata. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tiga Dosen dengan Invensi Inovatif

Keberhasilan memperoleh Paten Sederhana diraih oleh tiga dosen dengan bidang inovasi yang berbeda.

Inovasi Bidang Kesehatan

Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns., M.Kes. berhasil memperoleh Paten Sederhana melalui dua invensi di bidang kesehatan.

Invensi pertama berupa Formulasi Gel Topikal Berbasis Porang (Amorphophallus muelleri) untuk Perawatan Luka Diabetes. Sementara invensi kedua adalah Formulasi Tablet Effervescent Berbasis Konjac Glucomannan dari Tanaman Porang sebagai Agen Antikolesterol.

Kedua inovasi tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan sumber daya lokal Indonesia untuk mendukung pengembangan produk kesehatan berbasis hasil penelitian.

Inovasi Bidang Peternakan

Ellisia Kumalasari, S.Pd., M.Pd. memperoleh Paten Sederhana melalui invensi berupa Mesin Pencacah Pakan Ternak dan Pengolah Kotoran Hewan dengan Mekanisme Transmisi Terpadu.

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan peternakan sekaligus memberikan solusi terhadap pengolahan limbah ternak secara lebih efektif.

Inovasi Bidang Energi

Sementara itu, Dr. Kuntang Winangun, S.Pd., M.Pd. berhasil memperoleh Paten Sederhana atas invensi Proses untuk Menghasilkan Minyak Solar dari Oli Bekas.

Penelitian tersebut menawarkan alternatif pemanfaatan limbah oli bekas menjadi bahan bakar yang bernilai guna, sekaligus mendukung upaya pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Mendorong Ekosistem Kampus Berbasis Inovasi

Keberhasilan para dosen ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara penelitian, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual merupakan bagian penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Melalui LPPM, UMPO terus membangun ekosistem akademik yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga produk inovatif yang siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

Menjadi Inspirasi bagi Sivitas Akademika

Prestasi yang diraih para dosen diharapkan mampu memotivasi sivitas akademika untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif melalui penelitian yang aplikatif.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam momentum penghargaan tersebut, capaian ini diharapkan semakin memperkuat budaya inovasi dan produktivitas akademik serta menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kesimpulan

Keberhasilan tiga dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo meraih Paten Sederhana menjadi bukti nyata bahwa riset berkualitas mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Invensi di bidang kesehatan, peternakan, dan energi menunjukkan komitmen UMPO dalam mengembangkan penelitian yang berdampak serta memiliki nilai strategis. Dengan terus memperkuat budaya inovasi dan hilirisasi hasil riset, UMPO semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan karya nyata untuk negeri.

FAQ

1. Siapa saja dosen UMPO yang memperoleh Paten Sederhana? Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns., M.Kes., Ellisia Kumalasari, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Kuntang Winangun, S.Pd., M.Pd.

2. Apa saja bidang inovasi yang memperoleh paten? Bidang kesehatan, peternakan, serta teknologi pengolahan energi dari limbah oli bekas.

3. Mengapa Paten Sederhana penting bagi perguruan tinggi? Karena melindungi hasil invensi, meningkatkan nilai inovasi, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian agar bermanfaat bagi masyarakat.

4. Apa peran LPPM UMPO dalam capaian ini? LPPM berperan dalam mendorong, membina, dan memperkuat budaya penelitian, inovasi, serta perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

5. Apa makna capaian ini bagi UMPO? Prestasi ini memperkuat reputasi UMPO sebagai kampus yang unggul dalam riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Topik Terkait